Rabu XXI, 1 September 2010

1Kor 3: 1-9  +  Mzm 33  +  Luk 4: 38-44

 

Diceritakan kepada kita hari ini bahwa Yesus menyembuhkan banyak orang; diawali oleh ibu mertua Simon demam keras, kemudian banyak orang membawa mereka yang sakit dan mohon disembuhkan, juga terjadi pengusiran kuasa kegelapan. Semalam-malaman Yesus mengadakan penyembuhan.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi, dan orang banyak mencari Dia, sewaktu menemukan-Nya mereka berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Betapa nyaman dan bahagianya mereka bisa tinggal bersama Yesus, karena memang banyak orang yang datang memerlukan bantuanNya. Dia orang yang hebat, betapa menyenangkan bila Dia tinggal di daerah kita.

"Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus", tegas Yesus kepada mereka. PenyataanNya sungguh jelas bahwa Dia datang bukan untuk menyembuhkan orang sakit, bukan untuk mengusir kuasa kegelapan, Yesus datang untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Akhirnya Ia meninggalkan Kapernaum dan "memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea".

Persoalan sekarang ini yang sering terjadi adalah penonjolan Yesus sebagai seorang Penyembuh dan Pembuat mukjizat. Banyak orang diundang dari pelbagai daerah untuk bersama-sama melihat dan mengalami penyembuhan dan mukjizat Allah. Penampilan Kristus sebagai sang Pewarta Injil dinomerduakan. Sabda Allah yang menyelamatkan manusia, bukan mukjizat dan pengusiran setan.

Apakah tidak boleh mohon kesembuhan dari Yesus?

Boleh, bahkan orang harus berani meminta berkat dan rahmat dari Tuhan Yesus, sebab Dialah Allah yang Mahakasih. Keberanian kita untuk meminta berkat dan rahmatNya hendaknya jangan menyurutkan kita untuk berani mendengarkan sabdaNya, sebab memang sabdaNya yang dikehendakiNya untuk didengarkan dan dinikmati oleh semua orang. Kita ingat orang-orang Kapernaum yang selalu banyak mendapatkan mukjizat, namun mereka dikecam habis-habisan oleh Yesus karena ketidakmauan mereka untuk mendengarkan sabdaNya, mereka mendengar tetapi tidak mendengarkan. 'Hai engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu' (Mat 11: 23-24).

Apa yang kita cari?

Kesembuhan dan kesehatan, rahmat dan anugerah, rejeki yang melimpah? Atau keselamatanNya dan tinggal dalam KerajaanNya?

Paulus sebagai orang yang banyak menerima karunia dari Tuhan, bukanlah segala pemberianNya yang ia tawarkan kepada orang-orang yang mendengarkan, melainkan sabdaNya yang ia bagikan. Ia tidak menganjurkan mereka yang mendengarkan supaya meminta dan meminta rahmat dan karunia seperti yang dimilikinya, ia mengajak semua orang untuk berani mendengarkan dan mendengarkan SabdaNya. Kiranya ucapan Yesus tadi:  'Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus' juga menjadi ucapan hatinya. Dengan segala keterbatasan yang dimiliknya, Paulus tetap berani mengajar dan mewartakan sabdaNya, karena dia yakin apalah arti Paulus, apalah arti Apolos, kalau pun "aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan, sebab baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama".

Seperti Paulus dan Apolos kitapun harus berani mewartakan Injil Kerajaan Allah!   Celakah aku, jika aku tidak mewartakan Injil.

Kita pun harus semakin berani mendengarkan sabdaNya yang memberi keselamatan. Semoga di bulan September bulan Kitab Suci ini kita semakin rajin dan setia membaca Kitab Suci dan mendengarkan SabdaNya.

Yesus, tambahkanlah keberanian dalam diri kami untuk mendengarkan sabdaMu dan melaksanakannya, agar kami semua menjadi pelaksana sabdaMu dan bukannya hanya pendengar yang menipu diri.

Yesus, bukalah selalu telinga hati kami, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening