Kamis Adven II, 9 Desember 2010

Yes 41: 13-20  +  Mzm 145  +  Mat 11: 11-15

 

 

Lectio :

Allah menjadi penolong bagi umatNya Israel, karena itu Dia meminta umatNya untuk tidak takut dan gentar. Allah akan menolong mereka, dan bahkan menjadikan bumi ini sebagai tempat yang sungguh-sungguh menyenangkan. Pada akhirnya semua orang akan tahu bahwa Tuhanlah yang membuat segalanya itu.

 

Meditatio :

'Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.  Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel'.

Tuhan Allah berjanji akan menolong Israel umatNya. Dia meminta supaya umatNya itu tidak takut dan gentar menghadapi kehidupan ini. Dia akan menolong dan menebus umat yang dikasihiNya. Allah malahan menjadikan mereka umatNya sebagai kekuatan dan penguasa wilayah, sabdaNya: 'sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka, tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel'.

Dalam janjiNya tadi, Allah juga akan membuat bumi semakin subur dan menghasilkan banyak buah. Allah membuat segala-galanya baik adanya, 'supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya'.

Apakah Tuhan lagi menyombongkan diri? Apakah Dia sudah menjadi CP (cari perhatian) atau CM (cari muka)? Apakah Tuhan Allah lagi pamer diri, 'mengusahakan pencitraan dan tebar pesona atau JI (jaga image), sebagaimana yang dirisaukan dalam dunia perpolitikan akhir-akhir ini?'

Bergantung kita yang memandang! Namun kiranya Israel pada waktu itu, dan kita sekarang ini, diingatkan bahwa memang Tuhan Allah itu sungguh Maha Pengasih dan Penyayang, Dia selalu memperhatikan umatNya, dan memang hanya Dia yang mampu melakukannya, karena memang Dialah sang Pencipta segalanya. Hanya kepada Tuhan Allah sang Pencipta kita umatNya harus menyembah dan merundukkan diri!

Salah seorang yang benar-benar mau merundukkan diri di hadapan Tuhan, dan yang sadar akan posisi dirinya adalah Yohanes Pembaptis. Dia sadar betul bahwa dirinya hanya akan membaptis dengan air, tetapi Dia yang akan datang akan membaptis umatNya dengan Roh dan api, Dia sungguh-sungguh mulia dan dashyat! (Mat 3: 11);  membuka tali kasutnya pun aku tidak layak, tegas Yohanes.

Yesus pun mengakui dan menaruh hormat kepada Yohanes dengan mengatakan: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya'.

Masa Adven adalah kesempatan bagi kita untuk berani kembali kepada Tuhan sang Pencipta, dan hanya Dialah yang mampu melakukan dan menjadikan semuanya baik adanya. Ketidakberdayaan diri seseorang hendaknya tidak membuat dirinya berhenti atau nglokro di tempat di mana dia berada, melainkan sebagai kesempatan untuk membuka diri dan membiarkan diri dibimbing dan dipimpin oleh Tuhan sendiri. Allah sang Penolong. Kesadaran diri Yohanes berhadapan dengan Dia yang akan membaptis umatnya dengan Roh dan api, tidak membuat dirinya surut dan mengerut; Yohanes malahan mengarahkan umatnya untuk berani datang kepada Dia, yang lebih berkuasa daripadanya.

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, menyadari akan keterbatasan diri dan kelemahan pribadi tak jarang kami dibuatnya loyo dan tak bersemangat. Bantulah kami ya Yesus, agar kami semakin bersemangat dalam hidup ini, terlebih menantikan kedatanganMu yang memberi kehidupan abadi. Perjumpaan denganMu kiranya menjadi dambaan bagi setiap orang.

 

Contemplatio :

Biarlah aku semakin kecil, dan biarlah Dia semakin besar, dan biarlah nama Tuhan dipuji.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening