Selasa XXXIV, 23 November 2010

Why 14: 14-20  +  Mzm 96  +  Luk 21: 5-11

 

 

Lectio :

Banyak orang mengagumi keindahan bait Allah, terhadap mereka semua, Yesus menegaskan bahwa akan tiba waktunya batu yang yang satu tidak akan tersusun dari batu yang lain, akan terjadi kehancuran hebat. Kapan terjadi?     'Waspadalah', sahut Yesus tanpa memberi jawaban pasti.

 

Meditatio :

'Banyak orang berbicara tentang bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan'. Pantas memang berbangga, bila kita melihat rumah Tuhan yang kita miliki itu tampak indah, megah dan anggun. Kita saja bangga dengan rumah kita masing-masing, apalagi tempat kita berdoa, tempat kita berjumpa dengan Tuhan Allah itu tampak megah dan agung, pasti menyukakan hati.

Namun kata Yesus kepada mereka itu: 'apa yang kamu lihat di situ, akan datang harinya, di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan'. Gemparlah mereka dibuatNya. Lalu kata mereka kepadaNya: 'Guru, bilamanakah itu akan terjadi? dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?'.

Jawab Yesus: 'waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan, sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: akulah Dia, dan saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka'.

Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka. Yesus hanya meminta supaya mereka  waspada, karena banyak penyesat akan datang dan mengelabui mereka; hendaknya mereka tidak percaya sedikitpun.

'Apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera. Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit'.

Sekali lagi Yesus tidak memberi kepastian kapan semuanya itu terjadi, malahan ditegaskan kalaupun semuanya itu terjadi 'tidaklah berarti kesudahannya akan datang segera'. Saat, di mana 'di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepalaNya dan sebilah sabit tajam di tanganNya', seperti dikatakan dalam bacaan pertama, belumlah pasti. Segala bentuk bencana terjadi tidak menunjukkan saat, yang dinanti-nantikan, sekaligus ditakuti itu, tiba.

Apakah peristiwa Wasior, Mentawai dan Gunung Merapi sekedar peristiwa alam biasa? Apakah peristiwa-peristiwa itu hanya menunjukkan bahwa kekuatan alam itu lebih perkasa dan di luar kemampuan kita manusia? Apakah seruan dan teriakan 'akulah dia' dari para penegak hokum kita ini sudah tidak menyampaikan kebenaran lagi, malahan menyesatkan, sebagaimana ditunjukkan oleh saudara Gayus dan rekan-rekannya? Apakah negara kita sudah sulit dipercayai lagi dan memang tak berdaya, karena tidak mampu membela dan melindungi saudari Sumiati?

Pasti semuanya tadi bukan sekedar peristiwa duka biasa. Kita diajak untuk tidak mudah berbangga diri, berbangga atas segala yang kita miliki, berbangga atas 'bangunan bait Allah yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan'; boleh kita berbangga, tetapi hendaknya tidak terbuai dalam kebanggaan, sebab ada yang lebih hebat dan kuat dari kita. Keindahan alam tidak cukup dibangga-banggakan, tetapi harus kita jaga dan rawat; keadilan, hokum dan demokrasi tidak cukup dibangga-banggakan, tetapi harus kita junjung tinggi dan kita hormati, para TKW sebagai penambah devisa tidak cukup dibangga-banggakan, tetapi harus kita lindungi dan kita junjung tinggi hak dan martabatnya. Kita harus berbangga diri dan berbangga atas segala yang kita miliki, semuanya itu harus kita syukuri, karena semuanya itu adalah anugerah dari Tuhan sang Empunya kehidupan.

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau telah menganugerahkan segala yang baik kepada kami. Ajarilah kami untuk berani bersyukur dan bersyukur kepadaMu, sebab memang kami semenjak kecil kami telah dilatih untuk berani mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang memberi dan menolong kami, terlebih sebab kami sering lupa, ya Yesus, bahkan sering  bersikap tak tahu diri.

Yesus, rahmatilah kami dengan berkat dan kasihMu.

 

Contemplatio :

Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening