Hari Raya Natal

25 Desember 2010

Yes 62: 11-12  +  Tit 3: 4-7  +  Luk 2: 15-20

 

 

Lectio :

Hari ini para gembala pergi ke Betlehem untuk melihat dan menyaksikan Juruselamat Kristus Tuhan yang lahir di antara mereka, dan benar mereka menemukan seorang Bayi kecil yang dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di palungan. Mereka kemudian menceritakan bagaimana mereka tahu tentang kelahiranNya dan apa yang dikabarkan kepada mereka oleh malaikat.

 

Meditatio :

'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'.

Itulah tekat pada gembala untuk pergi ke Betlehem.

Untuk apa?  Untuk 'melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'. Sebab memang telah diberitahukan kepada mereka bahwasannya 'hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud'. Kepergian mereka bukan karena ketidakpercayaan, melainkan justru karena kepercayaan mereka kepada apa yang dikatakan parta malaikat; kepergian mereka bukan untuk membuktikan apa yang dikatakan malaikat kepada mereka, melainkan karena ingin melihat dan berjumpa dengan Seseorang yang telah lama dijanjikan oleh Tuhan Allah semenjak Perjanjian Lama, mereka ingin berjumpa dengan seorang Mesias yang sudah lama menjadi kerinduan hati mereka. Mereka ingin melihat orang apakah Kristus Tuhan itu? (Luk 19). Kerinduan mereka terjawab dengan kabar sukacita dari para malaikat.

'Mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan'. Apa yang mereka lihat sungguh-sungguh klop dengan apa yang dikatakan para malaikat kepada mereka: 'inilah tandanya: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan'. Tidak ada perbedaan. Hari ini, pagi hari ini, demikian kiranya suara hati para gembala saat itu, kami telah melihat dan menyaksikan apa yang dikatakan para malaikat, kami telah berjumpa dengan Dia yang kami rindu-rindukan, kami telah berjumpa dengan sang Kristus Tuhan, sang Mesias Juruselamat umat manusia; kemudian para gembala itu juga 'memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu'.

Sharing iman pengalaman para gembala, semakin meneguhkan Maria, dia semakin mengenal siapakah Anak yang baru dilahirkan ini, kalau 'semua orang menjadi heran mendengar tentang apa yang dikatakan gembala-gembala', 'Maria malahan menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya'.

Apa pesan perayaan Natal kepada kita hari ini?

Kiranya kita semua adalah orang-orang seperti para gembala, yang merindukan kedamaian dan keadilan, kebenaran dan sukacita; hanya saja bedanya: kalau kerinduan mereka para gembala itu terjadi sebelum kedatangan sang Mesias, sedangkan kerinduan kita malahan terjadi dalam perhatianNya, bahkan dalam bacaan kedua ditegaskan bahwa kerinduan kita itu tetap berkobar-kobar, walau kita sudah 'menjadi orang-orang yang diselamatkan, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita'.

Hanya saja kita ini sering secara sadar dan sengaja malahan bertindak seperti 'para imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi' (Mat 2: 4-6), yang tahu benar di mana Kristus sang Mesias lahir, tetapi tidak mau datang dan menyambutNya; tak jarang malahan kemapanan hidup, atau bahkan kesulitan dan tantangan hidup, kita jadikan alasan untuk membenarkan dan bertindak seperti 'para imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi' tadi, padahal justru seharusnya segala bentuk pengalaman hidup ini, entah manis atau pahit, membuat kita semakin berani berunduk di hadapan Kristus Tuhan. Sebab kerinduan akan kedamaian dan keadilan, kebenaran dan sukacita akan benar-benar terpenuhi, kalau kita berani datang kepada Tuhan, sang Empunya kehidupan ini. Natal mengingatkan dan mengajak kita untuk semakin berani datang kepada Kristus Tuhan

Memuaskan kerinduan akan kedamaian dan keadilan, kebenaran dan sukacita, bila hanya berkutat  dan sebatas pada usaha insane kita manusia, tidaklah akan tercapai, sebab tak jarang kepentingan pribadi atau kelompok sering bermain secara halus, bahkan ada yang bermain uang di hadapan mata sehat. Hanya dalam Tuhan Yesus Kristus kita mendapatkan kedamaian dan keadilan, kebenaran dan sukacita yang sejati.

Kedua, dalam perayaan Natal ini hendaknya kita semakin berani belajar dan meneladan Maria, sebab ketika mendapat kunjungan para gembala tentunya dia pasti gembira dan bahagia atas perhatian dan kasih mereka. Ketika mendengar cerita pengalaman para gembala, kiranya dia juga heran seperti orang-orang yang berkerumun pada saat itu, tetapi Maria tidak tenggelam dalam rasa heran dan bangga semata, dia berani mendengarkan dan mendengarkan dengan penuh perhatian pengalaman mereka para gembala, orang-orang kecil dan sederhana, bahkan 'mempelajari dan merenungkannya dalam hati'.

Dalam belajar tentang kehidupan ini, kita memang harus berani mendengarkan suara dan pengalaman hidup orang lain, terlebih kalau kita menjadi orang-orang yang mendapat kepercayaan dalam karya pelayanan, hendaknya kita tidak mengandalkan pengetahuan dan kepandaian diri, atau hasil survey atau kata orang, apalagi sekedar memakai penalaran mayoritas dan minoritas; hendaknya kita sungguh-sungguh berani mendengarkan mereka orang-orang yang mempunyai pengalaman hidup, mereka yang ada bersama dengan sesamanya setiap hari. Tak jarang mereka pun memperdengarkan suara Tuhan, Tuhan berbicara melalui keterbatasan dan kelemahan mereka, vox populi vox dei, maka kiranya tepat kita bersikap dan bertindak seperti Maria tadi, yang 'menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya'.

Ketiga, setelah melihat dan mengalami sendiri perjumpaaan dengan Mesias, Hakim yang adil, yang terbaring di palungan, 'kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka'. Demikian pula kita yang merayakan pesta Natal, bahkan telah diteguhkan dan diyakinkan oleh Maria dan para gembala, sudah layak dan sepantasnya kita bersukacita dan bergembira karena memang Yesus Tuhan ada di tengah-tengah kita, Dia tidak jauh di sana. Dalam peristiwa Natal, Dia Tuhan Allah yang berbelaskasih menjadi manusia dan tinggal di antara kita, Dialah Kristus Tuhan, sang Juruselamat; dan bahkan dalam jerih payah perjalanan hidupNya nanti, Dia mengangkat kita menjadi bangsa pilihanNya, umat yang ditebusNya, bacaan pertama tadi.

 

Oratio :

Yesus Kristus Tuhan, Engkau datang ke tengah-tengah kami, Engkau menjawabi kerinduan kami. Semoga kami semakin hari semakin berani mengunjungi Engkau yang lahir dalam ketidakberdayaan yang ada di sekitar kami; sebagaimana Engkau lahir dan membawa damai bagi banyak orang, semoga kami pun berani merayakan Natal itu dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagi damai dan sukacita bagi orang lain.

 

Contemplatio :

Yesus Kristus, Engkau ada di tengah kami.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening