Minggu Adven I

28 November 2010

Yes 2: 1-5  +  Rom 13: 11-14  +  Mat 24: 37-44

 

 

Lectio :

Yesus menegaskan akan kedatangan Anak Manusia di akhir jaman yang tidak ketahui banyak orang, Dia datang tanpa disertai tanda-tanda, Dia datang bagaikan seorang pencuri di tengah malam. Karena itu, berjaga-jagalah dan bersiapsedialah sebab Dia datang secara tiba-tiba, tanpa diduga-duga.

 

Meditatio :

Dalam wejangan tentang akhir jaman, Yesus menegaskan: 'sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia'.

Hal ini dinyatakan Yesus, karena memang Yesus melihat dengan mata kepala sendiri bahwa banyak orang tidak mau menanggapi kehadiran sang Anak Manusia, banyak orang tenggelam dengan aneka urusannya sendiri-sendiri (Luk 14: 17-20). Sepertinya, sang Anak Manusia hanya akan menerima mereka yang benar-benar siap sedia menyambutNya, dan dengan terpaksa Dia akan memisahkan mereka, orang-orang yang dicintaiNya, sebab 'pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan'. Suatu realitas, yang tidak diinginkan, kemungkinan besar dan terpaksa terjadi kelak, di mana 'Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya' (Mat 25: 33).

Apa boleh buat?  Bukanlah kehendak Dia sang Empunya kehidupan!

'Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang, Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'. KedatanganNya bagaikan seorang pencuri di malam hari!

Keindahan dan kemuliaan akhir jaman sepertinya dilupakan banyak orang, padahal dalam bacaan pertama telah dilukiskan oleh Yesaya: kerinduan umat beriman yang ingin mendaki Gunung Tuhan. 'Pada akhir jaman gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem, bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa lain, dan mereka tidak akan lagi belajar perang'. Semuanya akan hidup dalam damai!  Kecuali Korea Selatan dan Korea Utara?

Kiranya kita bukanlah orang-orang lupa akan keindahan dan kemuliaan akhir jaman. Kitapun adalah orang-orang yang selalu berjaga-jaga. Kita pun sekarang siap merayakan masa Adven, yang mengajak kita mengarahkan perhatian kita akan kedatangan Kristus yang kedua di akhir jaman, yang membawa mahkota abadi. Namun tak jarang, harus kita akui dengan jujur, bahwa kita pun mudah lupa dan lalai akan sejarah, yang secara otomatis memang sekaligus juga mudah terlena dengan kemapanan jaman sekarang ini, kita mudah kagum dengan keindahan demokrasi dan bangunan-bangunan fantastis jaman yang sekarang ini, kita mudah dibuatnya terkantuk-kantuk dan terbuai dengan aneka makanan dengan pelbagai menu hotplate, kita merasa aman dan tenteram dengan harta yang kita jinjing dalam tas ke mana-mana atau tersimpan rapi dalam rekening koran. Semuanya itu membuat kita lupa diri melihat masa depan, lupa akan yang terindah dalam hidup nanti.

Karena itu, Paulus dalam bacaan kedua mengingatkan: 'bangunlah, sebab saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur, sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya'.

Itulah berjaga!

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, semoga kami tidak mudah terlena dengan kehidupan sekarang ini, terbuai dalam kemapanan hidup yang serba menyenangkan, dan bahkan sampai terkapar pulas dan nyaman dalam gemerlapan dunia yang diiringi lantunan music jazz, atau tenggelam dalam kesibukan yang bising dan penat, cucuran keringat yang membasahi baju ini.

Yesus, buatlah kami tetap berani menengadahkan muka kepadaMu, sembari merindukan mahkota keselamatan yang hendak Engkau kenakan kepada kami.

 

Contemplatio :

Aku ingin merawat tubuhku dengan perlengkapan Kristus, supaya Kristus yang hidup dalam diriku dan bukannya diriku lagi, dan bukannya dengan aroma kosmetika.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening