Sabtu XXX, 30 Oktober 2010

Fil 1: 18-26  +  Mzm 42  +  Luk 14: 1.7-11

 

Ketika Yesus melihat bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

"kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: berilah tempat ini kepada orang itu, lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Sebaliknya, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah; mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: sahabat, silakan duduk di depan, dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain".

Ajaran Yesus ini adalah ajaran moral, yang mana Yesus mengajak setiap orang agar tidak mencari pujian dan kehormatan diri, "sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan". Dan lebih jauh lagi, hendaknya kita berani merendahkan diri dan tidak mencari pujian dan hormat sebagaimana yang dilakukan oleh Yesus sendiri yang mengambil rupa hamba sama dengan manusia, merendahkan diri dan wafat di salib, dan menjadi tebusan bagi banyak orang. Motivasi ajakan moral itu adalah karena Yesus sendiri telah melakukan semuanya itu demi keselamatan umat manusia.

Bila hanya karena Yesus, segala perbuatan baik kita akan semakin tumbuh dan berkembang, dan akan menghasilkan banyak buah; bukan kehormatan dan pujian yang kita cari, tetapi benar-benar murni pengabdian kepada Tuhan Yesus melalui sesame kita, 'aku bekerja segiat-giatnya demi Tuhan Allah semesta alam'. Bahkan, seperti dikatakan santo Paulus, segala sesuatu yang akan kulakukan pasti mendatangkan keselamatan, karena aku melakukannya demi Kristus yang hidup, aku tidak takut menghadapi segala yang akan terjadi pada diriku. Tegas Paulus: "aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Aku tidak mencari kepuasan dan kemapanan diri, aku sadar bahwa "aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus, itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu, aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman".

Orang yang tidak mencari kehormatan diri sendiri, dia pasti juga tidak mencari kemapanan, kepuasan dan keselamatan diri sendiri. Paulus telah membuktikannya dalam suratnya tadi, ia bisa melangkah maju seorang diri dan mampu mencapai garis akhir, tetapi dia tidak menggunakan semuanya itu, 'aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman'. Paulus sungguh-sungguh mempunyai hati kepada sesamanya, sebagaimana telah diteladankan Kristus kepadanya dan kepada kita.

Dalam mengejar keselamatan, dalam mengikuti Kristus, kita harus meneladan santo Paulus, kita harus berani mempersilahkan orang lain untuk duduk dengan nikmat, dan biarlah kita harus berdiri, biarlah dia bisa menikmatinya, dan biarlah aku tidak merindukannya.

Tidaklah demikian dalam bidang politik!

Aku adalah aku, dan bila engkau tidak bisa mengikuti kehendakku, baiklah engkau pergi daripadaku, atau kupaksa pergi daripadaku? Dalam urusan bidang politik, tak jarang kita harus meninggalkan ketopong iman; tidak mau semua orang bertindak seperti itu memang, tapi begitulah pada umumnya. Kepandaian seorang politikus adalah bermain waktu dalam mengenakan ketopong iman, dia tahu dengan tepat kapan semuanya itu dipakai dan kapan semuanya itu harus ditinggalkan.

Ya Yesus, dampingilah para anggota pemerintahan dan perwakilan rakyat, agar mereka sungguh mampu membekali diri dengan rahmat kebijaksanaan yang berasal daripadaMu, minimal mereka sadar sungguh-sungguh bahwa mereka bertugas sekarang ini bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.

Yesus, terangilah mereka semua dengan terang Roh KudusMu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening