Senin XXXII, 8 November 2010

Tit 1: 1-9  +  Mzm 24  +  Luk 17: 1-6

 

 

Lectio :

Tiga hal dikatakan Yesus dalam Injil hari ini, pertama, celakalah orang yang menyesatkan sesamanya, kedua, hendaknya kita berani mengampuni kesalahan orang lain yang berulang-ulang bersalah kepada kita, ketiga, kekuatan iman, jika kita mempunyai iman sebesar biji sesawi kita akan mampu memindahkan pohon.

 

Meditatio :

'Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan', tegas Yesus kepada murid-muridNya. Pernyataan ini menunjuk pada keyakinan Yesus bahwa semua orang akan berbuat baik dan mengamalkan cinta kasih, sebagaimana dikehendakiNya, karena yang disampaikanNya itu bukan untuk diriNya, melainkan demi keselamatan mereka semua, umatNya; semua orang akan menampilkan perbuatan baik kepada sesamanya.

Namun sungguh-sunguh keterlaluan dan kurang ajar, bagi mereka yang melakukannya, 'celakalah orang yang mengadakannya; lebih baik baginya, jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini'. Yesus mengecam sungguh orang-orang yang melakukan kejahatan bagi sesamanya, orang-orang yang mencari aman dan keselamatan diri sendiri dan mengorbankan orang lain.

Kedua, tegas Yesus: 'jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia; bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'. Inilah kasih! Kasih sejati dan tanpa pamrih terungkap nyata dalam aneka peristiwa yang tidak mengenakan dan tidak memberi kesenangan diri. Menegur sesame adalah sebuah tindakan yang disertai keberanian dan penuh tantangan; bahkan nyareh margegeh (cari gara-gara, cari persoalan) terhadap orang lain, bukankah dengan berdiam diri dan tidak tahu-menahu dengan urusan orang lain membuat diri kita aman dan tenang. Menegur sesame yang berdosa itu berarti menyelamatkan dia, sedangkan berdiam diri terhadap mereka menyenangkan dan menenteram jiwa pribadi!

Memaafkan orang lain kiranya juga membutuhkan keberanian dan tekad diri yang kuat, bahkan kalau dia berkali-kali berbuat salah dan meminta maaf, kita harus berani memaafkan dan menerimanya dengan penuh kasih. Memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain  memang harus dilakukan sungguh-sungguh dengan hati, bukan dengan bibir. Sungguh, orang yang berani memaafkan kesalahan sesame, apalagi yang secara sengaja berulangkali melakukannya terhadap kita, adalah sebuah tindakan yang layak dipuji, suatu keutamaan, karena tanpa melakukan perbuatan itu kita sudah bertindak impas terhadap orang yang bersalah.

Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku telah mengasihi kamu.

Semuanya itu bisa kita lakukan karena iman, artinya berkat keberanian kita memohon bantuan dari Tuhan Yesus sendiri; beriman kepadaNya bukanlah hanya percaya dan berserah diri kepada Dia sang Kehidupan, melainkan juga berani memohon bantuan daripadaNya dan mengandalkan Dia: biarlah Allah sendiri yang berkarya dalam diriku, dan 'asal kujamah jubahNya, aku akan sembuh' (Mat 9: 21). Sungguh luar biasa kekuatan iman kepercayaan kepadaNya. Tuhan menegaskan: 'kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'.

Karena itu, baiklah kita perkokoh iman kepercayaan kita, dan tentunya seperti para rasul itu, kita berseru: 'tambahkanlah iman kami!'. Jauh sebelumnya, kiranya juga perlu kita sadari bahwa iman kita akan semakin kokoh tumbuh dan berkembang serta semakin menghasilkan banyak buah, kalau kita juga menghayatinya dalam keseharian hidup kita, memberikan dan menampilkan bukti-iman dalam keseharian kita. Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus yang terpanggil untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran, menasehatkan supaya kita sebagai pengikut setia Kristus itu 'tidaklah angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar'. Inilah bukti iman dalam hidup keseharian.

 

Oratio :

Tuhan Bapa di surga,  tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu agar kami beroleh kekuatan daripadaMu, agar kami pun menjadi orang-orang yang bisa memahami kelemahan dan keterbatasan sesame kami, sebab tak jarang kami terlalu menuntut orang lain berbuat dan bertindak seperti kemauan kami.

Ya Yesus berkatilah kami selalu, amin.

  

Contemplatio :

Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, bahkan  sampai tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia. Ampuinilah kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Inilah kasih!

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening