Kamis XXVII, 7 Oktober 2010

Gal 3: 1-5  +  Kidung Maria   +  Luk 11: 5-13

 

"Aku berkata kepadamu", kata Yepada para muridNya: "mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu".

Yesus meminta kepada para muridNya, kepada kita semua tentunya, untuk berani meminta dan meminta, memohon dan memohon, dan lebih dari itu, Yesus juga memberi kepastian bahwa permintaan mereka akan diperhatikan dan dikabulkan oleh Bapa di surge, "karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan, sebab bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!".

Penegasan Yesus ini sungguh-sungguh menguatkan dan meneguhkan setiap orang dalam berdoa kepadaNya, bahwasannya Allah Bapa akan selalu memperhatikan dan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan oleh umatNya. Bapa di surge tidak akan membiarkan doa yang dilambungkan oleh orang-orang yang berseru kepadaNya.  Setiap orang dalam bermohon kepadaNya, hendaknya sungguh-sungguh yakin Allah Bapa akan memperhatikan setiap permohonannya; keyakinan akan terkabulnya suatu permohonan adalah langkah dan modal awal bagi setiap orang untuk berdoa dan bertindak. Keyakinan seperti ini akan memberikan ketenangan dan ketenangan jiwa.

Tidak ada memang seorang ayah yang memberikan anaknya seekor ular kepada anaknya itu yang meminta ikan, atau akan memberikan kepada anaknya kalajengking, jika ia meminta telur; namun tentunya orangtua juga pasti tahu dan mengenal apa yang baik bagi anak-anaknya, tidak setiap permohonan anaknya dikabulkan, terutama yang membahayakan jiwa sang anak. Dan tak dapat disangkal bahwa : setiap orangtua akan selalu membahagiakan anak-anaknya. Demikianlah Allah Bapa akan selalu memperhatikan putera-puteri yang dicintaiNya, tapi apakah Allah akan membiarkan dan bahkan merestui umatNya, bila mereka hendak melakukan tindakan-tindakan yang mempunyai dampak pada kebinasaan sesame dan  mengabaikan nilai-nilai cinta kasih? Kelemahan kita juga sebagai manusia seringkali terikat oleh rumusan hidup di sini dan sekarang, berat bagi banyak orang untuk melihat hari esok.

Karena itu, hendanya tidak henti-hentinya meminta dan meminta kepada Tuhan Bapa di surge, malahan hendaknya kita tidak malu-malu meminta dan meminta daripadaNya. Tidak malu-malu berarti kita tidak enggan-enggannya meminta dan meminta, bahkan secara nalar permohonan kita itu kurang dapat dimengerti dan kurang bisa dimengerti dan sulit dipertanggungjawabkan, tetapi seperti sahabat kita yang tidak malu-malu terus meminta dan meminta dia akan terus melanjutkan permohonannya, karena memang dia membutuhkan dan dia yakin sang tuan rumah akan membukakan pintu baginya. Keyakinan untuk mendapatkan itulah iman!

Terlebih, "Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya".

Para saudara yang terkasih,

Ada orang-orang yang mudah putus asa karena permohonannya kepada Tuhan tidak dijawab di sini dan sekarang. Malahan ada yang berani meninggalkan Dia sang Empunya kehidupan. Paulus sebagaimana dikutip dalam bacaan pertama tadi menegur orang-orang Galatia yang berpaling dari Allah, Paulus hanya mengingatkan dan mengingatkan bagaimana semuanya itu bisa terjadi, bukankah mereka semua telah dipilih Allah menjadi umat milikNya sendiri. "Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!"

Yesus memberikan kepastian akan terkabulnya suatu permohonan, mintalah maka kamu akan diberi, ketuklah maka pintu akan dibuka, namun tidak sedikit orang yang salah memahaminya. Kehadiran Yesus di tengah-tengah kita manusia dengan setianya mengikuti peredaran waktu, demikian kiranya kita dalam bermohon juga diajak untuk setia berjaga bersama Dia.

Bagaimana kita dalam berdoa? Apa yang kita cari dan kita minta?

Yesus, buatlah kami semakin percaya kepadaMu bahwa Engkau memberikan yang terbaik bagi setiap orang umatMu, dan semoga kami pun tidak henti-hentinya bermohon dan bermohon kepadaMu.

Yesus, jadikanlah kami orang peminta-minta di hadapanMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening