Selasa XXVII, 5 Oktober 2010

Gal 1: 13-24  +  Mzm 139  +  Luk 10: 38-42

 

Para saudara yang terkasih,

Ketika Yesus datang ke Betania, Maria duduk manis dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Kedua perempuan bersaudara ini memang mempunyai hati kepada Yesus. Mereka berdua berusaha memberikan yang terbaik kepada Yesus, karena memang mereka berdua tahu dengan benar siapakah Tamu yang datang ke rumah mereka ini.

Pemberian mereka berdua memang mempunyai warna yang berbeda satu dengan lainnya. Yang satu dapat dikerjakan seorang diri, dan bahkan memang harus berjumpa secara pribadi yang tidak dapat diwakilkan, yakni apa yang dilakukan Maria saat itu: mendengarkan Dia, dan yang lain adalah suatu perkerjaan yang bisa dikerjakan sendiri atau bersama orang lain, dan bahkan bisa diwakilkan orang lain, yakni yang dikerjakan Marta saat itu, melayani Yesus.

"Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku", pinta Marta kepada Yesus. Permintaan Marta sungguh-sungguh menegaskan apa yang kita singgung di atas bahwa karya pelayanan itu bisa dilakukan secara bersama-sama dengan orang lain,  malahan akan membuahkan hasil yang semakin baik; dan itu tidak mereka berdua lakukan. Secara jujur saya berani menyatakan bahwa di antara kedua perempuan bersaudara ini saling mengandaikan satu dengan lain,  aku di sini dan kamu di sana, namun sayangnya semuanya itu tidak bisa terjadi dengan baik karena belum terjadi komunikasi di antara mereka sebelumnya. Pengandaian masing-masing individu bukanlah solusi dalam hidup bersama, berbicara dan bertegur sapa adalah kunci dalam hidup untuk membangun sebuah komunitas.

"Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya", tegur Yesus kepada Marta. Yesus memang jelas-jelas menegur Marta! Teguran dikenakan kepada Marta, karena sepertinya Marta lebih berperan dalam keluarga, entah karena usia entah karena keberaniannya bersuara; semakin tinggi sebuah pohon semakin besar dia mendapatkan terjangan angin.

Teguran Yesus kepada Marta memang juga menjadi teguran kepada Maria!

Kenapa?

Pertama, karena mereka berdua saling mengandaikan satu terhadap yang lain, aku di sini dan kamu di sana, namun sayangnya tidak dikondisikan sebelumnya, mereka menganggap masing-masing orang sudah mengerti dan memahami. Kedua, dalam perjumpaan denganNya keberanian untuk mendengarkan Dia seperti harus mendapatkan porsi yang utama dalam hidup seseorang. Tak dapat disangkal, kedua perempuan bersaudara itu, Maria dan Marta mempunyai hati kepada Yesus, tetapi Maria telah mampu memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya, dan lebih berkenan kepadaNya. Pekerjaan yang dilakukan Maria sungguh-sungguh mendapatkan tempat di hati Yesus.

Dalam perjumpaan denganNya, mendengarkan Dia berbicara itu lebih baik dan berkenan kepadaNya daripada sibuk sendiri dengan aneka kegiatan kita. Itulah kehendak dan kemauanNya. Mendengarkan dan mentaati kemauan Tuhan itu lebih penting dari segala-galanya, dan itulah yang juga menjadi keyakinan Paulus dalam karya pewartaannya; ia tidak memperhatikan suara manusia, sebab suara Tuhan lebih penting dan menyelamatkan, dan suara Tuhan Yesus itulah yang ditaatinya.

Dalam sharingnya, Paulus menceritakan: "kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku" untuk minta nasehat dan restu mereka. Aku langsung pergi dan mewartakan sabdaNya karena memang Dia menyuruh aku untuk memberitakanNya di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Bagaimana dengan kita, para saudara semua?

Baiklah, kalau kita memang berkehendak berjumpa dengan Dia, kita dengarkan Dia, dan kita dengarkan. Biarlah kita duduk manis di sampingNya dan mendengarkan Dia berbicara dan berkata-kata, biarlah Dia yang memperdengarkan suaraNya dan kita berdiam diri mendengarkan Dia, sebagaimana yang dilakukan Maria, saudari Marta, juga seperti  santa Teresia Kecil yang mengatakan: 'dalam percakapanku denganNya, aku lebih suka mendengarkan daripada berbicara'.

Yesus, ajarilah kami mendengarkan Dikau

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening