Sabtu XXVII, 9 Oktober 2010

Gal 3: 22-29  +  Mzm 105   +  Luk 11: 27-28

 

Adalah kebanggaan seorang ibu, bila anak-anaknya beroleh hidup sukses. Betapa tidak gembira dan senangnya hati seorang ibu, bila anaknya mendapatkan gelar sarjana dan terpandang dalam masyarakat. Betapa tidak bahagia hati seorang ibu: sembilan bulan dengan sabarnya dia menggendong seorang kehidupan yang memang harus dipertanggungjawabkan, yang tak jarang dia harus berpantang rohani dan bermatiraga demi kesehatan sang buah hati yang dikandungnya, dan sepanjang perjalanan hidup sang buah hati sebelum menginjak usia dewasa dengan setianya sang ibu harus mendampingi dan menemaninya, maka berbahagialah dia ketika sang buah hati itu telah mampu berdiri sendiri dan bahkan membawa nama harum.

Perasaan memiliki itulah yang terungkap dalam luapan kegembiraan seorang perempuan, ketika dia terkagum-kagum dengan kehebatan dan kewibawaan Yesus: 'betapa bahagia hatiku, Engkau itu adalah anakku, aku telah berjuang dan berjuang supaya Engkau hidup, aku gembira sekali karena Engkau telah mengikuti kata-kataku, aku ikut gembira atas kehebatanMu, Engkau telah membuat hatiku bersukaria', itulah jeritan sukacita perempuan, yang memang tidak diarahkan langsung kepadaNya, sambungnya 'tetapi engkau memang dan ternyata bukan milikku, aku hanya merindukanMu', "berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau".

Ketika mendengar ungkapan itu,  berkatalah Yesus: "yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya". Bukanlah ibu kandung Yesus yang harus berbahagia, karena telah menggendongNya selama sembilan bulan dan menyusuiNya, bukan karena itu. Maria sebagai ibu kandung Yesus memang merasa bangga dan bersukaria, karena memang dia telah berani mendengarkan suara Tuhan Allah dan menanggapiNya dengan penuh kesiapsiagaan. Maria siap sedia menerima kehendak Allah terjadi pada dirinya. Maria akhirnya mengandung Yesus, karena memang kesiapsediaannya untuk menerimaNya, Maria telah mengandung Yesus terlebih dahulu dalam hatinya, barulah dalam rahimnya.

Bersyukurlah Maria Bunda!

Namun bukan hanya dia, 'yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya', tegas Yesus. Sebab memang sabda Tuhan disampaikan kepada semua orang tanpa terkecuali, sabdaNya mengarahkan orang pada hidup yang benar di hadapan Allah dan sesame manusia, dan yang pada akhirnya membawa setiap orang yang berkenan kepadaNya tinggal bersama Dia sendiri sang Empunya kehidupan, tinggal bersama dengan Dia di mana Dia berada, tinggal bersama dalam hidup abadi. Setiap orang yang berani mendengarkan sabdaNya akan beroleh hidup kekal, dialah orang-orang yang berbahagia, dialah orang-orang yang sungguh hidup, sebab dia adalah seorang yang bekerja giat, dia makan dan minum, dia bergembira dan menangis, dan dan sungguh tepatlah: 'manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah' (Mat 4: 4).

Para saudara yang terkasih,

Orang-orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan memelihara dalam hatinya adalah orang-orang yang mempunyai iman kepadaNya, bagaimana mereka mau mendengarkan sabdaNya, bahkan melakukannya, kalau percaya kepadaNya saja tidak. Orang-orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan memelihara dalam hatinya adalah orang-orang yang beriman, dan berkat pendengaran mereka akan sabdaNya iman mereka akan semakin tumbuh dan berkembang.

Paulus mengingatkan dalam bacaan pertama: "kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus, karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus". Iman dan pengenalan akan Dia semakin hari akan semakin tumbuh, karena mereka mendengarkan suaraNya; komunikasi kita dengan orang lain, sesama kita, membuat kita semakin akrab, demikian pula bila kita sering mendengarkan dan berkomunikasi dengan Yesus sendiri. Inilah relasi kuat antara iman dan pendengaran, sabdaNya memupuk dan menyuburkan iman yang telah ditaburkan dan ditanam dalam diri setiap orang.

Ya Yesus sang Sabda kehidupan,

Buatlah kami menjadi orang-orang yang rajin mendengarkan Engkau

SabdaMulah pelita kehidupan

Berkat SabdaMu, kami tahu ke mana arah hidup kami.

Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening