Sabtu XIX, 14 Agustus 2010

Yeh 18: 1-10  +  Mzm 51  +  Mat 19: 13-15

 

"Banyak orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka". Suatu hal yang amat baik dan sungguh-sungguh menarik bahwasannya mereka membawa anak-anak kecil kepada Yesus dan memohonkan berkat daripadaNya. Kiranya peristiwa ini mengingatkan kita terus agar berani membawa putera-puteri kita kepada Tuhan Yesus. Sebab mereka anak-anak kita dapat mengenal Kristus dengan lebih baik dan akrab denganNya, kalau kita yang telah berusia dan bahkan kita orangtua dari mereka mau membawa mereka kepadaNya. Keberanian kita membawa putera-puteri kita kepada Yesus adalah suatu bentuk ucapan syukur kepadaNya atas kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita untuk membimbing dan mendidiknya. Orangtua harus berani mengantar anak-anaknya kepada Dia Sumber kehidupan.

"Akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu". Itulah kebodohan para murid Yesus. Mereka menyepelekan anak-anak. Seharusnya mereka berpikir modern karena kedekatan mereka dengan Yesus, seharusnya mereka harus semakin tahu bahwa keselamatan itu terbuka bagi setiap orang, termasuk anak-anak, tetapi tidaklah demikian. Pikiran mereka terbelenggu oleh budaya klasik yang menutup ruang gerak seseorang untuk mendapatkan keselamatan.

"Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga", sergak Yesus kepada mereka. Keselamatan adalah milik semua orang, maka tidak ada seseorang atau lembaga yang melarang seseorang mendapatkan dan mengejar keselamatan. Allah yang hidup adalah milik setiap orang, dan sebaliknya: "semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya!", tegas Tuhan sendiri dalam bacaan pertama tadi. Setiap orang mempunyai hak azasi untuk hidup dan selamat! Keterpautan jiwa seorang anak yang memang sadar akan ketidakmampuannya menjadi patrun bagi setiap orang yang mengharapkan keselamatan.

Keterpautan mengembalikan mereka pada asal kehidupan; demikianlah juga dalam perjalanan hidup: orang diundang dan diundang terus-menerus untuk datang kepadaNya. Bacaan pertama mengingatkan hal ini: "Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!".

"Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka" dan memberkati mereka semua.

Ya Yesus yang Maharahim, Engkau menerima setiap orang yang berani datang kepadaMu. Buatlah kami menjadi orang-orang yang berani datang kepadaMu, dan juga sebaliknya memberi kesempatan, bahkan berani menghantar orang-orang yang hendak datang dan menjumpai Engkau.

Yesus, bantulah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening