Rabu XXVII, 6 Oktober 2010

Gal 2: 1-2.7-14  +  Mzm 117  +  Luk 11: 1-4

 

"Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat".

Yesus menyempatkan diri untuk berdoa. Orang seagung dan sehebat Yesus masih berdoa? Ajarlah kami untuk rajin berdoa, ya Tuhan Yesus, sebab tak jarang kami lupa berdoa bila ada banyak pekerjaan ataupun terasa capek setelah seharian bekerja.

"Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya", pinta para murid kepada Yesus; mereka tertarik akan kekhusukan Yesus berdoa dan berdoa. Apakah yang didoakan Yesus?

"Apabila kamu berdoa", jawab Yesus, katakanlah:

"Bapa, dikuduskanlah nama-Mu;

datanglah Kerajaan-Mu.

Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

ampunilah kami akan dosa kami,

sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan".

Yesus mengajarkan doa yang sekarang ini kita sebut doa Bapa Kami. Yesus tidak mengajar doa Salam Maria atau Novena; Dia pun tidak mengajar kita berdoa dengan bahasa Roh, bahasa yang  tidak kita mengerti; apa yang diajarkan tadi yakni doa Bapa Kami, sungguh-sungguh bisa kita mengerti dan bisa dicerna oleh pendengaran kita.

Kita diajak untuk menguduskan hanya NamaNya, dan tidak yang lain, karena hanya Dia yang kudus dan menyelamatkan; dan biarlah Dia sendiri yang menguasai dan memimpin kita, biarlah Dia yang meraja, sebab kiranya sungguh menyenangkan dan membahagiakan bila yang menjaga dan melindungi kita adalah Dia yang sang Empunya kehidupan, kiranya hidup kita lebih nyaman dan tenteram.

Berikanlah kami makanan hari ini secukupnya, tidak lebih dan tidak kurang, sebab bila kami kekenyangan kami akan mudah tertidur, malas bekerja dan lupa akan Engkau yang baik hati, demikian juga sebaliknya, bila kami kelaparan, kami akan terpancing menggerutu dan mengomentari Engkau. Terlebih Tuhan, buatlah kami selalu bersyukur dan bersyukur kepadaMu atas segala pemberianMu kepada kami; Engkau yang telah memberi, Engkau yang memperhatikan kami, terpujilah Engkau selama-lamanya.

Ampunilah kami ya Tuhan Bapa di surge, sebab kami mudah kali jatuh dalam dosa, mudah kali kami mengabaikan kebaikanMu; ampunilah kami supaya kami pun semakin berani mengampuni dan memaafkan kesalahan sesame kami, dan kami pun semakin teguh berdiri dan tidak mudah jatuh dalam pencobaan.

Saudara-saudariku yang terkasih,

Bagaimana semangat doa kita?  

Yesus Tuhan dengan tekun berdoa dan berdoa, Dia menyempatkan pergi mencari tempat yang tenang dan hening untuk semalam-malaman berdoa dan berdoa, kiranya demikian pula kita dalam berdoa. Bukanlah tempat yang kita cari untuk berdoa, sebab tempat itu telah disediakan sendiri bagi kita, dan bukankah 'kita adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kita?' (1Kor 3: 16). Tempat sudah kita miliki, baiklah kita memakainya; biarlah Dia berkata-kata terlebih dahulu, dan kita menanggapiNya, biarlah Dia mengumandangkan suaraNya, dan kita mendengarkanNya, bukankah hal itu lebih menyenangkan hatinya sebagaimana dilakukan oleh Maria, saudari Marta? Baiklaha kita menjawab seperti Maria ibu kita, 'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu'.

Yesus, jadikanlah aku seorang pendoa.

Amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening