Selasa XXIX, 19 Oktober 2010

Ef  2:  12-22  +  Mzm 85  +  Luk 12: 35-38

 

"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala", pinta Yesus kepada semua muridNya. Posisi seperti itu adalah sikap seseorang yang siap sedia, seseorang yang berjaga dan siap melayani. Dengan pinggang yang terikat berarti seseorang akan siap-gerak melangkah, dia tidak terganggu dengan jubahnya, dia cekatan akan melakukan sesuatu, pelita bernyala dibawanya karena memang tak ada penerangan lampu seperti sekarang ini, suasana gelap, dan memang kondisi mereka diandaikan gelap gulita karena malam hari, yang mana seharusnya orang beristirahat dalam situasi tidak-berdaya.

"Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka". Sikap orang yang berjaga mendatangkan pujian dan sukacita, karena memang sang tuan rumah akan bergembira dan akan memuji mereka. Sang tuan bergembira karena mereka sungguh-sungguh bertanggungjawab atas tugas yang diembannya.

Apakah mereka telah berjasa, karena telah menyenangkan hati tuannya?

Tidak! Karena memang itulah tugas dan kewajibannya, itulah pekerjaan yang harus dilakoni-nya, 'aku hanyalah hamba yang tak berguna, aku hanya melakukan apa yang menjadi tugas kewajibanku'.

Para saudara yang terkasih,

'Kerajaan Allah sudah dekat', pewartaan Injil hari Senin kemarin, bahkan 'Dia telah ada di tengah-tengahMu' (Luk 7: 16). KehadiranNya itulah yang mengundang kita untuk menaruh perhatian kita kepadaNya. Allah tidak bersikap MP (mohon perhatian). Allah mengajak kita, karena memang nyatanya kehadiranNya dirindukan banyak orang; banyak orang hendak tinggal dalam gunung Tabor yang membahagiakan itu, 'biarlah kudirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu lagi untuk Elia', biarlah kami tinggal di luar kemah,  kami sudah merasa senang dan damai boleh tinggal dekat bersamaMu.

KehadiranNya sungguh membahagiakan, dan hanya orang yang berjaga, yakni mereka yang 'pinggangnya tetap berikat dan pelita tetap menyala', yang siap menanggapi dan merasakan kehadiranNya. Karena itu, tegas Yesus dalam perumpamaan tadi, bukannya mereka yang berjaga akan melayani tuannya yang segera datang, melainkan dia sang tuannya akan melayani mereka. "Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka". Kesiapsiagaan seseorang menyambut kedatangan sang Empunya Kerajaan mendatangkan berkat bagi dirinya sendiri.

Kiranya kita gunakan kesempatan itu! 

Apalah kita ini?   Hanya dengan bermodalkan keberanian untuk berjaga, kita mendapatkan rahmat dan berkatNya, kita akan mendapatkan pelayanan dari sang Empunya Kerajaan. Untuk mendapatkan keselamatan daripadaNya dituntut 'pandai-pandainya' kita menggunakan kesempatan yang diberikanNya kepada kita.

Hidup bersama Kristus adalah suatu anugerah dan kesempatan yang diberikan kepada kita. Baiklah kita gunakan semaksimal mungkin kesempatan yang ada. Paulus mengingatkan keindahan dari anugerah dan kesempatan yang kita terima daripadaNya, katanya: ingatlah "waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia, tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.  Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh".

Berkat Kristus, kita mendapatkan kesempatan 'dibangun menjadi tempat kediaman Allah', kita pun beroleh kesempatan 'beroleh jalan masuk kepada Bapa'.

Yesus, bangunkanlah selalu kemauan hati kami untuk selalu berani berjaga dan berjaga, dan tidak tidur dalam kemalasan diri yang memang tidak membangun perkembangan diri kami.

Yesus, semangatilah diri kami yang mudah jatuh dalam kemapanan diri. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening