Jumat XXXIII, 19 November 2010

Why 10: 8-11  +  Mzm 119  +  Luk 19: 45-48

 

 

Lectio :

Yesus mengusir para pedagang dari bait Allah, sebab mereka telah menjadikan rumah Tuhan sebagai sarang penyamun, tempat kejahatan. Lalu  Yesus mengajar di situ, tetapi ahli-ahli Taurat dan imam-iman kepala dengki kepadaNya, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena banyak orang menaruh hormat kepadaNya.

 

Meditatio :

Ketika masuk ke bait Allah, Yesus melihat banyak orang berjualan di situ, lalu mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, sebab mereka 'menjadikannya sarang penyamun. RumahKu adalah rumah doa'. Bait Allah memang adalah tempat berdoa, tempat perjumpaan Allah dan manusia, tempat untuk berbicara dan mengeluh kepadaNya, tempat untuk mendengarkan sabdaNya dan sapaanNya. Mereka, para pedagang telah menjadikan tempat berdoa itu sebagai sarang penyamun, berarti terjadi tindak kejahatan dan ketidakadilan dalam rumah ibadat itu; bukan saja mengalihkan fungsi rumah ibadat, malahan menjadikannya sebagai tempat kejahatan.

Kejahatan apa yang kira-kira terjadi dalam semi-pasar semacam itu? Pemerasan dengan menaikkan harga jual setinggi-tingginya dan menawarkan harga beli serendah-rendahnya, ada perjudian, permainan harga,penipuan dan tak disangkal ada penjualan manusia (?); pasti ada yang lain lagi dalam bentuk transaksi yang tidak transparan itu.

Setelah peristiwa itu, 'tiap-tiap hari Yesus mengajar di dalam bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia'. Yesus tidak saja memprotes penggunaan bait Allah, Dia juga membuktikan dan menegaskan apa yang harus dilakukan dalam bait Allah. Dia mengajar di situ, dan memang banyak orang tertarik kepadaNya, sebab memang dalam rumah itulah mereka berjumpa dengan Tuhan Allah yang mereka rindukan.

Namun imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsaNya berusaha untuk membinasakan Dia, kenapa?  Dapat dipastikan terjadi kecemburuan sosio-religi, mereka merasa kalah pamor dan kalah wibawa, banyak orang berbalik dari mereka dan mendengarkan sang Guru utama, sebab Yesus mengubah situasi menjadi lebih baik, Dia sungguh datang dan menyapa umatNya; dan juga tidak dapat disangkal dan kemungkinan besar, mereka bertindak semacam itu, karena mereka tidak mendapatkan keuntungan lagi dari penjualan hewan-hewan ternak yang ada pada saat itu, bukankah mereka penjaga bait Allah yang memberi perijinan untuk berjualan di situ, penghasilan-tambahan mereka hilang.

Namun 'mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia'. Terjadi suatu persaingan kepentingan! Kebutuhan orang-orang elite itu berlawanan dengan kebutuhan umat.

Dalam konteks yang amat positif, pernahkah kita juga melihat persaingan kepentingan dalam Gereja kita?  Antara Pastor dan umatnya? Para ahli liturgi, pastoral, kitab suci, hokum Gereja dan umat beriman, antara kepandaian dan kenyataan praktis? Yang merayakan iman adalah umat Allah, kiranya kebutuhan dan kerinduan umat harus menjadi prioritas dalam segala bentuk pelayanan, termasuk karya-karya yang menggunakan inteligensia.

Seorang pengemban kebenaran haruslah menyampaikan kebenaran, tetapi haruslah tetap berpegang pada kebijaksanaan dan hikmat yang berasal dari Allah. Taburan kebenaran tidak semudah membalik tangan, taburan kebenaran adalah sapaan kepada kehidupan yang mengarahkan seseorang untuk merasakan kasih Allah, tetapi tetap memperhatikan 'keingan daging' yang bercokol kuat dalam diri setiap orang, sebab roh itu penurut dan daging itu lemah. Sang pengemban kebenaran harus selalu bersuara, karena memang itu tugas perutusannya. Yohanes dalam kitab Wahyu menegaskan: 'aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya'. Itulah yang kurasakan, itu yang kualami, tetapi 'engkau', tegurNya kepadaku, 'harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja'.

Aku harus melakukannya!

 

Oratio :

Yesus Kristus dengan berani Engkau mengusir orang-orang yang tidak menggunakan bait Allah sebagaimana mestinya. Buatlah kami, ya Yesus, untuk setia berkanjang dalam doa kepadaMu, dan menemukan kehadiranMu secara istimewa dalam rumahMu; dan semoga Roh KebijaksanaanMu selalu menyertai kami dalam setiap langkah dan tindakan kami, amin.

 

Contemplatio :

Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu itu adalah kenisah Allah, tempat kediaman Roh Kudus?

 

 

 o


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening