Minggu XXVII, 3 Oktober 2010

Hab 1: 2-3; 2: 2-4  +  2Tim 1: 6-14  +  Luk 17: 5-10

 

Saudara-saudariku yang terkasih,

Dalam kehidupan politik kita sekarang ini memang lagi marak-maraknya beberapa orang mencari kursi, mencari kedudukan; akhir-akhir ini tentang pencarian kursi ketua KPK, kursi Jaksa Agung dan kursi Kapolri. Harus kita sadari memang, kursi dalam jabatan politik itu amat mahal, tetapi justru diincar dan dicari banyak orang, juga oleh banyak partai; tak jarang orang harus 'bermain uang' untuk mendapatkannya.

Itulah dunia politik!

Tidaklah demikian dalam karya pelayanan sosial, lain memang dengan karya sosial yang berbau politik, terlebih-lebih dalam pelayanan kegerejaan. Sebagaimana Kristus Tuhan yang mau menjadi manusia dan menjadi tebusan bagi semua orang, Dia yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, demikian semua orang yang percaya kepadaNya diundang untuk melakukan karya kasih, cinta terhadap sesame dengan jujur dan tulus ikhlas, tanpa pamrih dan mengharapkan balas kasih.

Kita diundang dan diundang untuk berbagi kasih, semuanya itu kita lakukan dengan sukarela dan tulus ikhlas, tetapi baiklah sebagai seorang murid Kristus, sebagai seorang hamba Tuhan, baiklah semua harapan dan undangan itu kita lihat dan kita rasakan sebagai kewajiban yang menghantar kita kepada keserupaan dengan Kristus sendiri, bila saya tidak melakukannya, saya tidak akan serupa dengan Dia yang menghidupkan.

Karena itu, pinta Yesus, "setiapkali kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan". Apalah saya ini, saya hanya melakukan segala sesuatu yang menjadi kewajiban saya, semuanya itu memang harus saya lakukan.

Para saudara,

Kita diminta berani berbagi dan berbagi kasih, tetapi di lain pihak kita diminta untuk tidak membawa diri, tidak membawa nama, tidak membawa bendera bila melakukan semuanya itu, sebab 'kami hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan', kalau pun tokh, misalnya, 'engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu, hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu' (Mat 6: 3-4).

Berat memang!

Namun itulah ajakanNya, agar kita dapat menikmati panggilanNya yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, dan menjadi tebusan bagi banyak orang. Hanya dalam iman kepadaNya kita dapat melakukannya; sebab bagaimana kita dapat melakukan kehendakNya kalau kita tidak percaya kepadaNya. Karena itu, dalam Injil tadi para Rasul dengan berani memohon: "tambahkanlah iman kami!".

Yesus menyetujuinya, dan malahan meneguhkannya dengan mengatakan: "sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu". Penyataan Yesus menunjukkan kepada kita betapa besar kekuatan iman itu, betapa dashyatnya keluhuran iman kepadaNya. Iman membuat segalanya yang tidak mungkin menjadi mungkin, sebab bagi Tuhan Allah tidak ada sesuatu yang mustahil (Luk 1: 37).

"Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya", kata Habakuk dalam bacaan pertama tadi, dia tidak perlu kuatir dan gelisah, segalanya akan terlaksana dengan baik dan menggembirakan. Sebab iman kepercayaan kepada Kristus adalah "harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita", kata Paulus dalam suratnya kepada Timotius juga.

Iman membuat hidup seseorang menjadi indah!

Tentu kita ingat akan Bartimeus, perempuan yang sudah duabelas tahun sakit pendarahan dan orang yang sakit lumpuh tangan kanannya. 'Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!', dan mereka semua sembuh! Bahkan, seruan iman dan tobat penjahat yang berada di sampingNya ketika di kayu salib, 'Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja' mendatangkan berkat keselamatan dirinya; jawab Yesus: 'sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus' (Luk 23: 42-43).

Saudara-saudari yang terkasih,

Baiklah kita perteguh iman kepercayaan kita kepada Kristus, dan selalu berani memohon 'tambahkanlah iman kami!', agar iman kita makin hari makin sempurna, siap menjadi hamba-hambaNya yang selalu siap sedia melakukan segala yang menjadi tugas kewajiban kita, dan siap juga seperti Maria : 'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku, menurut perkataanMu'; dan berkat iman itu kita beroleh selamat.

Ya Yesus, tambahkan dan teguhkanlah iman saudara dan saudari kami yang kini masih harus berbaring karena sakit dan berkesusahan, semoga dengan kondisi mereka sekarang ini tidak membuat mereka menjadi putus asa dan mengecam Engkau, kiranya semoga mereka semakin berpaut kepadaMu dan hanya mengharapkan kehadiranMu yang menyelamatkan.

Yesus, teguhkanlah juga hati dan budi kami untuk berani melayani sesame kami dengan sukarela dan tulus ikhlas, karena memang dengan cara  itulah kami akan mendapatkan keselamatan kekal. Amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening