Kamis Adven III, 16 Desember 2010

Yes 54: 1-10  +  Mzm 30  +  Luk 7: 24-30

 

 

Lectio :

Tuhan Allah menegaskan hubunganNya dengan umat yang dikasihiNya itu bagaikan relasi antara suami dan isteri, sebagaimana seorang suami memperhatikan dan mengasihi isterinya, demikianlah Tuhan akan selalu memperhatikan umatNya. Karena itu, jangalah kuatir, engkau perempuan yang belum pernah melahirkan, sebab engkau tidak akan ditinggalkanNya.

 

Meditatio :

'Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN'.

Sebuah ucapan yang menggembirakan dan menyenangkan hati, sebab bagaikan seorang isteri yang dicap oleh banyak orang sebagai seorang perempuan yang mandul, dia akan mempunyai banyak anak, demikian bangsa pilihanNya, umat yang dikasihiNya, mereka akan beroleh banyak keturunan dan berkelimpahan rahmat dan kasihNya. Sebab mereka adalah milik Tuhan Allah.'Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam namaNya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi'. Israel, umat pilihanNya, terlebih yang sekarang ini disebutNya sebagai 'sisa Israel' (Zef 3), diminta tidak bersedih-hati, sebab memang Pemilik mereka adalah Tuhan Allah, Pencipta dan Pemilik semesta alam ini.

'Seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati, TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar, Aku mengambil engkau kembali'. Itulah ungkapan Tuhan yang pernah 'meninggalkan' umat yang dikasihiNya, sebab memang Dia harus pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat, dan Dia akan kembali datang untuk mengajak semua umatNya, sebagaimana pernah disampaikanNya: 'Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada' (Yoh 14: 2-3). Namun begitu, ketika 'meninggalkan' umatNya, Dia tidak membiarkan mereka seorang diri, Dia tidak menjadikan umatNya sebagai seorang janda miskin yang hidup sendiri, Dia tetap hadir dalam RohNya, sebab 'Aku akan menyertai engkau selalu sampai akhir jaman' (Mat 28: 20); dalam bahasa Yesaya tadi Allah sang Penebus mengatakan: 'dalam getarKu yang meluap, Aku menyembunyikan wajahKu terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku tetap mengasihani engkau'.

'Seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati, TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar, Aku mengambil engkau kembali'.

Sebagai isteri yang baik dan setia, ketika suami memanggilnya dalam kasih, pasti dia akan datang, sebab memang sang suami adalah belahan hatinya, dia pedamping dan pelindungnya, dan kepadanyalah dia mengeluh dan mengaduh. Demikianlah ketika Tuhan memanggil dan memanggil, baiklah kita umat yang dikasihiNya berani datang kepadaNya. Gereja Umat Allah adalah seorang isteri yang baik dan suci.

Masa Adven adalah kesempatan untuk berlatih mempertajam diri dalam menanggapi panggilanNya yang hendak hadir untuk kedua kalinya dalam kemuliaan; mereka yang bersiap sedia dan berjaga-jaga adalah orang-orang yang menanggapi panggilanNya untuk menyambut kedatanganNya itu. Masa Adven mengembalikan dan menyegarkan secara istimewa kerinduan umatNya akan sang Empunya kehidupan ini, menghidupkan kerinduan yang dipenuhi oleh keringat peluh perjuangan hidup.

Ketidakmauan orang-orang menanggapi panggilan dan undanganNya, tak ubahnya dengan kaum Farisi dan para ahli Taurat yang acuh tak acuh terhadap kabar pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis, Utusan Tuhan yang mempersiapkan jalan bagi sang Juruselamat. 'Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan Yesus, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes, tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena memang mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes'.

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau tidak henti-hentinya memanggil dan memanggil kami, bukan saja kami yang merindukan Engkau, Engkau pun juga semenjak awal sudah merindukan dan mengasihi kami, dan Engkau mengharapkan agar kami tinggal di mana Engkau berada. Kuasailah kami dengan RohMu, ya Yesus, agar kerinduan kami akan Engkau semakin menggetarkan jiwa dan hati kami, amin.

 

Contemplatio :

Aku mendengar suaraMu dan aku melangkah kakiku.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening