Kamis XXXII, 11 November 2010

Flm 7-20  +  Mzm 146  +  Luk 17: 20-25

 

 

Lectio :

Banyak orang bertanya tentang datangNya KerajaanAllah. Yesus menegaskan bahwa datangNya Kerajaan Allah tidak akan disertai tanda-tanda lahiriah, malahan 'sesungguhnya Dia sudah ada di tengah-tengahmu'. Sekali lagi tanpa tanda-tanda lahiriah, kalau pun ada orang berteriak-teriak 'Dia ada di sini – Dia ada di sana', janganlah percaya. Namun yang jelas, Anak Manusia akan menanggung banyak derita dan sengsara.

 

Meditatio :

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menegaskan: 'Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'.

Mengapa demikian?  Karena memang Kerajaan Allah tidak terikat oleh dunia, Ia mengatasi dunia, dunia tidak mampu membatasiNya. Kemeriahan dan kedashyatan tak dapat ditampakkan oleh dunia, walau sebenarnya indera dapat menangkapNya, 'sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'. Dia memang telah datang dan menyapa banyak orang, dan mereka semua telah melihat dan mendengar bahwa: 'orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik' (Luk 7: 22). Kuasa dan kerahiman Allah ditampakkan kepada umatNya.

Yesus menambahkan: 'akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya, dan orang akan berkata kepadamu: lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut'.  Sebab tidak semua indera manusia dapat melihat dan merasakanNya, karena memang kehadiranNya di luar kuasa indera manusia, kemampuan indera tidak menandinginya, 'kedatangan Anak Manusia sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain';  ada memang orang-orang yang dapat menangkapNya, tetapi semuanya itu atas kehendak Dia sendiri.

'Namun Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini', tegas Yesus. Penyataan Yesus ini sungguh menegaskan apakah Kerajaan Allah itu dan siapakah Dia itu sebenarnya. Yesus sendiri tidak menyebutkan Akulah Dia dalam setiap karyaNya; kalau Dia saja yang berkuasa tidak menampakkan keagunganNya, bagaimana dunia dapat menangkapNya. Dia tidak mau menyebutkan diriNya, tetapi Dia menyatakan diri dalam orang-orang yang mau merasakan kehadiranNya, sehingga mereka yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang kusta menjadi tahir, yang tuli mendengar, dan mereka yang mati dibangkitkan dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik.

KehadiranNya memang tidak ditampakkan dalam aneka peristiwa yang menakjubkan dan dashyat; mereka yang mau merasakan kehadiranNya pun adalah orang-orang kecil dan sederhana, orang-orang yang membutuhkanNya. Yesus memang menerima mereka orang-orang yang mencariNya, orang-orang yang mau mendengarkanNya.

Bercermin pada Kristus Tuhan, hendaknya kita juga berani menerima sesamanya kita, menerima orang lain apa adanya, bahkan menghormatinya, sebab setiap orang telah diangkat menjadi putera-puteri Allah yang Mahamurah. Paulus memberi contoh kepada kita, ketika dia menitipkan sang buah hatinya kepada orang-orang yang menerima pewartaannya; Paulus meminta mereka supaya 'menerima Onesimus untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan; kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri'. Dari permintaan Paulus tadi, dapat kita ketahui siapakah Onesimus, tetapi hendaknya kita tidak memandang muka.

Kenyataan sekarang ini masih sering kita lihat banyak orang mampu menerima anugerah terindah dari Tuhan, dan bahkan merasakan kehadiranNya dalam doa, tetapi masih terasa memandang muka mereka yang tidak sependapat dengannya, yang tidak berasal dari kelompoknya, bahkan yang berbeda dengan dirinya. Mereka mudah menerima Yesus yang suka memberi, Yesus yang kudus, mereka sepertinya tidak mampu melihat Yesus yang bersahabat dengan mereka yang berwarna, yang buta, yang lumpuh, yang kusta, yang tuli, dan mereka yang miskin (Mat 16: 22-23).

 

Oratio :

Tuhan Yesus, mampukan kami melihat dan merasakan kehadiranMu di tengah-tengah kami; seringkali kami masih melihat 'Engkau yang menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak', bukan saja  oleh orang lain, tetapi juga oleh diri kami sendiri, sebab kami terperanjat dan kagum hanya padaMu ketika Engkau berdoa dan menerima pujian kami, pada waktu Engkau berbagi rejeki dengan kami, tetapi mata kami tertutup dan tak mampu melihat Engkau yang menanggung banyak penderitaan dan ditolak, dan juga pada saat Engkau bergaul dengan mereka yang berwarna, yang buta, yang lumpuh, yang kusta, yang tuli, dan mereka yang miskin.

 

Contemplatio :

Hendaknya kita tajam dalam memandang kehidupan ini, kejelian kita melihat hidup, memampukan kita melihat Dia yang hadir di dunia ini.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening