Jumat XXXII, 12 November 2010

2Yoh 4-9  +  Mzm 119  +  Luk 17: 26-37

 

 

Lectio :

Injil hari melanjutkan Injil kemarin tentang kedatangan Anak Manusia; bagaimana aneka peristiwa sebelum Nuh masuk bahtera, demikian juga aneka pengalaman sebelum Lot keluar dari kotanya. Semuanya juga akan terjadi ketika kedatangan Anak Manusia; barangsiapa menyelamatkan nyawanya akan kehilangan, tetapi barangsiapa kehilangan nyawa, dia akan mendapatkannya kembali.

 

Meditatio :

Tegas Yesus kepada para muridNya: 'sama seperti terjadi pada zaman Nuh, di mana mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua; demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun, tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua'. Semuanya berjalan sebagaimana adanya, tidak ada tanda-tanda istimewa yang mendahuluinya, semuanya mengalir dalam keseharian mereka. Nuh atau pun Logt tidak memberi aba-aba kepada orang-orang di sekitarnya.  'Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diriNya', semua berjalan juga sebagaimana adanya.

'Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya' kata Yesus.

Kiranya penyataan Yesus ini harus kita mengerti dalam semangat perutusanNya, bahwasannya Dia akan menanggung banyak penderitaan dan ditolak. Bila orang hendak menyelamatkan diri dan tidak mau hidup sebagaimana Dia sendiri hidup, dia menghindari salib kehidupan dan hanya mau memandang Yesus yang sedang khusuk berdoa dan sedang memperganda roti dan dua ekor ikan, dia  akan kehilangan nyawanya. Menghindari salib kehidupan berarti menghindari panggilanNya yang diperdengarkan dari kayu salib, sebab dari atas kayu salib dan pada saat itulah 'Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku' (Yoh 12: 32). Menerima salib kehidupan berarti membiarkan atau menyiapkan diri untuk mendengarkan panggilan suaraNya.

Apa yang dapat kita buat?

Memanggul salib kehidupan kita masing-masing, sembari berani memandang dan bersukacita bersama Yesus yang sedang bergaul dengan mereka yang tersisihkan dan terpinggirkan, Yesus yang menerima orang-orang berdosa yang bertobat. Inilah kasih! Dan kita membiasakan hidup dalam kasih, sebab hidup dalam kasih berarti kita hidup dalam Allah sendiri, sebab Dia adalah kasih.

Karena itu, baiklah kita juga berani merenungkan bersama Yohanes yang mengajak kita untuk selalu berkanjang dalam hukum kasih, dan bukan yang lain. Aku meminta, kata Yohanes dalam bacaan pertama tadi, 'supaya kita saling mengasihi, dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintahNya, dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak'.

 

Oratio :

Tuhan Yesus, Engkau berulangkali mengajar kami hukum cinta kasih dan mengajak kami menghidupinya. Ajarilah kami selalu berkanjang dalam kasih agar kami berada dalam keadaan berjaga di saat kedatanganMu yang tiba-tiba dan tanpa disertai tanda-tanda lahiriah.

Yesus, urapilah kami dengan kasihMu, amin.

 

Contemplatio :

Hiduplah dalam kasih

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening