Selasa XXI, 31 Agustus 2010

1Kor 2: 10-16  +  Mzm 145  +  Luk 4: 31-37

 

Setelah ditolak di Nazaret, di daerah asalNya, Yesus pergi ke Kapernaum dan mengajar di sana di dalam rumah ibadat. Ia mengajar dengan penuh kuasa, dan membuat banyak orang kagum kepadaNya.

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah". Kuasa kegelapan mengenal siapakah Yesus orang Nazaret itu dan mereka takut kepadaNya, tidaklah demikian dengan orang-orang Nazaret sebagaimana yang kita dengar dalam Injil kemarin, mereka semua seharusnya mengenal Dia dengan baik dan benar, tetapi sebaliknya. Kuasa kegelapan mengenal Yesus, tetapi orang-orang Nazaret tidak mengenalNya.

"Diam, keluarlah dari padanya!", tegur Yesus, dan  setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.

"Alangkah hebatnya perkataan ini!  Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar" komentar banyak orang, dan semua orang takjub kepadaNya. Hebat sungguh Yesus, perkataanNya penuh kekuatan!

Sekali lagi, seperti kita renungkan kemarin, kita bukanlah orang-orang Nazaret!

Sebab,  "kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh". Tidaklah demikian orang-orang Nazaret yang hanya mampu mengenal Yesus sebatas sebagai Anak Yusuf; kekaguman mereka pun tidak sampai pada tingkat kekaguman yang dimiliki orang-orang Kapernaum; orang-orang Nazaret menjadi representasi atau perwakilan dari "manusia duniawi yang tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah", sebaliknya mereka orang-orang Kapernaum mampu mendengarkan suaraNya yang menyentak hati mereka semua, kata mereka tadi: 'alangkah hebatnya perkataan ini!  Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar'.

Berkat sakramen baptis, kita pun diangkat menjadi orang-orang yang dikuasai oleh Roh Allah, yakni menjadi orang-orang yang tidak dikendalikan oleh keinginan daging, karena memang kita berusaha untuk mengikuti Kristus yang adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan, kita berusaha  "memiliki pikiran Kristus" sebagaimana dikatakan oleh Paulus tadi dalam bacaan pertama. Sebab dengan memiliki pikiranNya, kita akan mampu memahami dan mengerti kehendak Allah, tidak seperti orang-orang Nazaret yang sebenarnya kagum dengan Yesus tetapi tidak mampu pada pemahaman akan kehendakNya.

Bagaimana?

Benar memang!

Hanya saja kita ini seringkali mendua, kita mengaku bahwa kita adalah murid-murid Kristus, dan kita bangga memang, kelemahan kita adalah keinginan dan kepuasan inderawi  amatlah kuat daripada keinginan roh. Ini bukan dilema, melainkan kelemahan kita manusia, dan kita harus berani mengakuinya.

Ya Yesus, InjilMu hari ini menunjukkan kepada kami betapa kuasaNya Engkau; kuasa kegelapan pun gemetaran di hadapanMu. Tambahkanlah iman kami kepadaMu ya Yesus, agar kami semakin terpaut kepadaMu, baik kata dan tindakan kami, sehingga hati kami pun tidak mendua seperti seringkali terjadi sekarang ini.

Yesus, kuasailah kami dengan RohMu, amin.

'Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh' (Gal 5: 25).

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening