Selasa XXXIII, 16 November 2010

Why 3: 1-6.14-22  +  Mzm 15  +  Luk 19: 1-10

 

 

Lectio :

Ada seorang pemungut cukai yang kaya di Yerikho. Dia ingin melihat orang apakah Yesus itu, tapi dia mengalami kesulitan karena banyaknya orang yang mengikuti Yesus.  Diapun akhirnya memanjat pohon; dan ketika sampai di bawah pohon itu, berkatalah Yesus kepadanya: 'Zakheus, Zakheus, segeralah turun, karena Aku hari ini harus menumpang di rumahmu'. Betapa gembira hati Zakheus menerima kehadiranNya. 'Empat kali lipat akan kukembalikan hutangku kepada mereka', seru Zakheus ketika Yesus sampai di rumahnya, sebagai tanda tobatnya. 'Hari ini telah terjadi keselamatan atas rumah ini, karena orang inipun anak Abraham', seru Yesus.

 

Meditatio :

Di Yerikho ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu. Menarik memang, dia seseorang yang tak berkekurangan, bahkan berkelimpahan, ingin melihat Yesus. Orang apakah Yesus itu?  Kenapa dia ingin melihatNya, apa alasannya? Tidak jelas!

'Tetapi ia tidak berhasil melihatNya karena banyaknya orang, ia terhalang, karena memang badannya pendek'. Penuh kontroversial memang peristiwa Zakheus ini. Ia orang yang pendek sehingga terhalang oleh kerumunan banyak orang, ia orang yang kaya dan mapan tetapi ingin melihat Yesus, ia bernama Zakheus artinya orang yang benar, orang yang bersih, tetapi pekerjaan sebagai pemungut cukai, pemeras, gila uang, egois dan termasuk kaum pendosa.

'Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ'. Tertarik kali sepertinya Zakheus ini terhadap Yesus, ia berusaha dan berusaha, sepertinya dia berusaha sendiri, dia tidak didampingi para pengawalnya, dia yang biasa main perhitungan, maka dia tahu pasti Yesus akan melewati jalan mana dan ke mana dia harus lari mendahuluiNya dan mencari tempat yang strategis, supaya dia dapat melihat dengan baik orang apakah Yesus itu.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Usaha Zakheus tidak sia-sia, dia mendapat kehormatan menerima Yesus dalam rumahnya, rejeki nomplok baginya. 'Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita'. Kiranya bahagia kali Zakheus menerima Yesus.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, sebab 'Ia menumpang di rumah orang berdosa'. Yesus melakukan tindakan yang kontroversial juga: Dia orang yang baik, seorang Guru dan terhormat singgah, dan bahkan menginap di rumah orang berdosa; bukankah para pemungut cukai itu juga menjadi lawan orang-orang Yahudi, karena memang mereka itu orang-orang penjilat kaum penjajah, orang-orang Romawi? Mungkin kita akan kaget dan terheran-heran, dan dibuatnya bingung, bila secara kebetulan menjumpai bapak Uskup sedang makan rujak cingur di warungnya mbok Yah, di bawah pohon di pinggir jalan, gimana ini?

Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'. Inilah ungkapan pertobatan Zakheus atas kunjungan Yesus ke rumahnya. Ia tidak melupakan masa lampau dan membuangnya, ia menyesali, membuat silih dan mau menebus segala yang pernah dilakukannya dan yang merugikan orang lain itu.

Yesus menanggapinya dengan positif dan berkata: 'hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham, sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Komentar Yesus yang menerima dia kembali, bukan karena pertama-tama karena Zakheus mengungkapkan pertobatannya, melainkan karena memang Dia datang untuk mencari dan menemukan yang hilang. Pertobatan seorang berdosa akan membuat sukacita di surge, daripada sembilanpuluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Apakah kita juga merasa gembira dan bersukacita bila diberitakan Yesus mau tinggal di rumah kita? Apakah kita akan membukakan pintu, kalau Dia datang tiba-tiba ke rumah kita? Apakah kita merindukan kedatanganNya di rumah kita?

Dia pasti datang, karena memang mengasihi kita umatNya, Dia tidak mau kehilangan kita. Siap sediakah kita?

'Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku', tegasNya kepada kita.

 

Oratio :

Yesus Kristus, tinggalah di rumah kami, karena kami merindukan Engkau, kami merindukan sapaanMu; walau tak jarang jujur kami akui bahwa kami sering sibuk dengan pekerjaan rumah kami, kami terlalu sibuk akan pelbagai hal.

Yesus kunjungilah kami selalu, amin.

 

Contemplatio :

Hati yang merindu akan kehadiranMu di tengah-tengah komunitas dan keluarga kami.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening