Senin XXXI, 1 November 2010

Hari Raya Semua Orang Kudus

Why 7: 2-4.9-14  +  1Yoh 3:1-3  +  Mat 5: 1-12

 

 

Lectio :

Yesus, dalam pengajaranNya, memuji bahagia orang-orang yang miskin di hadapan Allah, yang lembut hati, mereka yang berdukacita, orang-orang haus dan lapar akan kebenaran,  mereka yang sucihatinya, mereka yang murahhati dan mereka yang membawa damai kepada sesamanya. Mereka dipuji bahagia, karena mereka semua akan dipuaskan, dan bahkan merekalah empunya Kerajaan Surga.  Mereka dipuji bahagia atas karunia indah yang akan mereka terima, walau mereka sekarang ini harus dianiaya dan mendapatkan banyak celaan; sebagaimana para nabi yang diperlakukan begitu keji, namun kini mereka boleh tinggal dalam sukacita abadi, demikian pula mereka akan menikmati sukacita abadi di surge.

 

Meditatio :

Banyak hal yang dapat kita renungkan dalam perikop kali ini, tetapi satu hal yang indah yang perlu kita perhatikan sesuai dengan pesta Semua Orang Kudus hari ini adalah penyataan Yesus yang menegaskan: 'berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah'.

Penyataan Yesus memang sungguh-sungguh meneguhkan semua orang yang menjaga kesucian hidup, yakni mereka yang berusaha hidup sesuai dengan kehendak dan kemauan Tuhan. Sebab kesucian hidup atau kesucian hati seseorang, bukanlah diukur dari perbuatan baik yang telah dia lakukan, atau banyaknya waktu yang dikurbankannya untuk berdoa dan berdoa, ataupun aneka anugerah yang diterimanya; kesucian hidup seseorang diukur dari pihak Tuhan sendiri, dan bukannya dari ukuran yang dibuat oleh kita manusia. Karena itu, kesucian hidup seseorang adalah sejauhmana dia melakukan kehendak dan kemauan Tuhan, bagaimana dia mentaati perintah dan ajaran Tuhan Allah sendiri; seberapa jauh dia berusaha mengikuti ukuran  dan standard yang ditentukan oleh Allah. Kesucianhati seseorang: Allah yang menentukan!

Mereka dipuji bahagia oleh Yesus, karena mereka akan melihat Allah, mereka akan berjumpa dengan Allah, dan mereka akan melihatNya 'dari muka ke muka'. Tepatlah juga apa yang dikatakan Yohanes dalam suratnya dalam bacaan kedua tadi, bahwasannya 'sekarang kita ini adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya'. Kita manusia akan menjadi serupa dengan Dia, dan melihat Dia AdaNya.

Orang yang suci hatinya berarti orang yang menghindari api penyucian!   Sebab semuanya itu bisa terjadi hanya karena Allah; mengapa dia harus masuk terlebih dahulu ke dalam api penyucian, kalau memang dia sudah mempunyai hati yang suci dan jiwa yang kudus?  Dia 'hari ini juga akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus' tegas Yesus (Luk 23: 43).  Mereka yang masuk dalam api penyucian adalah mereka yang harus dimurnikan terlebih dahulu oleh Allah, sebelum menikmati kemuliaan abadi, tidaklah demikian bagi mereka yang telah mengkondisikan dirinya untuk hidup layak di hadapanNya. Mereka yang telah menikmati kebahagiaan surgawi adalah semua orang kudus, dan bukan hanya mereka yang mendapatkan gelar santo dan santa, tetapi semua orang yang telah menjaga kesucian hati, termasuk mereka yang dahulu ada di tengah-tengah kita.

Mereka yang tidak masuk dalam api penyucian adalah sungguh-sungguh orang yang bahagia, karena pada saat itu mereka memandang Allah yang bertakhta di surge. Lagi-lagi Yohanes menuliskan dalam bacaan pertama: mereka itu bagaikan 'suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka; dan dengan suara nyaring mereka berseru: keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!'. Sungguh bahagia mereka, sebab 'mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba'. Mereka adalah para pengusaha dan pejuang!

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, buatlah kami menjadi orang-orang yang setia dalam mengejar kesucian hidup, agar kami kelak boleh memandang dan berjumpa dengan Engkau sang Empunya Kerajaan Surga dan menikmati rumahMu yang kudus, tempat kediamanMu.

Yesus, ajarilah kami semakin hari semakin mengenal dan mencintai kehendakMu dalam setiap langkah hidup kami.

 

Contemplatio :

Berbahagialah orang-orang yang miskin di hadapan Allah, yang lembut hati, mereka yang berdukacita, orang-orang haus dan lapar akan kebenaran,  mereka yang suci hatinya, mereka yang murahhati dan mereka yang membawa damai kepada sesamanya. 'Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'.

Penyataan ini mengandaikan orang harus berusaha dan berusaha, berjuang dan berjuang dalam hidupnya, karena memang penyataan itu dikenakan pada orang-orang yang setia dalam hidup layak di hadapan Allah, yang lembut hati, setia dalam aneka tantangan dan bahkan dalam dukacita, setia dalam kebenaran,  setia menjaga kesucian hati, setia membawa damai kepada sesamanya.

Bersukacita dan bergembiralah, karena boleh tinggal di sorga mulia dan ditambahkan kepadanya upah besar dalam rumahNya yang kudus.

Semoga.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening