Kamis Adven I, 2 Desember 2010

Yes 26: 1-6  +  Mzm 118  +  Mat 7: 21-27

 

 

Lectio :

Bukan orang yang berseru-seru Tuhan, Tuhan, yang akan masuk dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melaksanakan kehendak BapaKu di surge, tegas Yesus kepada para muridNya.

Dan orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya itu, bagaikan orang yang mendirikan rumah di atas batu, di mana ketika hujan badai datang, dia tetap kokoh tegap berdiri; tetapi sebaliknya, yang hanya bertindak sebagai pendengar, dia bagaikan mendirikan rumah di tanah pasir.

 

Meditatio :

'Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga'.

Jelas sekali maksud pernyataan Yesus ini. Mendengarkan suara Tuhan dan melaksanakannya amatlah penting dalam berusaha mendapatkan keselamatan; dan tidak ada yang lain. Kalau  pun kita berteriak-teriak dan berseru-seru, melambungkan doa dan puji-pujian kepadaNya, tetapi kita tidak melaksanakan kehendakNya, kita tidak akan beroleh keselamatan, kita tidak diperkenankan masuk dalam hadiratNya. Kehendak Tuhan Bapa di surge adalah ukuran standard bagi orang yang ingin menikmati baitNya yang kudus dan mulia.

Tinggal dalam KerajaanNya adalah kerinduan setiap orang. Yesaya menegaskan dalam bacaan pertama tadi, bahwa tinggal dalam KerajaanNya itu berarti tinggal di dalam kotaNya yang kudus, dan hanya orang yang percaya kepadaNya boleh menikmatinya. Nyanyian kerinduan itu berkumandang di mana-mana, dan beginilah untaian kata-katanya:

'Pada kita ada kota yang kuat,

untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng.

Bukalah pintu-pintu gerbang,

supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia!

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera,

sebab kepadaMulah ia percaya.

Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya,

sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal'.

Bagaimana dengan mereka yang lancar berbahasa roh dan fasih dalam senandung roh, bahkan tiap kali mengalami resting in the spirit? 'Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna' (1Kor 13: 1-2). Kalaupun dia mampu berbahasa roh dan bernubuat, tetapi bila tidak melakukan kasih, sebagaimana kehendak Bapa di surge, ia tidak akan beroleh kasih karunia dalam KerajaanNya.

Sebab segala yang diterima seseorang, sebagaimana dikatakan Paulus tadi adalah sebagian dari anugerah Tuhan, dan mereka orang-orang yang beroleh anugerahNya adalah mereka yang dikehendaki Tuhan untuk menerimanya. Namun lebih dari itu, yang menjadi kehendakNya adalah mengasihi sesame manusia, dan bukannya tenggelam dalam aneka karuniaNya; hendaknya kita saling mengasihi, sebagaimana Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita umatNya. Sebab Allah adalah kasih!

'Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu, kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir, kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'.

Itulah makna dan peran sabda Allah, sabda Yesus sendiri, bagi hidup setiap orang. Sabda Tuhan menjadi kekuatan dan pelindung hidup bagi setiap orang yang melaksanakannya. Lain memang dengan mereka yang hanya bertindak sebagai pendengar, dan bahkan menipu diri (Yak 1: 22), sabda Allah hanya didengar dan didengar sebagai pengetahuan, tetapi sama sekali tidak menjadi arahan hidup. Sabda dan kehendak Tuhan tidak dibiarkan masuk meresap ke dalam tubuh dan sumsum tulang hidupnya; sabda Tuhan tidak ber-inkarnasi, tidak menjelma dalam dirinya.

 

Oratio :

Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang berani melaksanakan kehendakMu dalam hidup kami, berani bersaksi atas kebenaran yang Engkau nyatakan kepada kami, dan berani berbagi kasih sebagaimana Engkau telah mengasihi kami dengan menyerahkan nyawa bagi tebusan bagi hidup kami.

 

Contemplatio :

SabdaMu adalah kebenaran, hidupku kebebasan.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening