Rabu XXVI, 29 September 2010

Pesta Mikhael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung

Dan 7: 9-14  +  Mzm 138  +  Yoh 1: 47-51

 

"Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!", kata Yesus kepada orang-orang yang berada di sekelilingNya ketika Natanael datang kepadaNya.

Kata Natanael kepada-Nya: "bagaimana Engkau mengenal aku?". Bagaimana Orang ini mengenal saya, bukankah saya belum pernah berjumpa dengan Dia, dan sekarang ini saya datang untuk berkenalan denganNya?

"Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara", jawab Yesus kepadanya. Hebat sungguh Orang ini, Ia telah mengamati dan mengamati saya. 'Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara?', kapan semuanya itu terjadi? Memang beberapa hari lalu saya sempat berada di bawah pohon ara bersama Andreas, Simon dan Andropagus, tetapi saya tidak melihat Dia dan saya tidak mendengar Dia, baru kali ini saya melihat Dia dan mendengar suaraNya? Di bawah pohon ara yang mana, seringkali memang kami duduk-duduk berteduh di bawah pohon ara?

Hebat benar Orang ini!

"Guru, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!", sahut Natanael merunduk mengakui siapakah Dia ini.

"Karena Aku berkata kepadamu", jawab Yesus : "Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu; dan sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia".

Siapakah para malaikat itu?

Hari ini kita merayakan pesta malaikat Gabriel, Mikhael dan Rafael; mereka adalah malaikat-malaikat agung. Malaikat itu utusan Allah yang bersifat rohani dan bisa menampakkan diri; dan dalam Kitab Suci banyak diceritakan tentang peran mereka.  Apa yang dapat kita katakan tentang para malaikat, khususnya Gabriel, Mikhael dan Rafael? Mereka bertiga adalah malaikat-malaikat agung, karena memang mereka mempunyai peran khusus dalam tugas perutusanNya.

Mereka baik-baik adanya, karena memang seturut Kitab Suci, mereka menampakkan kehadiran Tuhan sendiri yang menyapa dan mengunjungi umatNya! Kehadiran mereka di depan umatNya adalah kehadiran Dia sendiri yang Mahakuasa.

Namun kali ini, kita pertajam lebih pada penyataan Yesus yang menegaskan bahwa 'engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu; dan sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'. Semuanya itu dimaksudkan agar Natanael, dan tentunya juga semua orang yang percaya kepadaNya, berani melihat dan memandang realitas surgawi, realitas para kudus, di mana Yesus sendiri adalah sang Raja Mulia, Empunya Takhta Kerahiman. Semua makhluk di langit dan di bumi akan menyembah Dia. Para malaikat akan naik turun di hadapanNya guna mengundang dan mengundang, memanggil dan menghantar umat yang dikasihiNya datang kepadaNya.

Pesan perayaan hari ini mengajak kita untuk semakin berani mengakui dan merunduk di hadapan Tuhan Allah yang berbelaskasih. Dia yang Mahakasih itu mengutus para MalaikatNya untuk mendampingi kita dalam melangkahkan kaki ke masa depan yang lebih baik, Yesus tidak membiarkan kita melangkah sendirian, Ia menemani kita; dan tentunya dari pihak kita diminta juga untuk berani memberi hati atas pendampinganNya itu, sebab kepercayaan akan peran para malaikat berarti percaya bahwa Dia yang kudus menghadirkan diriNya untuk mendampingi dan menyertai kita umatNya.

Kepercayaan akan Malaikat itu bernada feodal!

Boleh saja orang berkata demikian. Namun itulah kenyataan yang tertulis dalam Kitab Suci; dan tak dapat disangkal memang penulisan Kitab Suci dipengaruhi oleh budaya, gaya bahasa, lingkungan sang penulis menuliskan pengalaman hidupnya, Allah berbicara dan berbicara melalui dirinya, Allah menyapa umatNya melalui bahasa sehari-hari mereka.

Demikian juga, 'langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia' adalah bahasa manusia yang mengungkapkan realitas surgawi di mana Anak Manusia menjadi arah tujuan pertanggunganjawab para malaikatNya atas tugas perutusan yang mereka emban. Apa besok kelak semacam itu?  Namun, paling sedikit semuanya itu memberikan gambaran kepada kita kemegahan dan keagungan Dia sang Penguasa kehidupan. Dia di atas dan kita di bawah. Dia bertakhta mulia dan semua ciptaan tunduk menyembah, semuanya mengarah kepadaNya.

Kemuliaan Anak Manusia sebagai sang Empunya takhta kemuliaan sudah digambarkan sejak lama oleh Daniel dalam penglihatan yang dinikmatinya. Daniel menuliskan: "sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah".

Apa yang dapat kita buat bila Yesus menyatakan: 'Aku telah melihat dan mengenal engkau, malahan sejak engkau hidup dan ada dalam rahim ibumu'?  Minimal apa yang hendak kita katakan kepadaNya atas pengakuanNya kepada kita?

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengenal kami satu per satu, Engkau memanggil kami dengan nama kami masing-masing. Semoga dengan pesta para malaikat agung ini, kami semakin merasakan pendampingan dan kasihMu yang selalu menyertai kami.

Santo Gabriel, Mikhael dan Rafael dampingilah kami selalu dengan kuasamu, karena Allah telah menyuruh engkau mendampingi kami. Amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening