Hari Raya Santa Maria Bunda Allah

1 Januari 2011

Bil 6: 22-27  +  Gal 4: 4-7  +  Luk 2: 16-31

 

 

Lectio :

 

Para gembala pergi ke Betlehem untuk menyaksikan dan mengaklami kehadiran sang Mesias Kristus Tuhan; mereka menemukan sebagaimana dikatakan para malaikat kepada mereka. Mereka bercerita dan bercerita tentang kabar yang mereka terima dari para malaikat. Maria mendengarkan dan merenungkannya.

Pada hari kedelapan, Anak Yesus disunatkan dan diberi nama Yesus.

 

Meditatio :

 

'Para gembala cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan'.

Kepergian para gembala ingin melihat langsung peristiwa yang dikabarkan para malaikat, dan mereka melihat sungguh apa yang dikatakan para malaikat. Mereka melihat dan menjumpai seorang Bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di palungan dan didampingi kedua orangtuanya, yakni Yusuf dan Maria. Mereka datang dan mengunjungi karena kabar sukacita yang mereka terima dari para malaikat, dan 'mereka menceritakan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu' oleh para malaikat.

Semua orang dibuatnya heran dan kagum akan cerita mereka, dan 'Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya'. Sebuah keistimewaan ditunjukkan Maria dalam mendengarkan segala hal baru. Kemungkinan besar dia tidak mengerti semua apa yang dikatakan oleh para gembala, dia ingin bertanya-tanya tentang Anaknya ini, dia mendapatkan informasi baru tentang Anaknya. Maria tidak bertanya kepada mereka, karena memang informasi baru itu bukan dari mereka, para gembala hanya mengatakan apa yang didengarnya, informasi itu berasal dari Tuhan Allah sendiri yang disampaikan para malaikat kepada mereka. Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya, kiranya dia akan mencaritahu dan mengertinya kelak, dan yang pasti sekarang dia harus menjaga dan merawat 'sang Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan' yang baru dilahirkannya itu.

'Ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibuNya'.

'Dikandung oleh seorang ibu' kiranya sebuah momen yang amat penting dalam sejarah hadirNya sang Juruselamat, karena pengertian itu memuat dua peristiwa 'sebelum dan sesudah' dikandung oleh seorang ibu. Sebelum dikandung oleh seorang ibu, Dia adalah Firman, yang ada bersama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Sesudah dikandung oleh seorang ibu, dan bahkan semenjak ada dalam kandungan seorang ibu, Firman itu menjadi manusia. Dia tetap Allah yang hidup, tetapi Dia 'mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia' (Fil 2: 7). KehadiranNya di dunia adalah kemauan Allah untuk 'menghadapkan wajahNya kepada kita', sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, sehingga kita dapat melihat dan berjumpa dengan Dia dari muka ke muka.

Dia yang adalah Firman itu mengambil nama Yesus, yang artinya Allah menyelamatkan. Dia Yesus tetap pada tugas perutusanNya sebagai manusia, yakni menyelamatkan seluruh umat manusia, karena memang Dia adalah 'sang Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan yang lahir di kota Daud'. Dia, dan juga semua orang, diingatkan dengan namaNya, sebab nama adalah sebuah berkat dan perutusan bagi seseorang yang menyandang nama dan diharapkan mereka yang ada di sekitarnya. Kiranya seorang Gunawan harus mampu menyandang nama itu dalam relasi dengan sesamanya.

Yesus, sang Firman dikandung oleh seorang ibu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Maria; maka tepatlah kalau  Maria disebut sebagai ibu Tuhan, Bunda Allah, karena memang yang dikandung dan dilahirkan adalah seorang Juruselamat, yang adalah Allah, yang menjadi manusia. Sebuah gelar atau sebutan yang diterima Maria karena keberaniannya menerima Allah yang mau menjadi manusia. Maria Bunda Allah adalah sebutan yang diberikan Allah sendiri dalam Kitab SuciNya dan bukannya pemberian Gereja, Gereja hanya mampu mengamini kehendak dan kemauan Allah.

Hari ini, 1 Januari adalah hari perdamaian, karena memang kedamaian dan sukacita adalah kerinduan semua orang, bukan hanya kerinduan Gereja. Damai dan sukacita adalah harapan dan kerinduan seluruh ciptaan, sebagaimana mereka semua diciptakan dalam keadaan damai dan berkenan kepadaNya. Damai dan sukacita adalah fitrah ciptaanNya. Kerinduan akan kedamaian berarti kerinduan untuk kembali kepada fitrah sang ciptaanNya. Awal Tahun adalah hari perdamaian, karena memang inilah cita-cita dan kerinduan seluruh umat manusia, dan kiranya kerinduan ini menjiwai setiap langkah setiap orang di tahun 2011 yang indah ini.  Semuanya akan terpenuhi dengan segera, kalau memang kita mau menyatukan diri dengan Raja Damai, sang Empunya kehidupan yang datang ke tengah-tengah umatNya.

Kita memang tidak seperti para gembala, bahkan pengetahuan kita tentang Yesus sang Raja damai kiranya lebih besar dari pengetahuan mereka. Malahan seperti dikatakan dalam bacaan kedua tadi, kita adalah orang-orang yang telah mendapatkan penebusan dari Kristus, kita telah diangkat menjadi anak-anak Bapa di surge, dan memang kita telah berani memanggil Dia 'Abba ya Bapa', maka kiranya usaha kita untuk kembali dan menikmati lagi fitrah yang dilimpahkan sang Pencipta harus semakin kuat dan teguh. Kita seharusnya, bukan hanya menjadi orang-orang yang mencari kedamaian, berkat rahmat dan panggilanNya, kita adalah pembawa damai dan sukacita bagi setiap orang yang kita jumpai, sebagaimana Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkau datang ke tengah-tengah kami dalam diri manusia lemah. Maria, ibuMu sendiri tidak tahu betul dan terus menerima informasi-informasi ilahi tentang kehadiranMu. Maria merenungkannya. Semoga kami pun bertindak seperti Maria dalam setiap mendengarkan sabdaMu, berani menyimpan dan merenungkannya, bila memang kami tidak mengerti dan ingin penjelasan daripadaMu.

Yesus kuasailah kami dengan Roh KudusMu, amin.

 

Contemplatio :

 

Percaya kepada Yesus berarti mau dibimbing dan diselamatkan olehNya.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening