Senin Adven I, 29 November 2010

Yes 4: 2-6  +  Mzm 122  +  Mat 8: 5-11

 

 

Lectio :

Ketika masuk kota Kapernaum ada seorang perwira yang meminta Yesus menyembuhkan pembantu rumahnya yang sakit lumpuh. Yesus bersedia dan hendak mendatangi rumahnya, tetapi perwira itu menolakNya karena merasa tidak pantas menerima Dia. Katakan sepatah kata saja, dia akan sembuh, pinta perwira itu. Yesus memuji sang perwira itu karena iman yang dimilikinya.

Iman sebesar ini belum pernah Kutemui di Israel, kataNya.

 

Meditatio :

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepadaNya: 'Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita'. Baik kali sang perwira ini. Dia mencarikan kesembuhan bagi hambanya, padahal nilai seorang hamba bergantung pada harga jual, bukan martabat pribadinya; dia sakit, tidak dijualnya, melainkan dirawatnya. Dia dengan rela mencari pengobatan bagi hambanya yang sakit lumpuh, sepertinya hamba itu mengerang terus, sehingga dia menyimpulkan bahwa dia sangat menderita.

'Aku akan datang menyembuhkannya', sahut Yesus kepadanya dengan penuh perhatian.

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh', tegas sang perwira itu.  Aku tidak layak menerima Engkau, 'sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Memang jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya'. Jujur kali sang perwira ini, dia mengakui siapakah dirinya, dan dia tidak mau merepotkan sang Tuan yang dimintai bantuanNya. Dia yakin sungguh hanya dengan 'sepatah kata, perintahNya,  hambanya itu akan sembuh'.

Yesus amat heran mendengarkan dia, lalu Ia berkata kepada mereka yang mengikutiNya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel'. Baru kali ini Yesus menemukan iman yang sebesar ini dalam perjalanan hidupNya. Iman menyenangkan hati Tuhan.

'Aku berkata kepadamu: banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga', tegas Yesus.

Kapan itu?  Tentunya kelak di akhir jaman, sebab pada saat itulah Allah akan mengumpulkan semua orang yang berkenan kepadaNya, namun bukan seperti keadaan  yang sekarang ini, melainkan semuanya akan 'hidup baru', 'sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan' (Luk 20: 36).

Iman menyenangkan hati Tuhan. Kiranya di masa Adven ini, kita diingatkan dan diminta untuk semakin berani mengungkapkan dan mengembangkan iman kepercayaan dalam hidup sehari-hari, sebagaimana diteladankan oleh sang perwira tadi; berani datang dan meminta bantuan dari Tuhan Yesus, dan bukan yang lain, berani berkata jujur apa adanya, tidak usah ditutup-tutupi, bahkan berani mengakui dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan, dan semakin percaya bahwa sabdaNya itu menghidupkan dan menyelamatkan, sebab sabdaNya adalah kehendak dan kemauanNya sendiri.

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, dan kiranya kobarkanlah semangat kami agar kami semakin berani mengukangkapkan iman kepercayaan itu dalam hidup sehari-hari, baik dalam kata-kata dan perbuatan, sebagaimana dicontohkan sang perwira dalam Injil tadi.

Yesus bersabdalah selalu, kami siap mendengarkanMu.

 

Contemplatio :

Iman itu menyenangkan hati Tuhan Yesus dan mendatangkan kesembuhan jiwa.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening