Kamis XXXI, 4 November 2010

Fil 3: 3-8  +  Mzm 105  +  Luk 15: 1-10

 

 

Lectio :

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menggerutu dan merasa gerah dengan tindakan Yesus yang berkumpul dan bergaul dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Yesus menanggapi mereka dengan mengungkapkan dua buah perumpamaan: yang satu, tentang domba yang hilang, dan yang lain tentang perempuan yang kehilangan dirham.  Bila domba atau dirham itu ditemukannya, betapa gembira yang pemiliknya, karena memang sesuatu yang hilang ditemukan kembali, 'demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat'.

 

Meditatio :

Diceritakan tadi bahwa 'para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia'. Suatu yang mengejutkan memang bahwasannya mereka kaum pendosa itu berani datang kepada Yesus untuk mendengarkanNya. Kiranya mereka tahu dan sadar betul akan 'cap sosial' yang dikenakan kepada mereka, tetapi semuanya itu tidak menghalangi kemauan mereka mendengarkan Seseorang Guru, Seorang yang baik dan penuh wibawa yang berlawanan dengan diri mereka. Mereka berani datang, karena memang mereka merasa disambut dan diterima dengan baik, dan tidak ditolak. Sapaan memang menyenangkan hati orang yang mendengarkannya.

Namun sebaliknya, bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, karena: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Bagaimana seorang Guru, Orang yang Suci dan wibawa menerima orang-orang berdosa; ini adalah pelanggaran terhadap tradisi tentunya.

Lalu Yesus menyampaikan perumpamaan ini, pertama, 'siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan'. Kedua, 'seorang perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan'.

Jelaslah sekarang, apa maksud Yesus berkumpul dan bergaul dengan mereka orang-orang berdosa, Yesus tidak hanya bersendagurau dengan mereka, bahkan Dia pernah menikmati makan bersama-sama dengan mereka, ternyata Yesus mempunyai intense yang luhur dan mulia. Ia mencari dan mencari, dan kini Ia menemukannya, tentunya amat bergembiralah seseorang yang menemukan sesuatu yang dicarinya. Kehendak Allah Bapa agar semua orang selamat, terpenuhi! Demikian Yesus menyambut gembira orang-orang berdosa yang datang kepadaNya dan mendengarkan Dia; inilah pertobatan!  Kiranya menjadi pelajaran bagi kita juga, bila ada orang mau bertobat dan meminta maaf, datang kepada kita, kita harus berani menerimanya!

'Aku berkata kepadamu' tegas Yesus, 'demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'.

Mengapa mereka berani mendengarkan Yesus, mengapa mereka mau mendekat kepadaNya?  Sekali lagi, karena mereka merasa diterima oleh Yesus, mereka merasa diwongke oleh Yesus. Hal ini sangat menyenangkan dan membahagiakan!

Bagaimana dengan kita?

Kita bukan saja diwongke oleh Yesus, malahan kita dianggap saudara dan saudariNya sendiri, kita diangkatNya menjadi anak-anak Bapa di surge. Kita diberlakukan demikian oleh Yesus, karena Dia menghendaki kita semua selamat dan tidak ada yang binasa.

Yang kita perlu kita buat adalah semakin berani memberi hati kepadaNya, memberi prioritas pilihan hidup hanya kepada Dia, sebagaimana yang kita renungkan dalam Injil kemarin, mengutamakan Yesus di atas segala-galanya. Dalam bahasa Paulus kepada umat di Filipi: mengutamakan Yesus berarti menganggap segala-galanya itu sampah dan merugikan, karena hanya Dialah yang terindah, Dialah yang paling berharga. Kata Paulus: 'apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus, malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena, Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus'.

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus,  Engkau menerima setiap orang yang datang kepadaMu, Engkau menganggap mereka semua, yang hilang itu, datang kembali. Engkau menyambut mereka dengan sukacita, karena memang Engkau menghendaki semua orang selamat.

 Ajarilah kami ya Yesus, agar kami semakin berani mendekatkan diri kepadaMu, mengutamakan Engkau di atas segala-galanya. Semoga rahmat pertobatan juga Engkau taburkan kepada semua orang yang berkehendak baik untuk mendengarkan sabdaMu dan beroleh selamat.

 

Contemplatio :

Bertobat berarti berani datang kepada Yesus dan mendengarkan Dia. Bertobat itu kemauan dan keberanian, karena melihat Yesus sebagai sesuatu yang indah dan menghidupkan, karena Dialah Allah yang menyelamatkan. Mengikut Yesus keputusanku!  Sungguh ini keputusanku, aku tak akan ingkar.

Yesus, jadikanlah aku seorang pengampun.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening