Sabtu XXVIII, 16 Oktober 2010

Ef 1:  15-23  +  Mzm 8  +  Luk 12: 8-12

 

Ada tiga hal yang dikatakan Yesus kepada kita hari ini. Pertama, Yesus menegaskan: "Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah, tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah".

Apakah Yesus, Anak Manusia balas dendam?

Tidak!  Sebab mengakui diri mengenal Kristus berarti mengikuti kehendak dan kemauanNya. KehendakNya adalah mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan tenagamu dan mengasihi sesame manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Mengakui Kristus di depan sesame manusia berarti membuktikan bahwa dia mengasihi Tuhan Yesus dan melaksanakan ajaranNya, dia setia mendengarkan sabdaNya dan selalu berkomunikasi denganNya dan meminta bantuan daripadaNya; mengakui Kristus di depan sesame manusia berarti mengasihi sesame manusia seperti diri sendiri. Penyangkalan akan Anak Manusia memang pengakuan tegas bahwa dirinya tidak mengenal Kristus dan mengabaikan perintah-perintahNya.

Kedua, "setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni". Pemahaman selama ini akan sabda Yesus ini adalah bahwa ketidakmauan seseorang untuk bertobat dan bertobat, tentunya juga tidak mendatangkan rahmat pengampunan, bagaimana seseorang hendak mendapatkan pengampunan bila memang dia menolaknya, bagaimana seseorang beroleh kesembuhan bila memang dia menolak untuk disembuhkan; bila seseorang tidak mau disembuhkan dia merasakan sakit dan derita, tidaklah demikian dengan mereka yang tidak mau beroleh pengampunan, dia tenggelam dalam kesenangan inderawi dan memang tidak mau untuk meninggalkannya. Menghujat Roh Kudus adalah ketidakmauan seseorang untuk dipimpin dan dikuasai oleh Roh Allah sendiri.

Ketiga, "apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu, sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan". Penyataan Yesus menegaskan bahwa segala tantangan akan tetap dihadapi oleh mereka yang mengikuti Yesus, mengikuti Yesus tidak melepaskan seseorang dari kehidupan riel. Yesus akan mendampingi setiap orang dengan kasih Roh KudusNya sehingga mereka akan berkata-kata dan bertindak dengan bijak, dan malahan mengarahkan mereka para lawan kepada suatu kebenaran sejati yang didambakan oleh banyak orang.

Apa yang hendak kita lakukan?

Kita memohon Roh Allah yang Kudus, agar kita semakin setia dalam pimpinan dan bimbinganNya, biarlah Roh Allah sendiri menguasai hidup kita, agar kita semua bertambah bijak dalam menghayati panggilan hidup ini sehingga kita siap bersaksi bahwa kita ini adalah murid-muridNya, dan terlebih agar kita semakin memahami kehendak Tuhan sendiri yang memang selalu memanggil dan memanggil kita kepada kekudusan dan semakin mengenal Allah sendiri yang adalah kudus.

Paulus dalam bacaan pertama mengajak kita, agar kita semakin berani "meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar, dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,  jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang".

Seseorang yang dikuasai Roh Kudus adalah seorang pemberani di hadapan Allah dan di hadapan manusia, bukan karena untuk melawan mereka; pemberani di hadapan Tuhan Allah karena memang orang itu berusaha untuk memahami kehendak dan kemauan Allah sendiri dan berusaha melaksanakan kehendakNya; dia seorang pemberani di hadapan sesame manusia, karena dia menunjukkan diri kepada orang lain bahwa dia mempunyai sesuatu yang indah yang dimilikinya, yakni gelar luhur dan mulia, anak Bapa di surge, saudara Kristus Putera sulung kebangkitan.

Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang pemberani.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening