Selasa XXIII, 7 September 2010

1Kor 6: 1-11 +  Mzm 149  +  Luk 6: 12-19

 

Suatu ketika Yesus memanggil murid-muridNya, dan semua datang kepadaNya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya Rasul. Yesus 'memanggil mereka tetapi sedikit yang dipilih' (Mat 22: 14). Mengapa harus begitu? Mereka semua dipanggil, dan datang, tetapi mengapa hanya sedikit yang dipilih? Hanya sekedar melambangkan keduabelas suku Israel? Bukankah lebih dari duabelas tentunya penyebaran warta Injil semakin luas da menghasilkan banyak buah?

Itulah kehendakNya!  Dia pasti punya maksud! Dia pilih kasih.

Mereka yang dipilih adalah:  "Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat". Entah apa alasan dan dasar pemilihan mereka menjadi duabelas Rasul, kualifikasi apa yang dipakaiNya, tanpa proper test segala; siapa orang Zelot itu dan ada orang yang kelak menjadi pengkhianat? Yesus sudah mengenal mereka masing-masing, tetapi merekalah itulah yang dipilih.

Kita semua adalah orang-orang yang terpanggil, kita dipanggil menjadi bangsaNya yang kudus, tetapi kita belum tentu dipilih menjadi orang-orang yang ikut dalam karya pewartaan Injil secara khusus,  kita belum tentu pula dipilih sebagai orang-orang yang beroleh banyak karunia bernubuat, penyembuhan dan bahasa roh,  kita belum tentu dipilih sebagai orang-orang yang datang bekerja mulai lima sore dan mendapat upah satu dinar yang sama dengan mereka yang bekerja mulai pukul tujuh pagi,  kita belum tentu dipilih menjadi orang-orang yang seperti Zakheus atau bahkan sebagai 'murid yang dikasihiNya'. Semua itu adalah hakNya Dia!

Bersyukurlah kita menjadi orang-orang yang terpanggil.

Keterpilihan seseorang memang selalu diarahkan pada tugas perutusan, karena itu hendaknya diberdayakan dan bukan untuk yang lain; kita memang diminta ambil aktif dalam pelbagai karya pelayanan, tetapi kita dipersempit oleh kemampuan dan keterbatasan diri; kendati demikian kita diperkaya oleh aneka karuniaNya. Keterpilihan para murid tadi terarah pada keikutsertaan mereka dalam karya pewartaan, tidaklah dan memang belumlah mereka turutserta dalam karya-karya pastoral seperti yang dilakukan sang Guru pada waktu itu. Lihatlah:  ketika "Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar, di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain, mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan; dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya". Para murid yang terpilih, mereka para rasul tidak banyak berbuat apa-apa, kiranya waktunya belum tiba, semua terarah hanya pada Yesus.

Sekali lagi, bersyukurlah kita menjadi orang-orang yang terpanggil.

Karena memang kita diberi kesempatan untuk tinggal bersama dengan Dia di mana Dia berada, kita boleh menikmati anugerah-anaugerahNya, terbuka amat lebar untuk menjadi 'orang-orang yang baik' karena memang ada kemampuan semenjak semula. Orang yang berani bersyukur atas keterpanggilannya akan semakin terarah pada kondisi untuk hidup baik, hidup yang dibimbing oleh Roh. Sebagai orang-orang yang percaya dan mengikuti Kristus, hidup berpadanan dengan panggilannya itu amatlah penting dan menguntungkan.

Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan agar setiap orang selalu hidup sepadan dengan panggilannya, sesuai dengan cita-cita awali: kembali bersama dengan Dia, sang Kehidupan. Katanya: "kamu sendiri telah melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu; atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah". Orang-orang terpanggil hendaknya mengikuti panggilanNya, dan bukan menyalahgunakannya.

Ya Yesus, Engkau telah memilih keduabelas Rasul menjadi soko guru GerejaMu, berkat rahmatMu semoga kami semakin setia dengan iman kepercayaan mereka, yang memang telah menjadi iman kepercayaan kami.

Yesus Kristus, bantulah dan teguhkanlah kami dalam menghayati panggilan hidup kami. Amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening