Minggu XXXIII, 14 November 2010

Mal 4: 1-2  +  2Tes 3: 7-12  +  Luk 21: 5-19

 

 

Lectio :

Kepada orang-orang yang mengagumi keindahan bait suci, Yesus mengingatkan bahwa semuanya itu akan diruntuhkan, tak ada lagi susunan batu yang tampak indah. Semuanya akan terjadi. Lebih dari itu, Yesus menegaskan tentang resiko dalam mengikuti Dia, sebab demi namaNya para muridNya akan ditangkap dan diadili, mereka akan dibenci banyak orang, bahkan oleh keluarganya sendiri. Yesus meneguhkan mereka, supaya mereka tidak gentar dan kuatir akan semuanya itu, Dia akan mendampingi. Sebab sehelai rambut di kepala mereka akan diperhitungkanNya, dan barangsiapa bertahan dia akan selamat.

 

Meditatio :

Ketika beberapa orang berbicara tentang bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 'apa yang kamu lihat di situ, akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan'. Akan terjadi pengrusakan dan penghancuran.

Lebih dari pada itu, akan terjadi pula 'peperangan dan pemberontakan, bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit'. Semuanya akan terjadi dan memang sepertinya harus terjadi; muncul pula banyak penyesat yang mengatakan 'akulah dia', tetapi hendaknya mereka jangan mempercayainya.

'Malahan', tegas Yesus, 'sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu'. Gara-gara mengenal Yesus, gara-gara namaNya, para murid mendapat perlawanan yang keras. Perlawanan akan berkepanjangan, pertama perlawanan jiwa akan menimpa mereka dan akan dilanjutkan perlawanan fisik.

'Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi'. Inilah kesempatan bersaksi; kesaksian tentang nama Yesus, kesaksian bersengsara dan mendapatkan perlawanan karena Yesus Kristus, dan bukannya kesaksian tentang penerimaan mukjizat dan penghiburan oleh Kristus. Memang harus kita akui: bila sekarang ini, laris dan lebih disukai banyak orang,  kesaksian tentang sukacita karena pemberian dan perhatian Tuhan Yesus, daripada kesaksian tentang derita karena Kristus, dan malahan dihindarinya.

Aneka perlawanan menjadi kesempatan untuk bersaksi, 'teguhkanlah dirimu dan janganlah memikirkan lebih dahulu pembelaanmu, sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu'. Yesus tidak membiarkan umatNya seorang diri dalam bersaksi!

Perlawanan akan semakin hebat! Aneh tapi nyata, bahwasannya 'kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu'. Perlawanan terjadi bukanlah dari mereka yang berada jauh di sana, bukan dari mereka yang memusuhi kita, melainkan dari orang-orang yang berada di sekitar kita. Sungguh benar, dan bukankah memang mereka harus dibenci, kalau memang mereka menghalangi kita untuk beroleh keselamatan dan hidup kekal? (lih. Luk 14: 26 dalam renungan 3 November kemarin).

Tambah Yesus, 'beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu'.

Berat kali memang mengikuti Yesus. Mengikuti jejak seorang Penyelamat, bukannya keamanan dan keselamatan yang kita peroleh, melainkan salib dan tantangan. Adakah orang-orang yang masih setia kepadaNya? Bukankah akhir-akhir ini banyak orang yang beralih  agama, juga Gereja? Ada yang beralih karena mendapatkan kesulitan dalam kenaikan pangkat. Ada yang beralih karena soal perut. Ada yang beralih karena pasangan hidup. Ada yang beralih karena tidak mendapatkan sukacita dan kepuasan selama ini. Ada yang beralih untuk semakin mampu mendengarkan suara Tuhan. Ada yang beralih supaya lebih mengalami kehadiran dan pimpinan Roh Kudus.

Mengikuti Yesus berarti memanggul salib! Dan Yesus meminta kepada kita untuk setia selalu, sebab 'tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang; dan kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'.

Dalam bahasa nabi Maleakhi peneguhan Yesus tadi, dikatakan: 'bagi orang yang takut akan namaKu, akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya', sebab aneka tantangan tidak akan berhenti, yang lain berlalu, yang baru datang silih berganti, bahkan orang akan dibuatnya sakit, tapi sesudah semuanya terjadi akan dilimpahkannya berkat, kesembuhan pada sayapnya, sehingga dapat bergerak dan terbang ke mana dikehendakinya. Berinspirasikan bacaan kedua, dalam sakit dan perlawanan, dalam keterbatasan dan kekurangan kita tetap diminta masih mampu berbagi kasih dengan sesame,  kita harus 'berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya tidak menjadi beban bagi siapa pun juga'; bukankah Yesus dalam perjalanan memanggul salibNya masih mampu menghibur orang-orang yang menangisiNya (Luk 23: 28)

 

Oratio :

Yesus Kristus, teguhkanlah hati kami dalam memanggul salib kehidupan dan buatlah kami menjadi orang-orang yang setia dalam pelbagai tantangan dan cobaan, juga menjadi orang-orang yang tidak mencari kepuasan diri sendiri. Semoga kami semakin berani berpegang pada janjiMu yang mendampingi kami selalu.

 

Contemplatio :

Iman menjadikan orang-orang yang mempunyai selera pemberani dalam bersaksi!

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening