Minggu Adven II, 5 Desember 2010

Yes 11: 1-10  +  Rom 15: 4-9  +  Mat 3:1-12

 

 

Lectio :

Seorang akan datang, Dia penuh kuasa dan damai, Dia akan mengadili semua orang tanpa memandang muka, Dia hanya menghakimi umatNya dengan keadilan dan kejujuran. Dialah Raja Adil yang muncul dari tunggul Isai. Suasana damai akan meliputi umatNya, seorang bayi akan bermain dengan liang ular tedung, anak domba dan anak singa akan merumput bersama. Segalanya damai adanya.

Karena itu, 'bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!'.

 

Meditatio :

'Pada akhir jaman suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang, tetapi Dia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik'.

Yesaya menggambarkan kenyataan yang akan terjadi pada akhir jaman, seseorang keturunan Isai akan muncul di tengah-tengah umatNya, dan Dia memang telah datang dari keluarga Isai, Dia adalah keturunan Daud sang raja. Kelak Dia akan menghakimi umatNya dengan keadilan dan kasih. Orang benar akan dibenarkan, dan orang yang salah dan bahkan melawanNya akan dibinasakanNya. Dia memang Raja Keadilan, dan benarlah yang dikatakan dalam Mazmur tadi 'berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kita adalah rahim'.

Keadilan dan damai sungguh-sungguh dinikmati oleh dunia. Situasi yang penuh sukacita dan damai itu dilukiskan dengan indahnya oleh Yesaya, di mana pada saat itu 'serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak'.

Semuanya itu akan terjadi memang, bila semua orang, mendengarkan Dia sang Raja Damai, sebab Dia benar-benar akan membela orang-orang lemah dan tertindas dengan keadilan dan kejujuran. Dia memberikan keselamatan dan kebahagiaan hanya kepada orang-orang yang mau mendengarkan suaraNya; tetapi  tidaklah demikian dengan orang-orang fasik, ini bukan kehendakNya, melainkan kemauan mereka sendiri yang tidak menghendaki keselamatan di dalam dan bersama Dia.  Allah menghendaki semua orang beroleh selamat.

Karena itu, Yohanes Pembaptis sebagai seorang perintis mengingatkan, dan bahkan menegur keras orang-orang yang mencari kepuasan diri, sebagaimna diwakili atau direpresentasikan oleh orang-orang Farisi dan orang Saduki yang datang kepadanya, katanya: 'hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan, dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami!'. Yohanes menegur keras mereka, karena memang tidak adanya perasaan tobat dalam diri mereka, sikap munafik dan sombong yang malahan mereka tonjolkan dalam hidup sehari-hari, mereka amat bangga sebagai keturunan Abraham, tetapi mereka tidak menunjukkan imannya sebagaimana dilakukan sang bapa mereka. Mereka lupa bahwa Abraham dibenarkan oleh Allah dan diangkat menjadi bapa para bangsa, bukan karena perbuatan-perbuatannya, melainkan karena imannya kepada Tuhan Allah (Rom 4).

Yohanes meminta dan meminta agar mereka, dan kita semua, untuk bertobat dan bertobat, dan bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga hendaknya tampak dalam tindakan dan perbuatan sehari-hari; karena itu tadi Yohanes menegaskan 'hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan', pertobatan itu tampak dan menghasilkan buah-buahnya hanya dalam perbuatan dan tindakan.

Pertobatan itu bukannya hari esok dan di sana, tetapi hari ini, sekarang juga dan di sini, sebab 'kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api'. Sebab memang 'Ia, yang membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api', telah ada di tengah-tengahmu, Dia telah berada di antara kamu, dan 'alat penampi sudah ditanganNya. Ia akan membersihkan tempat pengirikanNya dan mengumpulkan gandumNya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakarNya dalam api yang tidak terpadamkan'.

'Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah'.

Pernyataan Paulus dalam bacaan kedua ini menunjukkan kepada kita buah-buah pertobatan yang wajib perlu terungkap dalam kehidupan sehari-hari, dalam pergaulan dengan sesame. Janganlah kita bilang dan berseru-seru telah berdamai dengan Tuhan, telah mengadakan konsolidasi dengan Dia yang Maharahim, telah mengadakan pendekatan pribadi denganNya, tetapi tidak berusaha mengadakan pendamaian dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Hanya hati yang berdamai dengan sesame dapat menyambut kedatangan Dia yang membawa mahkota abadi; gambaran sukacita dan damai sebagaimana digambarkan nabi Yesaya di atas, harus mulai terwujud hari ini, sekarang ini dan di sini.

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau telah menjanjikan kepada kami sukacita yang tak berkesudahan, bantulah kami juga untuk semakin mengharapkan kehadiranMu yang menyelamatkan itu.

Yesus, ajarilah kami selalu bertobat dan bertobat dalam hidup kami sehari-hari. Bertobatlah hatiku, sebab Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah kita.

 

Contemplatio :

Damai dan sukacita adalah kerinduan hidupku, dan padaNyalah aku berharap.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening