Minggu Adven III, 12 Desember 2010

Yes 35: 1-6.10  +  Yak 5: 7-10  +  Mat 11: 2-11

 

 

Lectio :

Realitas akhir jaman dinubuatkan oleh Yesaya, di mana pada saat itu 'mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka, orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai'. Keindahan alam semesta, sebagaimana ditampakan pada keindahan Libanon, semarak Karmel dan Saron terlihat di mana-mana.

 

Meditatio :

'Pada akhir jaman padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita'.

Keindahan dan semarak Libanon, Karmel dan Saron memang sudah terkenal, sebuah pemandangan yang menyenangkan dan menyejukkan hati. Keindahan itulah yang akan terjadi kelak pada akhir jaman; padang gurun, padang kering dan belantara, semuanya akan tumbuh subur dan menghasilkan banyak bunga dan keharuman, mereka akan menampakkan kemuliaan Tuhan Allah.

Keindahan dan sukacita inilah yang kiranya menggembirakan hati semua orang; melihat keindahan alam semesta hendaknya membuat kita bangga dan berani bertanya siapakah Dia yang menciptakan semuanya itu. Berharaplah kepada Dia!

Karena itu, 'kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah; dan katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!'.

Tuhan Allah tidak hanya memperindah dan mempercantik dunia dan segala isinya, tetapi juga menggenapinya dengan keadilan dan perdamaian. Tuhan akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang merindukanNya, juga kepada orang-orang yang tawar hati, karena walau ada aneka penderitaan, mereka tetap teguh bertahan,  mereka tidak putus asa, namun sebaliknya Ia akan memberikan balasan atau hukuman kepada orang-orang yang telah bertindak semena-mena terhadap bangsaNya yang kudus.

'Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka, orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai'. Semuanya akan menjadi baik adanya, tidak ada dukacita dan nestapa, tidak ada orang-orang yang terpinggirkan dan diabaikan karena alasan sakit atau kelemahan fisik, dan wajah bumi tampak subur semuanya. 'Orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh'. Semua orang akan bersukacita. Karena memang mereka semua adalah orang-orang merdeka, orang-orang yang lepas bebas dan hidup dalam kelimpahan.

Dan ternyata, semuanya itu telah terjadi pada jaman Yesus, dan memang semuanya itu terjadi hanya karena Dia. Yesus menegaskan sungguh-sungguh bahwa kehadiranNya telah memenuhi nubuat nabi Yesaya tadi, kataNya: 'katakanlah apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik'. Semuanya telah terpenuhi dalam diri Yesus Kristus!

Kesadaran diri akan memenuhi kehendak Allah Bapa sungguh-sungguh dimiliki oleh Yesus, sebab 'Aku datang bukan untuk melakukan kehendakKu, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku' (Yoh 4: 34; 6: 38), dan Yesus pun tahu bahwa kedatanganNya telah dipersiapkan oleh seseorang yang bernama Yohanes, karena memang itulah kehendak Bapa bagiNya, sebagaimana dikatakan dalam Injil tadi: 'lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu'. Yohanes menjadi perintis bagi kedatanganNya.

Bila demikian mengapa kita masih menantikan kedatanganNya kembali?

Pertama, karena Dia, Anak Manusia, telah mendahului kita pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi kita, dan Dia akan kembali datang untuk mengajak kita, sebagaimana pernah disampaikanNya: 'Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada' (Yoh 14: 2-3). Dia pergi tidak untuk selamanya!

Kedua,  realitas akhir jaman yang penuh sukacita itu, bukanlah sebuah peristiwa kelak yang hanya bisa dan sebatas dambaan hati, melainkan sebuah realitas, sebuah kenyataan yang sungguh akan terjadi dan bahkan sudah mulai terjadi semenjak kedatangan sang Empunya kehidupan itu. Di bawah kepimpimpinan dan penguasaanNya, semua itu mulai terjadi, sebab pada waktu itu terlihat dengan mata kepala sendiri bahwa 'orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik'.

Jadi benarlah, bahwa penantian kita GerejaNya ini bukanlah berada dalam posisi kosong atau jeda, penantian Gereja bukanlah sebuah penantian seorang diri yang termangu-mangu, penantian kita umatNya adalah berada dalam keberlangsungan karya penyelamatan yang mencapai puncaknya pada akhir jaman. Masa Adven adalah masa penantian Gereja bersama dengan Dia sang Anak Manusia, sebab dalam posisi pembiaran diri dikuasai dan dibimbing olehNya, Dia hadir sendiri dan menampakkan kemuliaanNya; dalam penguasaanNya segalanya berlangsung baik.

Kalau pun kedatanganNya dalam bacaan kedua dilukiskan dengan kedatangan seorang Hakim, tidaklah membuat takut, gelisah dan gemetar bagi orang-orang yang selalu hidup dalam bimbinganNya, bagi orang-orang yang selalu mengutamakan damai dalam hidup bersama.

Minggu Adven III mengingatkan kita semua bahwa penantian Gereja akan kedatanganNya bukan penantian seorang diri, melainkan sebuah penantian bersama dengan Dia sendiri.

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau tidak membiarkan kami seorang diri dalam menantikan kehadiranMu. Engkau sendiri mendampingi dan menyertai kami, walau kami akui, sering kami melupakanMu. Yesus semoga setiap kali melihat segala yang baik dan indah kami selalu teringat akan Dikau.

Semoga umatMu semakin setia dalam penantian hidup ini.

 

Contemplatio :

Semua baik adanya.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening