Kamis XXVIII, 14 Oktober 2010

Ef 1:  1-10  +  Mzm 98  +  Luk 11: 47-54

 

Yesus dalam Injil hari ini ditampilkan lagi dengan kecaman-kecamanNya kepada ahli-ahli Taurat. KataNya:

"Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka; dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya". Tindakan baik mereka bukannya mendatangkan pujian dan ucapan terima kasih, melainkan kecaman yang mereka terima; dan malahan perbuatan mereka itu sebenarnya telah dinubuatkan kepada mereka, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci:

"Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah". Tindakan-tindakan yang mereka anggap baik dan benar ternyata sebagai bentuk persetujuan atau sebagai sikap yang mengamini tindak kejahatan. Yesus menegaskan: "Aku berkata kepadamu: semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini".

Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh semakin mengingatkan kita bahwa kita manusia, orang-orang beriman ini, tak boleh mengandalkan tindakan dan perbuatan baik dalam mengejar keselamatan, bahkan kita melihatnya sebagai jasa-jasa yang telah kita persembahkan kepada Tuhan, dan kita menuntut balasbudi darpadaNya. Apa yang baik bagi kita tidak otomatis baik bagi Allah!

"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi". Sikap egois kaum ahli kitab amatlah kentara, mereka tidak mau dan tidak mampu mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, tetapi mereka menghalang-halangi orang lain mempelajarinya, mereka tidak ingin orang lain lebih hebat, lebih unggul dan pandai dari diri mereka. Ahli-ahli Taurat ternyata bukanlah para pendidik yang benar, mereka tidak seperti Yohanes Pembaptis, seorang pendidik yang ulung dan sejati: 'biarlah mereka semua semakin bertambah besar, dan aku semakin berkurang'.

Teguran Yesus tidak membuat orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bertobat, malahan sebaliknya membuat mereka semakin garang hendak menghancurkanNya. "Setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya". Semua ini semakin menampakkan diri bahwa mereks bukan mencari kebenaran, melainkan mencari kepentingan diri.

Para saudara yang terkasih,

Pesan Injil kepada kita hari ini amatlah jelas dan tegas!

Mari kita usahakan untuk semakin berani melaksanakannya, terlebih mengingat segala kebaikan Allah kepada kita. Rasa syukur kita kepada Tuhan Yesus kiranya semakin memacu kita untuk bertindak sesuai dengan kehendakNya, sebab rasa syukur menunjukkan kepercayaan dan keberserahan diri kepadaNya dan meringankan segala langkah kita.

Bacaan pertama menampilkan sebuah kidung pujian dan mengajak kita untuk berani bersyukur kepada Allah atas perhatian dan kasihNya kepada kita.

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus, sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi".

Semoga.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening