Kamis XXXIV, 25 November 2010

Why 18: 1-2.21-23  +  Mzm 100  +  Luk 21: 20-28

 

 

Lectio :

Kehancuran Yerusalem sudahlah mendekat, ketakutan akan menyelubungi bumi, sebab kehancuran terjadi sepertinya bukan hanya berlangsung di Yerusalem tetapi di seluruh bumi. Namun pada saat itu, hendaknya kita berani bangkit dan memandang sang Anak Manusia yang datang di atas awan gemawan.

 

Meditatio :

'Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat', itulah penegasan Yesus. 'Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis'. Yerusalem telah berdosa! Dan kini mereka mendapatkan pembalasan daripadaNya dengan adanya banyak serangan dan penghacuran terhadap kota itu. Apakah karena mereka telah membunuh para nabi? Apakah memang tidak ada pertobatan di tengah-tengah mereka?  

'Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu'. Yerusalem sebagai kota Tuhan tempat yang kudus, tempat kehadiran Tuhan, karena di sanalah berdiri kokoh kuat baitNya yang kudus, hancur lebur oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tempat kediaman orang-orang yang mengenal Allah dan dicintai oleh Allah dihancurkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah!  Sungguh memalukan! Di mana orang-orang yang mengenal Allah yang menyelamatkan itu?

'Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang'. Kegoncangan tidak hanya terjadi pada Yerusalem, melainkan terjadi di seluruh bumi. Mengapa terjadi semacam itu?  Sepertinya Yerusalem setingkat dengan Babel dan kota-kota para pendosa yang tidak mau menanggapi kehadiranNya, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, sungguh 'sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya'.

'Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'. Penyelamatan oleh Tuhan terjadi, bukanlah terjadi  di saat kehancuran secara fisik, melainkan semenjak orang-orang, yakni para muridNya, mengalami perlawanan dan penganiayaan. Bukankah dalam Injil kemarin ditegaskan bahwa 'sebelum semuanya itu, yakni kehancuran dan kebinasaan Yerusalem terjadi, kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu?'. 'Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat, karena 'pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya'. Keberanian orang untuk bangkit dan mengarahkan muka hanya kepada Dia sang Anak Manusia akan mendapatkan keselamatan!

Mereka yang mendapatkan keselamatan adalah mereka yang lolos dalam karya penyelamatan, mereka adalah orang-orang mau mendengarkan suara Tuhan dan melaksanakannya, mereka selalu mengarahkan pikirannya kepada perkara-perkara di atas, yang di surge, dan bukan hanya yang di bawah, mereka adalah orang-orang yang mencuci pakaian mereka dengan darah Anak Domba, mereka adalah orang-orang yang tinggal bersama denganNya dalam rumahNya yang kudus, mereka yang ambil bagian dalam pesta perjamuan pesta di surge. 'Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba'.

Ucapan bahagia ini 'mengingatkan' dan selalu kita ucapkan dalam setiap perayaan Ekaristi, karena memang setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita makan dan minum bersama dengan Dia sang Empunya kehidupan, sebab dagingNya sungguh-sungguh makanan dan darahNya sungguh-sungguh minuman. 'Alangkah mulia dan menganggumkan perjamuan ini yang melimpahkan keselamatan dan kenikmatan surgawi. Adakah suatu yang lebih mulia dari perjamuan ini?  Sebab di dalamnya, Kristus sendirilah, Allah yang benar, disuguhkan kepada kita, dan bukan sekedar daging anak sapi dan domba seperti dalam hokum Taurat. Adakah yang lebih menakjubkan daripada sakramen ini?', kata santo Tomas Aquinas.

 

Oratio :

Yesus, semoga segala bentuk peristiwa kehidupan apapun tidak memisahkan kami dari cinta kasihMu, dan buatlah kami untuk selalu memandang wajahMu ya Tuhan.

Ya Yesus, semoga kami pun semakin setia mengkondisikan diri ikutserta dalam perjamuan kudusMu di surge kelak, semoga kesetiaan kami dalam perayaan Ekaristi menyucikan dan menguduskan kami, amin.

 

Contemplatio :

Yesus siapkanlah hati kami.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening