Selasa XXVIII, 12 Oktober 2010

Gal 5:  1-6  +  Mzm 119  +  Luk 11: 37-41

 

Suatu hari Yesus diundang makan bersama oleh seorang Farisi, dan Diapun datang. Ada sesuatu yang menarik, ada sesuatu yang ganjil sepertinya yang dilihat oleh orang Farisi itu. Dikatakan: "orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan". Kemproh kali, pikir orang Farisi ini melihat tindakan Yesus seperti itu. Yesus makan dengan menggunakan tangan najis! (Mrk 7: 5). Selain bertentangan dengan tindakan - hidup sehat, juga kiranya bertentangan aturan Taurat yang begitu mengindahkan tindakan-tindakan seperti itu.

Yesus tahu apa yang dipikirkan oleh orang yang mengundangNya itu, Dia tahu dan sadar apa yang dilakukanNya itu, malahan mungkin disengaja dan dibuatNya sebagai shok terapi. Katanya: "kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan". Sepertinya ada ketidakberesan yang terjadi pada diri orang-orang Farisi, bahkan ada tindak kejahatan yang mereka lakukan, sebab mereka telah 'dipenuhi oleh rampasan dan kejahatan'. Mereka melakukan yang baik dan benar di hadapan banyak orang yang melihatnya. Mereka membersihkan cawan dan pinggan hanya bagian luarnya saja, supaya tampak indah dan bagus. Yang tepat dan benar adalah membersihkan cawan atau pinggan tidak hanya bagian luar tetapi juga bagian dalamnya, melakukan segala kebaikan bukan untuk dilihat dan mendapatkan pujian dari banyak orang, melainkan terlebih sebagai panggilan kasih untuk berbuat baik kepada sesame bukan supaya dilihat orang, melainkan sebagai pemurnian diri agar semakin berkenan kepadaNya. Bagian dalam harus dibersihkan agar cawan dan pinggan itu sungguh-sungguh indah dan mempesona.

Karena itu, tegas Yesus, "berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu". Apa yang diminta Yesus kepada orang-orang Farisi ini seperti sebagai penitensi atas segala kesalahan yang mereka lakukan, mereka telah mencuri makan mereka harus mengembalikannya; suatu bentuk pertobatan yang dilakukan oleh seseorang yang telah melakukan kesalahan dan mau memperbaikinya, dan itulah yang dilakukan Zakheus atas kesalahan yang telah dilakukannya. 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat' (Luk 19: 8), penitensi Zakheus yang secara sukarela memintanya sendiri kepada Yesus.

Teguran Yesus kepada orang-orang Farisi karena memang sifat kemunafikan mereka dalam hidup sehari-hari, di mana sifat itu tidak saja membuat hati mereka tidak tenang dan gelisah tetapi juga membuat banyak orang tersandung dan jatuh. Yesus mengundang mereka untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan sesame, untuk mencintai Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu, dan  untuk mengasihi sesame seperti mengasihi diri sendiri. Cinta akan Tuhan dan sesame itulah yang menenteramkan jiwa dan mendatangkan keselamatan, dan bukannya pada kewajiban-kewajiban insane seperti membersihkan bagian luar pinggan atau cawan dan mencuci tangan sebelum menikmati makanan; atau bahkan keharusan untuk menyunatkan diri, "sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih".

Hanya iman kepercayaan kepada Tuhan Allah yang menyelamatkan umat manusia, dan bukannya jasa baik dan tindakan kita manusia. Segala kebaikan yang kita buat sebagai bentuk pengkondisian diri agar komunikasi dengan Dia sang Empunya kehidupan dapat selalu berlangsung dengan baik.

Bagaimana dengan kita semua?

Kita ikuti apa yang dikehendaki Yesus sendiri yang memang mengajak kita untuk hidup semakin layak di hadapanNya, bukan tindakan-tindakan insane, bahkan supaya dilihat dan dipuji orang, yang meneguhkan dan menyelamatkan jiwa, melainkan keberserahan diri untuk melakukan apa yang menjadi kehendakNya kepada kita, iman kepercayaan kita kepadaNya, itulah yang menyelamatkan kita.

Yesus Kristus, mampukanlah untuk membentuk hidup yang suci lahir bathin sehingga kami dapat memenuhi undanganMu untuk hidup kudus. Yesus berkatilah kami semua, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening