Rabu XXIX, 20 Oktober 2010

Ef  3:  2-12  +  Mzm  +  Luk 12: 39-48

 

Injil kemarin mengajak kita, agar 'pinggang kita tetap berikat dan pelita tetap menyala', maksudnya adalah supaya kita tetap dalam keadaan berjaga menantikan kedatanganNya. Sikap berjaga yang dimaksudkan di sini adalah hendaknya kita tetap menaruh perhatian kepadaNya, apa yang dikehendakiNya, tetap adanya komunikasi bathin yang intensif antara kita dengan Tuhan Yesus sendiri, dan adanya kerinduan akan kehadiranNya.

Perumpamaan yang diberikan Yesus kemarin dipertegasNya kembali dalam perumpamaan hari. 'Hendaklah pinggang kita tetap berikat dan pelita tetap menyala' dikarenakan sang tuan rumah, yakni  "Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan". Dia tidak menentukan waktunya datang, Dia akan datang tiba-tiba, dan memang dengan sengaja dibuatnya begitu. Seorang pemilik rumah pun bila tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Tidak seorang pun mau bila rumah kediamannya diporakporandakan oleh pencuri, dia akan berjaga dan berjaga. Kesiapsiagaan semacam itulah yang diharapkan dari setiap orang yang diminta untuk selalu berjaga dan berjaga.

Demikianlah kita hendaknya selalu berani berjaga, karena 'Anak Manusia, sang Empunya Kerajaan Allah, datang pada saat yang tidak kamu sangkakan'.

Demikian juga, bila kita kedapatan berjaga, maka 'Ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan kita duduk makan, dan Ia akan datang melayani kita'. Dalam perumpamaan hari ini Yesus membahasakan kembali dengan mengatakan: "berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya". Kita akan diserahi milik kepunyaanNya; dan milik kepunyaanNya yang paling indah dan mulia adalah keselamatan, yang memang menjadi idaman setiap orang. 'Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku' (Mzm 16: 5).

Sebaliknya, "jikalau ada hamba yang jahat dan berkata di dalam hatinya: tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia".  Impas! Apa yang mau dikata, orang yang mencari kesenangan diri, merendahkan dan menyusahkan orang lain, pantaslah dihukum.

"Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan; tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan". Orang yang merasa diri sebagai penduduk dan warga kota besar dan tahu baik tentang rambu-rambu lalu lintas, patutlah dia didenda dan dihukum bila memang melanggar dan tidak mau mentaati aturan tersebut, tidaklah demikian bagi mereka yang tinggal di atas gunung dan sesekali turun gunung. Seorang siswa jebolan SMA harus bisa membacakan teks dengan baik dan benar, dia harus tahu benar bedanya  tanda koma, tanda seru atau tanda tanya, jeda dan penggalan kata, dan titik; tidaklah demikian dengan anak yang baru duduk di bangku SD. "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut". Demikianlah pengenalan kita akan Allah semakin membuka mata hati kita akan aneka persoalan hidup, semakin kita mengenalNya semakin kita mengenal kehidupan ini.

Akhirnya, baiklah kita berani bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan Yesus atas rahmat dan karunia pengenalan yang diberikan kepada kita. Tak kenal maka tak sayang; sebaliknya semakin kita mengenalNya, maka kita akan secara otomatis memberi hati kepadaNya, kita akan semakin terdorong untuk selalu berjaga berkomunikasi dengan Dia, hati dan budi kita selalu terarah kepadaNya. Sebab berkat pengenalan kita kepadaNya, kita semakin merasakan berkatNya; malahan oleh karena karunia yang diterimanya dengan cuma-cuma, Paulus ingin menjadi berkat bagi sesamanya, dia merasakan bahwa "kasih karunia yang telah diterimanya itu semakin membuat dia berani untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya".

Datanglah ya Tuhan Yesus, kami siap menyambutMu dan kami siap melaksanakan tugas-tugas yang Engkau berikan kepada kami, sebab kami adalah hamba-hambaMu yang tak berguna. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening