Kamis XXXIII, 18 November 2010

Why 5: 1-10  +  Mzm 149  +  Luk 19: 41-44

 

 

Lectio :

Yesus menangisi Yerusalem yang tidak mengerti mendapatkan perdamaian. Yerusalem akan dihancurkan oleh musuh-musuhnya, semuanya harus terjadi, karena dia tidak tahu saatnya Tuhan Allah yang datang mengunjunginya.

 

Meditatio :

Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya, kataNya:

'Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu'. Yerusalem tidak mengerti usaha untuk mendapatkan damai sejahtera; secara inderawi mungkin mereka tidak mengerti, tetapi dengan hati sepertinya mereka mengetahui usaha untuk mendapatkannya.

'Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau'. Yerusalem akan dihancurkan. Secara politis memang Yerusalem dihancurkan sekitar tahun 70-an, tetapi dapat direfleksikan bahwa semuanya itu, karena ketidakmauan mereka menyambut  kedatangan Allah  mengunjungi mereka. Allah telah datang mengunjungi mereka, tetapi mereka acuh tak acuh, mengabaikannya, dan bahkan membunuh nabi-nabi yang diutusNya. 'Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau' (Luk 13: 34). Yesus merasakan sungguh bahwa kematian semua nabi harus terjadi di Yerusalem, karena itu Dia pun pernah menegaskan: 'hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalananKu, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem' (Luk 13: 33).

Namun tidak dapat disangkal penegasan oleh Yohanes, bahwa 'aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya'.

Yerusalem melakukan semuanya itu dengan penuh kemauan dan kesadaran, tetapi dia dijadikan kota kudus! Salib yang adalah tanda penghinaan dijadikan tanda kemenangan dan kemuliaan, karena Yesus! Yudas Iskariot berkhianat karena Yesus, tetapi kenapa dia tidak menikmati keindahan hidup seperti Yerusalem?

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau tidak memperhitungkan kesalahan dan dosa kami, Engkau malahan melimpahi kami dengan rahmat dan kasihMu. Semoga semuanya ini membuat kami mampu merasakan kehadiran dan pendampinganMu dalam setiap langkah kami. Amin.

 

Contemplatio :

Tinggallah bersama Aku, manete in Me.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening