Sabtu, 7 Agustus 2010

Pesta Santo Albertus Trapani

2Kor 4: 1-6  +  Mzm  +  Mrk 10: 17-30

 

"Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?", tanya seseorang kepada Yesus. Suatu pertanyaan yang amat baik dan amat mendasar bagi setiap orang yang ingin menikmati keselamatan.

"Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!", jawab Yesus; dan orang itu menangkap dengan baik maksud jawabanNya bahwasannya perintah Allah dalam Perjanjian Lama itu menyelamatkan orang, tapi "semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku".

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku".

"Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya". Orang ini seharusnya bangga, karena ia telah berjalan jauh, bahkan telah berlari cepat, seharusnya ia berkata seperti Paulus: 'aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman' (2Tim 4: 7), ia tinggal melangkah satu tahap lagi! Namun ia tidak mau kehilangan harta bendanya.

Yesus hanya berkomentar: "anak-anakKu, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah".

Injil hari Minggu lalu juga berbicara tentang harta benda dan kekayaan. Memang dunia ini sungguh-sungguh menarik! Harta benda dan kekayaan sungguh nikmat! Gila memang mereka yang menolak kekayaan!

'Alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah'.

Itulah kemauan Yesus Tuhan!

Namun, sebaliknya, malahan Yesus menjanjikan bahwa orang yang mau meninggalkan segala-galanya dan mengikutiNya, ia akan semakin merasakan kelimpahan hidup. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal". Mereka bukan saja menikmati kelimpahan harta benda dan bahkan 'menerimanya kembali seratus kali lipat', melainkan juga mendapatkan banyak saudara, dan terlebih-lebih lagi 'pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal'. Suatu janji yang diberikan kepada semua orang yang mau mengikutiNya.

Bagaimana memahami kemauan Tuhan Yesus ini? Bagaimana melaksanakannya? Sedikit harta yang kami miliki saja sering kali kami bawa ke mana-mana, harta benda ini memang menyenangkan. Apakah harus kami tinggalkan itu?  Maol do i!, kata temannya sang parhobas itu.

Sedikit sharing: 'damai dan penuh sukacita' itulah komentar santo Albertus kelahiran kota Trapani yang masih muda dalam usia sudah meninggalkan kedua orangtuanya dan masuk biara Karmel. Ia memang bersemangat dalam karya pewartaan, dan orang kudus ini tidak merasa berkekurangan apapun dalam karya pewartaannya. Dia yang telah meninggalkan segala bentuk fasilitas kehidupan, tetap merasakan bahwa dia memiliki segala, malahan dia masih mau memberi dan melayani orang-orang lain dengan segala anugerah yang dimilikinya. 'Albertus ini adalah orang yang pandai membuat mukjizat dan memiliki segala', kata orang-orang yang berada di sekitarnya, tetapi ia menyangkalnya. 'Aku hanya bisa berdoa dan berdoa kepadaNya, Dialah Tuhan yang memberiklan kepada kamu suatu yang indah dan menyenangkan, apalah aku? Dialah yang memberi, Dialah Allah yang baik hati, Yesus Tuhan, dan Dia hadir selalu di tengah-tengah kita', katanya merendah. Albertus hidup di abad XIII.

Ya Yesus, ajarilah kami dengan kasih Roh KudusMu agar kami semakin mengerti dan paham sabdaMu hari: 'setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan segala-galanya kelak pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal'. Sulit kami untuk melepaskan semuanya itu, tapi sekali lagi kuasailah kami dengan Roh KudusMu agar mengerti sungguh kehendakMu secara tepat kepada kami.

Yesus, Engkau menjanjikan kepada kami karena memang Engkau baik hati, dan Engkau selalu hadir dalam terang kasihMu, dan "Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus". Yesus, semoga kami semakin merasakan terang kasihMu dalam setiap langkah hidup kami.

Yesus, semoga hari ini sungguh-sungguh bersinar dalam hati kami, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening