Minggu XX, 15 Agustus 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria

                                  diangkat ke Surga

Why 12: 1-6  +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56

 

Dalam setiap pesta Maria, kita teringat sungguh akan jawaban Maria terhadap sapaan Tuhan sendiri: 'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu'. Suatu jawaban yang mengamini kehendak Tuhan terhadap dirinya. Karena pada saat itulah Yesus secara inderawi dalam raganya. Kehadiran Yesus secara ragawi telah dimulai oleh kesiapsiagaan Maria untuk menerima kehadiranNya.

Injil hari ini menceritakan suatu perjumpaan iman.

Allah hadir dan ada dalam diri Maria, itulah yang dilihat dan dirasakan oleh Elizabeth yang mendapatkan kunjungannya. Elizabeth sadar sungguh siapakah orang yang ada di depannya sekarang ini: seorang ibu Tuhan berada di hadapannya. Karena itu, dia berseru: "siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?". Elizabeth sadar apalah dirinya di hadapan dia yang mulia dan luhur ini, dan dengan penuh sukacita dia berucap: "sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan".

Kejelian Elizabeth menangkap kehadiran Maria karena memang dia dikuasai oleh Roh Kudus, dan Roh yang satu dan sama itulah yang sekarang ini menyatukan mereka. Mereka berdua adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman akan Allah. Kiranya Elizabeth tahu benar apa yang sekarang ini terjadi pada saudarinya yang masih muda belia ini: Maria telah menerima karunia yang amat-amat indah, dan dia menerimanya dengan tulus ikhlas. Elizabeth memuji Maria dengan mengatakan: "berbahagialah ia-engkau, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya-mu dari Tuhan, akan terlaksana". Apa yang telah diprogram oleh Tuhan Allah akan terlaksana sungguh dalam diri saudarinya, sebab Maria adalah bukan hanya seorang pendengar sabda, dia juga seorang pelaksana sabdaNya.

Atas dasar keluhuran dan anugerah mulia inilah, Gereja yakin dan percaya bahwa Maria yang telah mati itu kini telah dibangkitkan dan menikmati kebahagian surgawi, karena memang dia mengikuti segala kemauan Tuhan terhadap dirinya. Maria memang adalah orang yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri. Kalau Bartimeus dan perempuan Kanaan itu saja beroleh karuniaNya berkat iman kepercayaan mereka, demikian juga seorang penjahat yang disalibkan boleh tinggal bersamanya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus' (Luk 23: 43), apalagi kiranya Maria yang telah membiarkan hatinya dikuasai Yesus dan memberi tempat kepadaNya. Dengan perasaan insane dan diwarnai iman kepercayaan yang kuat akan kebaikan Tuhan, kita GerejaNya percaya bahwa Maria telah diangkat ke surge oleh Puteranya, sebab Yesus sendiri menghendaki agar di mana Dia berada di situpun para kekasihNya juga berada. Maria adalah kekasih Allah yang sejati, sebab ia membiarkan dirinya menjadi tempat kediaman sang Putera dan bahkan dengan setia mendampingiNya sampai di kayu salib.

Santo Paulus pun yakin Maria mendapatkan tempat yang terhormat dalam Kerajaan Surga, sebab tidak ada orang di dunia ini yang melebihi Maria dalam mengikuti Kristus Tuhan. Dalam bacaan kedua Paulus menegaskan: "Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal,… demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya". Siapakah dia yang menikmati tempat tinggalNya yang kudus setelah sang Putera kebangkitan, dia Maria sang kekasih Allah, dia  ibu Tuhanku yang mengunjungiku.

Maria adalah manusia seperti kita semua. Kalau dia boleh menikmati kebahagiaan surgawi kiranya kita pun diijinkan menikmatinya; bukankah kita adalah putera-puteri Bapa di surge, sang EmpuNya Kerajaan Surga?

Benar memang!

Kiranya sikap dan tindakan Maria menjadi contoh bagi kita semua dalam mengikuti Kristus, Puteranya. Maria beroleh rahmat karunia istimewa karena keterbukaan dan kemauannya dalam mendengarkan suara dan kehendakNya.

"Jiwaku memuliakan Tuhan,

hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya".

Kiranya lantunan pujian Maria juga menjadi pujian kita bersama, karena dia mengajak kita untuk semakin yakin dan percaya bahwa apa yang kita lakukan adalah karena kebaikan Tuhan, dan hanya Tuhanlah yang  membuat segalanya menjadi baik. Semuanya bisa terjadi karena kehendakNya, sebab 'bagi Allah tidak ada yang mustahil'.

Ya Maria bunda kami, doakanlah kami agar kami semakin tabah dan setia dalam mengikuti Kristus Puteramu, dan kiranya semoga kerinduan kami untuk menikmati kebahagiaan surgawi hari demi hari semakin tumbuh dan berkembang. Amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening