Selasa XXXI, 2 November 2010

Peringatan Semua Arwah Orang Beriman

2Mak 12: 43-46  +  1Kor 15:12-34  +  Yoh 6: 37-40

 

 

Lectio :

Yesus Kristus bersyukur kepada Bapa di surge atas perutusan yang diembanNya. Dia datang ke dunia bukan atas kemauanNya sendiri dan Dia melakukan segala sesuatu bukan atas kehendakNya sendiri, melainkan Dia datang untuk melaksanakan kehendak Dia Bapa di surge yang mengutusNya. Kehendak Bapa adalah agar semua orang yang telah diserahkan kepadaNya janganlah hilang dan binasa, melainkan beroleh keselamatan dan dibangkitkanNya pada akhir jaman.

Itulah tugas perutusan Kristus Tuhan. Dia hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya.

 

Meditatio :

Dalam doaNya, Yesus bersyukur kepada Tuhan Bapa di surge atas kepercayaan yang diberikan kepadaNya. Dia pun juga memberi kepastian kepada semua orang, yang percaya kepadaNya, mereka yang berani datang dan berserah diri kepadaNya, beroleh perhatian dan kasih daripadaNya. SabdaNya: 'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'. Semua orang akan tetap ada dalam Dia dan menjadi milik kepunyaanNya.

Yesus memberi kepastian dan jaminan seperti itu bukannya tanpa landasan atau tanpa alasan. Dia tidak berkata-kata kosong, sebab Yesus sadar sungguh akan tugas perutusanNya dan apa yang hendak dilakukanNya. 'Aku turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku'.

Dan inilah 'kehendak Dia yang telah mengutus Aku', pertama 'yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Kedua, 'supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

Penyataan Yesus ini amat jelas bahwa Bapa di surge yang mengutusNya menghendaki agar semua orang yang percaya kepadaNya tidak hilang dan binasa, melainkan beroleh hidup kekal. Hidup kekal akan dinikmati oleh setiap orang dan hanya diawali dengan kebangkitan dari alam maut, sebab memang manusia akan mengalami kematian sebagaimana kodratnya yang berdosa, yang fana dan tidak kekal itu. Kebangkitan akan mengembalikan orang untuk berjumpa dengan sang Empunya kehidupan, dan semuanya itu akan dilakukan oleh Kristus sang Juru Selamat, Dialah Yesus, Allah yang menyelamatkan, dan hanya melalui Dia semua orang akan menghadap Bapa. Bapa secara tegas menyatakan tadi agar 'Aku membangkitkan mereka pada akhir jaman'.

Kita adalah orang yang percaya kepada Kristus, kita pun termasuk orang-orang 'yang diberikan Bapa kepada Kristus'; doa syukur dan penyataan Kristus tadi mengajak kita agar kita semakin hari semakin percaya kepadaNya, percaya dan datang kepadaNya akan beroleh kehidupan kekal, sebab 'barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'. Kiranya kebahagiaan surgawi yang telah dinikmati oleh saudara-saudari kita yang telah mendahului kita, yakni semua orang kudus, yang pestanya kita rayakan kemarin, semakin menjadi kerinduan kita bersama.

Itulah cita-cita kita bersama: menikmati kebahagiaan surgawi. Namun tak dapat disangkal ada banyak saudara-saudari kita yang belum sempat menyucikan hatinya selama hidup ini, ada banyak saudara kita yang belum sungguh-sungguh menghidupi kemiskinan di hadapanNya selama hidup di dunia ini, ada banyak orang yang tidak tahan dalam dukacita dan aniaya karena namaNya, tetapi kematian merenggut mereka terlebih dahulu dan tak terhindarkan. Mereka belum sempat menyempurnakan diri tetapi kematian telah menghadang mereka. Mereka tidak berjaga akan panggilanNya!

Apa yang kita buat?  Berdiam diri?  'Ya sudah, biarkan mereka seperti itu, karena begitulah hidup mereka!', apakah ucapan semacam itu pantas kita lontarkan kepada mereka, apalagi bukankah hidup keagamaan kita harus lebih daripada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat?  Apakah kita bangga masuk ke dalam sukacita ilahi dengan membiarkan mereka tenggelam dalam kuasa kegelapan?

Allah yang menentukan segala-galanya, Dia berhak atas hidup manusia, tetapi kiranya tak dapat disangkal bahwa Dia juga amat menghormati usaha umatNya; bukankah Dia  bagaikan seorang tuan yang 'membiarkan tanamannya tumbuh dan berkembang tahun ini lagi, sebab akan ada orang yang mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, kiranya tahun depan ia akan banyak berbuah' (Luk 13: 13-14), dan bahkan Dia 'memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik' (Luk 16: 8) guna mendapatkan keselamatan?

Doa bagi orang-orang yang sudah meninggal adalah usaha baik umat Allah, agar semakin banyak orang menikmati kebahagiaan surgawi, agar mereka yang telah meninggal tetapi belum menikmati kebahagiaan surgawi, segera berkumpul dengan mereka saudara-saudari kita yang kudus; doa kiranya lebih bernilai daripada kurban pelunas dosa sebagaimana dialami oleh Yudas Makabe beserta kawan-kawannya. Diceritakan tadi dalam bacaan pertama bahwa 'pada saat itu dikumpulkannyalah uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka'. Pengalaman Yudas memberi gambaran jelas bahwa doa dan kurban pelunas dosa meringankan hukuman dan langkah mereka yang telah meninggal untuk menikmati kebahagiaan abadi.

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus,  kami bangga boleh mengikuti Engkau, karena Engkau memang mempunyai peran yang agung dan menentukan dalam karya penyelamatan, Engkaulah yang berhak membangkitkan semua orang sebagaimana kehendak Bapa di surge. Semoga kami tidak berhenti pada rasa bangga dan kagum akan Engkau, malahan semuanya itu semakin membuat kami berani mengikuti Engkau dalam setiap langkah hidup kami.

Bagi saudara-saudari kami, yang telah meninggal dan kini tinggal dalam api penyucian, karena belum sempat menguduskan diri selama hidupnya, kiranya Engkau meringankan hukuman mereka, sehingga mereka segera menikmati persekutuan dengan semua orang kudus yang telah menikmati kasihMu.

 

Contemplatio :

Kasih Tuhan Allah sungguh agung dan mulia, Dia tidak memperhitungkan kesalahan dan dosa umatNya, Dia tidak menghendaki seorang pun yang telah percaya kepadaNya hilang binasa; Allah Bapa dalam diri Yesus Kristus menghendaki semua orang selamat dan beroleh hidup kekal.

Kita ikuti undanganNya!

Semoga.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening