Jumat, 3 Desember 2010

Pesta Santo Fransiskus Xaverius

1Kor 3: 16-19.22-23  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-20

 

 

Lectio :

Pergilah dan wartakanlah Injil, baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, perintah Yesus kepada para muridNya. Kemudian Yesus menjanjikan aneka karunia kepada mereka yang percaya kepadaNya.

Setelah menyampaikan tugas perutusanNya, terangkatlah Yesus dalam kemuliaan ke surge.

 

Meditatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'.

Perintah Yesus ini amat jelas. Perintah ini ditujukan kepada kita para muridNya, bukan saja kepada mereka yang berada di sekitarNya sewaktu Dia masih hidup dalam sejarah dunia. Kita diminta untuk mewartakan Injil kepada semua orang, tanpa terkecuali, bukan saja kepada sesame kita atau orang-orang yang ada di sekitar kita, dan juga bukan hanya kepada semua orang, tetapi malahan kepada segala makhluk hidup! Kita diminta berbagi damai dan kasih kepada hewan-hewan ternak dan hewan liar, kepada tetumbuhan yang ada di sekitar kita, juga tetumbuhan di hutan belantara, kepada aneka bakteri dan virus, bukankah mereka juga makhluk hidup?

Bukan saya meremehkan dan mentertawakan perintah Yesus ini! Bagaimana kita menterjemahkan pewartaan Injil ini kepada segala makhluk? Pasti berbeda terjemahan! Apa artinya pewartaan kepada segala makhluk? Apa cukup kita hanya membatasi pada sesame manusia? Bagaimana sabda ini berbicara kepada para pahlawan Green Peace? Bagaimana Injil hari ini berbicara kepada mereka pencinta lingkungan hidup? Itulah perutusan Yesus kepada kita semua. 'Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil', tegas Paulus dalam bacaan pertama tadi.

Bukti dari pewartaan tadi adalah pembaptisan! Pembaptisan adalah kewajiban dan bagaikan keping mata uang dengan pewartaan, yang satu mengandaikan lainnya, di mana semua itu diperlukan agar segala makhluk hidup beroleh keselamatan. Yang tidak percaya akan dihukum, sebab memang Dialah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan, dan tanpa Dia tidak ada orang sampai kepada Bapa. Jelaslah sekarang, bila dikaitkan dengan pembaptisan, ke mana arah pewartaan harus dilakukan.

Tanpa maksud untuk me-minimalisir perintaNya, kita memang harus berani menterjemahkan kehendak Yesus! Perintah Yesus yang kita dengar sekarang ini, berbarengan dengan semangat masing-masing agama dan aneka kepercayaan mewartakan kebenaran. Semuanya mewartakan tentang kebenaran, semua nabi dan imam mewartakan tentang kebenaran, apa itu kebenaran; hanya Yesus yang mewartakan diriNya, yang memang adalah Kebenaran itu sendiri

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'.

Aneka anugerah yang dilimpahkan Yesus ini amat menggembirakan dan menarik. Namun berat bagi saya untuk mensharingkan mereka yang telah menikmatinya. Ada kebenaran itu!

'Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya'.

Tugas perutusan Yesus disampaikan pada waktu Dia hendak naik terangkat ke surge, sebagai pelanjutan karya pewartaanNya. Semua orang diundang untuk ambil bagian dalam karya pewartaan Injil. Seorang yang ambil bagian secara penuh, bahkan sebagai panutan dan contoh dalam karya pewartaan adalah Santo Fransiskus Xaverius. Dia mewartakan sabda kebenaran itu sampai ke tanah air kita; berkat pewartaannya kita mengenal Kristus Yesus sang Kebenaran itu.

Bagaimana dengan kita?

'Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil', tegas Paulus dalam bacaan tadi. Ucapan Paulus ini sungguh-sungguh menegaskan bahwa pewartaan Injil adalah keharusan bagi setiap orang, bukan sebagai kebanggaan karena boleh ambil bagian di dalamnya, 'karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri, sebab itu adalah keharusan bagiku'. Ada baiknya, setiap orang ambil bagian dalam kesempatan untuk memperdalam pengetahuan Kitab Suci yang diadakan oleh paroki masing-masing. Pengetahuan kita akan Kitab Suci mendorong setiap orang untuk berbicara tentang Dia, sebab mengenal Kitab Suci berarti mengenal Dia sang Empunya kehidupan.

Siapa takut?

 

Oratio :

Yesus Kristus, jadikanlah kami pewarta-pewarta InjilMu, semangatilah kami dengan Roh KudusMu, sebab kami ini sering takut mewartakan sabda kebenaranMu yang menyelamatkan itu; tak jarang kami malahan sembunyi-sembunyi mengikuti Engkau.

Yesus, jadikanlah kami alter-Fransiskus dalam pergaulan hidup  sehari-hari, amin.

Contemplatio :

Mari pergi, kita diutus!

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening