Selasa XXI, 24 Agustus 2010

Pesta Rasul Bartolomeus

Why 21: 9-14  +  Mzm 145  +  Yoh 1: 45-51

 

"Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret", kata Filipus kepada Natanael. Ia sengaja memberitakan kabar sukacita, karena memang itulah yang disebutkan dalam Perjanjian Lama akan datangNya seorang Mesias, Allah yang menyelamatkan; dan Dia yang akan datang itu sepertinya sudah dinantikan banyak orang; dan sungguh Dia telah datang sekarang ini, dengan mata kepala sendiri 'kami telah menemukan Dia'.

Namun, "mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" tanya ragu-ragu Natanael akan pewartaan Filipus. Natanael sepertinya tahu benar bahwa Dia  yang datang itu bukan dari Nazaret, tak ada yang indah dari Nazaret. Natanael sepertinya memang tidak tahu juga bila telah terjadi perubahan pada kehendak Allah, sebab semenjak kejadian di Betlehem yakni pembunuhan besar-besaran yang dilakukan Herodes terhadap bayi-bayi balita umat Israel, kedua orangtua Yesus itu telah membawa sang Bayinya keluar dari Betelehem menuju Mesir, dan setelah beberapa lama di sana 'dari Mesir Kupanggil Anak-Ku' (Mat 2: 15) dan menetaplah mereka di sebuah kota yang bernama Nazaret; karena itulah, 'Ia akan disebut: Orang Nazaret' (Mat 2: 23).

Namun pergi juga Natanael bersama Filipus menjumpai Yesus. "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!", komentar Yesus pertama kali kepada Natanael. Terperanjatlah Natanael dibuatNya!

"Bagaimana Engkau mengenal aku?" tanya Natanael kepadaNya. Bukankah kita belum pernah berjumpa dan bertegursapa? Jawab Yesus kepadanya: "sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara". Jawaban Yesus sebetulnya murah kali, tidak menjawab inti persoalan, sekedar basa-basi. Namun, Natanael memahami dan mengerti sungguh jawaban Yesus: Dia sungguh-sungguh tahu siapa saja yang dihadapiNya, Ia mengenal setiap orang, Ia mengenal isi hati dan budinya. Ia mengenal karena memang Dia adalah Tuhan Allah, dan hanya Allah yang bisa berbuat dan bertindak demikian. Dia memang Allah yang datang untuk menyelamatkan umatNya. Dialah Yesus!

"Guru, Engkaulah Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!", ungkap iman kepercayaan Natanael. Natanael menyerah; ia mengenal sungguh dan yakin benar-benar siapakah Orang yang dihadapinya ini, ternyata ada Sesuatu yang indah dari Nazaret

"Karena Aku berkata kepadamu", jawab Yesus kepadanya: "Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu; dan sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia".

Mendengarkan jawaban Yesus yang begitu sederhana, Natanael tumbuh dan berkembang dalam iman, dan memang begitulah seharusnya orang-orang yang menerima berkat dan karunia dari Tuhan. Segala anugerah yang dilimpahkan Tuhan kepada kita umatNya memang dimaksudkan agar kita semakin percaya kepadaNya, iman dan kepercayaan kita semakin tumbuh dan berkembang; dan berkat kepercayaan itu, Natanael akan mendapatkan karunia yang lebih besar lagi, ia 'akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'.

Kapan itu terjadi?

Apakah penyataan Yesus itu mengenai realitas eskatolgis, kenyataan akhir jaman yang menyenangkan dan dirindukan oleh setiap orang? Tak perlu dipikirkan, yang pasti Natanael akan mendapatkan karunia yang lebih besar lagi. Namun tak dapat disangkal bahwa gambaran yang diberikan Yesus tadi yakni bahwasannya ia akan 'melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia' itu terjadi dalam Kerajaan Surga, yang sampai hari ini masih kita bayangkan bahwa semuanya itu terjadi di atas sana, di langit singgasana, di dunia atas,  di banua ginjang, ndang di banua tonga, suatu tempat yang menyenangkan dan dirindukan banyak orang untuk tinggal di dalamnya. Yohanes dalam bacaan pertama menceritakan realitas di atas itu, di mana "di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal".

Bagaimana dengan kita semua?

Kita pun adalah orang-orang yang dikenal oleh Tuhan Allah!  Bukan saja dikenal, tetapi juga diperhatikan dan dicintaiNya. Kiranya perhatian dan kasih Tuhan Yesus Kristus membuat kita semakin berani percaya dan berpaut kepadaNya. Ucapan santo Bartolomeus: 'Guru, Engkaulah Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!' menjadi ucapan kita bersama dalam setiap kali kita hendak melangkahkan kaki kita ke depan dalam berusaha dan berusaha, dalam berjuang dan berkarya di setiap kesibukan kita sehari-hari.

Kepercayaan diri sebagai orang yang dicintai membuat setiap orang mudah dan lincah meringankan langkah dan semakin bergairah dalam berkarya. It's real! Sebab dalam pertumbuhan pengalaman hidup beriman menuntut juga sukacita jiwa dan bathin. Seseorang akan semakin rajin dalam hidupnya kalau memang dia merasa ada seseorang yang memperhatikan dan mencintainya, ia merasa didampingi, dijaga dan dibantu, dia merasa senang karena diwongke. Hati dan cinta memberi semangat hidup!

Karena kita dicintai dan diperhatikan, kita pun tentunya kelak diijinkan juga melihat dan merasakan 'langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'. Kiranya perijinan inilah yang harus terus-menerus menjadi kerinduan kita bersama; karena semuanya itu terjadi di atas, kiranya kita berani 'memikirkan dan mencari perkara-perkara yang di atas, bukan hanya yang di bumi, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah' (Kol 3: 1-2). Berkat kepercayaannya kepada Dia yang mengutusnya dan berkat kerinduannya untuk melihat 'langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia', Bartolomeus dengan berani mewartakan Injil ke daerah Arabia dan Armenia, dan dia rela menjadi MartirNya yang kudus.

Yesus, lembutkanlah hati kami, sapalah kami dalam setiap langkah hidup kami, agar kami semakin merasakan dan menghayati diri bahwa kami adalah orang-orang yang Engkau cintai dan Engkau kasihi.

Yesus, sayangilah kami, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening