Minggu Masa Biasa XIX,

8 Agustus 2010 

Keb 18: 6-9  +  Ibr 11: 1-2.8-19  +  Luk 12: 30-40

 

'Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu', itulah pesan Injil hari Minggu yang lalu, demikian juga senada dengan Injil hari kemarin, yang dengan tajam mengatakan 'anak-anakKu, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'.

Pesan di atas memang mengajak kita untuk tidak hanya memperhatikan harta benda atau kekayaan dalam perjalanan hidup ini, karena memang hidup tidaklah tergantung dari pada kekayaan, masih ada yang lain, namun bukan juga kita meniadakan kekayaan. Kita boleh menikmati kekayaan itu, tetapi tidak 'mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri' dan hanya berpusat pada diri sendiri, melainkan dan sebaiknya kita menjadi orang yang 'kaya di hadapan Allah'.

Kalau Santo Paulus minggu kemarin membahasakan 'kaya di hadapan Tuhan' dengan sikap: "mencari perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, dan jangan hanya yang di bumi', kini Injil hari ini menterjemahkan dengan bahasa Yesus sendiri, yakni: "hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya".

Sebab hanya orang yang berjaga saja yang siap menyambut kedatangan orang yang ditunggunya, hati dan pikirannya selalu terarah kepada orang yang ditunggunya. Demikian juga orang yang berani berjaga akan kedatangan Yesus Kristus, bukan hanya kepada kedatanganNya kelak di akhir jaman, melainkan kehadiranNya dalam setiap perjalanan hidup kita. Kesibukan boleh terus berlangsung dan menikmati karunia kekayaan dari Tuhan, namun bila 'kita memikirkan yang di atas' dan 'berjaga-jaga akan kehadiranNya' kita akan semakin merasa kasih dan penyertaanNya.

Saya sebut 'kita akan semakin merasa kasih dan penyertaanNya', karena bila kita kedapatan berjaga, Dia akan berbalik melayani kita. Yesus sendiri menegasakan: "berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka".

Pelayanan akan diberikan oleh Dia yang kita tunggu-tunggu, karena memang dengan berjaga dan siap menantikan kedatanganNya berati kita membiarkan Dia datang dan hadir di tengah kita, membiarkan Dia membimbing, memimpin dan menguasai kita. 'Datanglah KerajaanMu' sungguh terjadi, Dia sendiri yang mengatur kita, 'dan jadilah KehendakMu di bumi seperti di dalam Surga'. Yesus Tuhan meraja dalam hidup kita.

Inilah keindahan orang yang kaya di hadapan Tuhan, keluhuran orang yang selalu berjaga-jaga dan siap sedia setiap saat, sebab "Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan". Itulah hidup orang kaya yang sungguh-sungguh beriman, sebab hanya orang yang berimanlah yang selalu berjaga-jaga, karena dia tahu Siapakah yang ditunggunya, Siapakah yang dinanti-nantikannya itu.

Berkat imannya, Abraham beserta para bapa bangsa lainnya berani berjaga dan berjaga. Itulah yang diungkapkan dalam bacaan kedua tadi. Berkat iman, mereka semua beroleh rahmat dan karunia yang melimpah, karena Dia sang Allah sendiri yang melayani dan menjaga mereka. Mereka yakin bahwa: "iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat", dan "tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia".

Kiranya permintaan Injil kepada kita hari ini amatlah jelas, yakni agar kita semakin berani berjaga-jaga menantikan kedatanganNya dalam setiap langkah hidup kita, sebab dalam situasi kedatanganNya kita akan beroleh banyak anugerah dan rahmat, sebab Ia sendiri sang Empunya Kerajaan Surga mendatangi dan memimpin kita. Berjaga-jaga adalah sikap seorang beriman dalam merindukan kasih dan penyertaanNya.

Yesus, tambahkan dan teguhkanlah hati kami kepadaMu, semoga hati dan budi kami semakin berani terarah kepadaMu walau sebanyak apapun kesibukan kami setiap hari atau sepuas apapun kami boleh menikmati anugerah dan rejeki pemberianMu.

Yesus, arahkanlah hati kami hanya kepadaMu, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening