Senin XXVIII, 11 Oktober 2010

Gal 4: 22-31  +  Mzm 113  +  Luk 11: 29-32

 

Ada beberapa orang yang ragu-ragu kepada Yesus

Kepada orang-orang banyak yang mengerumuniNya, berkatalah Yesus: "angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus". Mengapa mereka tidak diberi tanda lain, kecuali tanda nabi Yunus?  Yesus tidak memberi keterangan. Yesus malahan beranggapan: seharusnya mereka lebih tahu bahwa sekarang ini di tengah-tengah mereka telah hadir Seseorang yang "lebih dari pada Salomo dan juga lebih dari pada Yunus!".

Jujur saja, kita bukanlah orang-orang yang meragukan Yesus dan bahkan tidak percaya kepadaNya; kita tahu siapakah Yesus, Dia lebih agung dari Yunus dan lebih mulia dari Salomo. Keberadaan kedua tokoh tersebut menggambarkan dan merepresentasi Siapakah Dia Yesus.

Yesus telah turun ke alam maut dan pada hari ketiga bangkit dari sana, agar semua orang tidak tenggelam dalam dunia kematian, melainkan tetap hidup dalam dunia baru yakni tinggal bersama dengan Dia sendiri di mana Dia berada. Kalau Yunus dibuang oleh Allah karena ketidaktaatannya kepada Tuhan Allah Yahwe dan bahkan melarikan diri daripadaNya, sedangkan Yesus Kristus, justru karena ketaatanNya kepada Bapa di surge mau turun ke alam maut. Semuanya dilakukan demi cintaNya kepada umat milik Allah.

Demikianlah Salomo, dia terkenal hikmat dan kebijaksanaannya dalam mengatasi problema kemanusiaan, problem insane. Kehadirannya sungguh-sungguh menjadi buah bibir bagi banyak orang, karena memang bahasanya yang lembut dan penuh dengan kata-kata bijak dan menarik hati banyak orang. Dan tentunya bagi kita yang sudah mengenal Kristus Tuhan, apalah Salomo dibandingkan dengan Dia yang adalah 'Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran' (Yoh 1: 14), 'dan di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia' (Kol 1: 16-17).

Bagaimana dengan kita?

Seperti dikatakan di atas, kita memang tidak meragukan siapakah Yesus Kristus itu, namun sejauhmana pengenalan kita kepadaNya itulah yang terus-menerus harus kita renungkan. Sebab semuanya itu akan terungkap secara nyata dalam kepasrahan kita kepadaNya, sejauhmana kita mengandalkan Dia dalam setiap usaha dan karya-karya kita, sejauhmana kita berani meminta bantuan daripadaNya, sejauhmana kita hidup sebagai 'manusia baru' (2Kor 5: 17), yang bebas dan tidak dikuasai keinginan-keinginan inderawi sebagai manusia lama kita, hamba-hamba dosa, bukankah "Kristus telah memerdekakan kita", seperti dikatakan dalam bacaan pertama tadi.

Kita telah mengenal Kristus, "karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan", kata santo Paulus, 'berpadanlah dengan hidup Kristus'.

Semoga.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening