Sabtu XXXIII, 20 November 2010

Why 11: 4-12  +  Mzm 144  +  Luk 20: 27-40

 

 

Lectio :

Orang-orang Saduki yang tidak percaya akan kebangkitan mendatangi Yesus dan mempertanyakan realitas pasca-kebangkitan. Bila ada tujuh laki-laki yang beristerikan satu perempuan secara berturutan, yang memang mati tidak meninggalkan anak, siapakah yang kelak akan menjadi suaminya setelah kebangkitan? Mereka tidak akan kawin dan dikawinkan, karena mereka hidup seperti malaikat, jawab Yesus. Sebab di hadapanNya semua manusia hidup.

 

Meditatio :

'Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu', tegas beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mengapa mereka bertanya demikian, padahal mereka tidak percaya akan kebangkitan. Apakah mau mencobai Yesus? Tidak diterangkan memang.

'Ada tujuh orang bersaudara', lanjut mereka, 'yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak; akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia'.

Bagus pertanyaan mereka dan amat riel! Sebuah pertanyaan berdasar pengalaman konkrit. Ketujuh-tujuhnya adalah suami yang sah secara hokum dari perempuan yang satu dan sama. Apakah tidak ada percekcokan di antara mereka nanti?

'Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan', jawab Yesus kepada mereka, 'tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan'. Jawaban Yesus amat jelas dan tegas, bahwasannya realitas surgawi pasca-kebangkitan berbeda dengan kenyataan hidup sekarang ini; tidak ada lagi ikatan-ikatan insane yang terajut dengan baik sekarang ini, tak ada orangtua dan anak, tidak ada laki-laki dan perempuan, tidak ada lagi kategori tua, muda, remaja dan anak-anak, mereka semua seperti para malaikat, karena mereka memang anak-anak Allah. Apakah mereka semua ini adalah orang-orang yang berada di sebelah kanan Dia yang bertakhta di surge (Mat 25: 34), bagaimana dengan mereka yang berada di sebelah kiriNya?

'Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup'. Yesus menyebut nama-nama Abraham, Ishak dan Yakub, sebab memang mereka bapa para bangsa. Ada banyak orang Israel beranggapan bahwa mereka tetap hidup, dan mereka tetap hidup karena Tuhan Allah Israel. Sebab sebagaimana Dia adalah Allah yang hidup, demikianlah pula semua orang yang tinggal di hadapanNya, hidup. Kehidupan mereka membuktikan bahwa Allah itu hidup, sebab mereka hidup hanya karena Allah!

Dalam peristiwa Paskah telah nyatalah bahwa Kristus bangkit sebagai yang sulung, Dia telah mengalahkan maut dan memberikan rahmat kebangkitan itu kepada semua orang.  Melalui Paulus, Allah menegaskan :'sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya' (1Kor 15: 21-23).

Sedikit pembanding pengalaman rohani Yohanes dalam kitab Wahyu sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan pertama tadi, dia menulis bahwa 'tiga setengah hari kemudian, setelah orang-orang itu mati, masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit, dan kepada mereka diperdengarkan suatu suara yang nyaring dari sorga: naiklah ke mari!, lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan'. Semuanya terjadi dari pihak Allah, dari surge, di mana Dia berada.

 

Oratio :

Yesus Kristus, dengan gamblang Engkau memberikan gambaran realitas surgawi pasca-kebangkitan di mana tidak ada lagi ikatan-ikatan insane. Buatlah kami semakin merindukannya, sebab Engkau telah melimpahkan rahmat kebangkitan kepada kami dalam sakramen baptis. Semoga kami dapat menghidupinya, dapat menikmatinya, sehingga kami benar-benar sudah bisa merasakan kasihMu yang kekal itu secara nyata dalam hidup kami, dan sekarang ini, amin.

 

Contemplatio :

Aku percaya bahwa Tuhanku hidup!

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening