Kamis XXX, 28 Oktober 2010

Pesta Santo Simon dan Yudas

Ef  2: 19-22  +  Mzm 19  +  Luk 6: 12-19

 

"Suatu waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah". Yesus memang seorang pendoa ulung. Dia seorang yang suci dan penuh kuasa, dan doa menjadi nafas kehidupanNya. 'Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah' menyatakan bahwa Yesus memang seorang pendoa!

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

"Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat". Yesus tidak menyebut siapakah mereka itu masing-masing. Orang-orang itulah pilihanNya! Mungkin di antara mereka  dan juga orang-orang pada waktu itu sudah tahu benar siapakah Matius dan siapakah itu Simon orang Zelot. Semua sudah tahu, itu hak seorang Guru. Tidak ada yang protes!

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

'Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka'. Suatu penegasan dari santo Lukas bahwa memang Yesus pada waktu itu sudah dikenal oleh banyak orang, kerinduan dan ketertarikan mereka terungkap kuat dengan 'kemauan dan usaha mereka untuk menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya'. Hanya kujamah saja jubahNya, aku pasti sembuh!

Para saudara yang terkasih,

Bagaimana dengan kita, apakah kita termasuk orang-orang yang kagum dan terpesona padaNya, adakah kerinduan kita untuk melihat Dia dan bahkan mau menjamahNya? Adakah kita juga ingin selalu mendengarkan dan mendengarkan Dia? Bukankah kita ini "kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru?".

Di hari pesta Santo Simon dan Yudas, kiranya kita harus berani bertanya: sejauhmana kita menggunakan bangunan yang telah didirikan oleh Yesus sendiri di mana para Rasul menjadi batu dasarnya. Bagaimana kita memanfaatkan diri sebagai bangunan Kristus? Kedua Rasul ini memang tidak terdengar suaranya, tidak ada keunggulan yang pernah kita dengar dalam InjilNya, tetapi iman kepercayaan mereka bahwa Kristus itu Tuhan, sungguh-sungguh menggema dalam diri mereka; apa yang mereka percayai, mereka wartakan dan siarkan ke mana mereka diutus.

Kepercayaan mereka para rasul, khususnya santo Simon dan  Yudas, tumbuh dan berkembang karena mereka telah dipercayai oleh Yesus dan dipilih menjadi rasulNya. Mereka tidak memperdengarkan suaranya, tetapi sikap 'diam' mereka telah bergema dan didengarkan banyak orang, karena kepercayaan mereka dan keberanian diri untuk berserah kepada sang Empunya kehidupan.

Kita pun adalah orang-orang yang dipilih oleh Yesus menjadi murid-muridNya, sebab 'bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu'. Kalau kita pun termasuk orang-orang 'pendiam' seperti Simon dan Yudas, kiranya kita perdalam iman kepercayaan kita dalam aneka perbuatan dan tindakan kita, agar 'mereka orang-orang yang di sekitarmu melihat perbuatanmu yang baik dan memuji BapaMu yang di surga'.

Ya Yesus, teguhkanlah hati kami dalam mendengarkan sabdaMu, dan buatlah kami GerejaMu agar semakin menampakkan GerejaMu yang satu, kudus, katolik dan apostolik.

Yesus, berkatilah secara khusus saudara-saudari kami yang berkarya di daerah pedalaman, mereka mewartakan sabdaMu, tetapi sedikit mendapatkan penghiburan hati. Semoga Engkau sendiri menjadi Penghibur bagi telinga hati mereka, setiap kali merea mewartakan sabdaMu bertambahlah sukacita hati mereka.

Yesus Kristus, dengarkanlah kami, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening