Rabu Masa Biasa XVIII, 4 Agustus 2010

Yer 31: 1-7  +  Mzm  +  Mat 15: 21-28

 

Suatu hari pergilah Yesus ke daerah Tirus dan Sidon, suatu wilayah yang penduduknya adalah semua orang berdosa, yakni mereka orang-orang yang melawan dan menolak Allah, sehingga kelak di hari penghakiman hidup mereka masih akan diperhitungkan (Mat 11: 12). Tiba-tiba datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita".

Siapakah perempuan itu? Injil Matius tidak menyebutnya, dia hanya menegaskan bahwa perempuan itu orang Kanaan, termasuk wilayah Tirus dan Sidon, kemungkinan besar seorang kafir, leluhurnya saja adalah orang-orang yang melawan dan menolak Allah. Anehnya dia datang kepada Yesus dan menyebut 'Tuhan, Anak Daud', suatu sebutan yang biasa diucapkan oleh orang-orang Israel. Dia adalah seorang yang percaya kepada Yesus. Dia memohon 'kasihanilah aku, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita'. Teriakannya hampir sama dengan Bartimeus yang memohon belaskasihan supaya dapat melihat (Mark 10: 46-52), sedangkan dia memohon belaskasihan, karena anak perempuan kerasukan setan dan sangat menderita. Apakah dia minta belaskasihan Yesus, karena anaknya perempuan kerasukan setan dan sangat menderita atau supaya anaknya disembuhkan? Dua-duanya bisa!

Lucunya,"Yesus sama sekali tidak menjawabnya"; para muridNya yang selalu mengikuti tindakan Gurunya malahan meminta kepadaNya: "suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak". Para murid hanya mempertajam persoalan saja, walau mereka tidak main kasar terhadap perempuan itu yang mengusik  sang Idola mereka, mereka meminta Yesus sendiri yang mengusir dia.

Yesus menegaskan: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel". Hal yang sama juga pernah dikatakanNya ketika Ia mengutus para muridNya: 'janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel; pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat' (Mat 10: 5-7). Apakah pengucapan sampai dua kali berturut-turut menunjukkan kesadaran Yesus akan misiNya? Apakah Dia hanya ingin menunjukkan kenabianNya yang berbau Yahudi-Israel, keturunan Daud?

Perempuan Kanaan ini memang benar-benar seorang pemberani, ia lalu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku"

Sahut Yesus: "tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing!".

"Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya", jawab perempuan itu tegar!

Suatu dialog yang amat-amat indah! Terasa kasar tampaknya, tapi secara tegas Yesus sengaja memilih kata-kata untuk memurnikan kemauan seorang umatNya. Yesus menantang perempuan pemberani itu. Dan perempuan itu  ternyata seorang yang sungguh-sungguh beriman, karena dia menangkap maksud Yesus. Dia menangkap tantangan kejujuran seorang pria yang bernama Yesus, perempuan itu tahu benar bahwa Yesus mengatakan apa adanya, dan dia yakin bahwa Orang yang dihadapinya ini sungguh baik dan mau menolongnya, maka ia menegaskan 'anjing berhak makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya'.

"Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki", jawab Yesus. Kesungguhan iman perempuan itu menyelamatkan dia!  Seketika  itu juga anaknya sembuh.

Apakah Yesus sadar akan misi perutusanNya?

Yesus sadar sungguh bahwa Dia datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Dia adalah Mesias Putera Daud. Ia datang melanjutkan dan menggenapi kehendak Allah semenjak semula yang diwartakan pada nabi, Ia tidak meniadakan satu iota pun hokum Taurat. Yesus tetap menghormati kehendak Bapa semenjak semula bahwa Israel adalah umat yang terpilih, bangsa yang kudus. Berkat pemurniaanNya, semua orang yang setia mengikuti Dia adalah sisa-sisa Israel, Umat Baru, pilihan Allah, bangsa yang kudus.

Bacaan pertama mengingatkan siapakah Israel baru itu. "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!".

Yesus, kuatkanlah iman kami dalam menghadapi tantangan hidup, sebab saat itulah Engkau memurnikan hidup kami. Semoga semangat perempuan pemberani dan dikuasai iman itu menjadi pola hidup kami dalam berjuang dan berjuang

Yesus yang Mahakasih, bantulah kami yang lemah ini, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening