Minggu Adven Khusus IV,

19 Desember 2010

Yes 7: 10-14  +  Rom 1: 1-7  +  Mat 1: 18-24

 

 

Lectio :

Tuhan Allah memberikan suatu pertanda kepada umatNya, bahwasannya seorang perempuan akan mengandung dan anak yang dilahirkan itu akan dinamai Imanuel yang berarti Allah beserta umatNya. Tanda ini diberikan oleh Allah sendiri, bukan berdasar kemauan manusia, yang secara sengaja sering melelahkan hati Allah.

 

Meditatio :

'Berkatalah nabi Yesaya: 'baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel'.

Keluarga dan keturunan Daud adalah bangsa terpilih, tetapi mereka sering membuat ulah kepada Tuhan, sang Pemerhati mereka; mereka bukannya menggunakan hak istimewa yang dimilikinya untuk semakin merunduk di hadapanNya, malahan terang-terang menyepelekan dan melawan Dia, mereka itu melelahkan para nabi yang diutusNya, dan terlebih melelahkan hati Allah.

Akhirnya, Allah tidak mau terusik dengan gerak dan ulah mereka, sebaliknya Allah hendak 'memberikan suatu tanda' kepada mereka. Pemberian  tanda ini adalah kehendak dan kemauan Allah sendiri, walau sebenarnya dan bahkan seharusnya menjadi keinginan dan kerinduan umatNya, tetapi semuanya itu tak mungkin terungkapkan dalam perlawanan hati kepada Allah; pemberian itu adalah kehendak Allah dan berasal daripadaNya.  Wujud, kodrat dan bentuk dari tanda itu sesuai dengan maksud dan gambar Allah sendiri, tidak berdasar pada gambaran manusia.

Tanda itu adalah: 'seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel'. Sebuah tanda yang tak mungkin dapat dibuat oleh manusia, sebuah tanda yang memang jauh dari kemampuan indera manusia. Tanda itu sebuah satu kesatuan, satu pengertian yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain: seorang perempuan, masih muda, belum berusia,  tetapi dia sudah mengandung; anak yang dilahirkannya nanti adalah seorang laki-laki, dan dia perempuan itu akan menamai Dia Imanuel, Allah beserta kita.

Itulah tanda mulia yang hendak diberikan Allah sendiri, sebuah tanda bukan karena kemauan manusia, melainkan kemauan Allah!

Dan, itu terjadi pada diri Maria!  hanya Maria yang tahu apa yang telah terjadi pada dirinya, dia tahu dan sadar bahwa dirinya 'mengandung dari Roh Kudus, sebelum dirinya hidup sebagai seorang isteri'.

Yusuf  tunangannya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Amatlah wajar sikap Yusuf itu!  Apakah waktu itu, Yusuf menghadapi sebuah dilema?  Sebab dengan meninggalkan Maria dalam keadaan mengandung, bukankah dia malahan bertindak sebagai seorang tertuduh, sebagai seorang laki-laki yang tidak bertanggungjawab? Yusuf tidak bisa mengerti: bagaimana mungkin Maria bisa mengandung, karena hal itu bukan keinginan mereka berdua?

'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.

Itulah kata seorang malaikat Tuhan kepada Yusuf. Maria memang telah mengandung, namun semuanya itu bukan karena kemauan dia atau orang lain, tetapi karena kemauan Allah sendiri, 'Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus'. Anak yang dikandungnya adalah laki-laki. Dengan berani Maria telah menerima kemauan Allah itu, 'supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi, bahwa : seorang anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita'.

Sebagai seorang 'bapa dalam rumahtangga', Yusuf malahan diminta malaikat supaya dia memberi nama anak itu Yesus, karena Allah berkarya dalam Anak itu, Anak itu adalah Allah, Dia datang ke dunia dan menjadi seorang manusia dan hendak menyelamatkan seluruh manusia, umat milikNya.

Pertanyaan saya pribadi, apakah Maria tidak pernah bercerita kepada tunangannya dan mensharingkan apa yang telah terjadi pada dirinya kepada Yusuf? Sepertinya, dan pasti Maria sudah bercerita, sehingga Yusuf, seorang yang tulus hati itu, tahu apa yang terjadi pada tunangannya, dan untuk itulah dengan diam-diam dia ingin menceraikannya.

Menanggapi sabda Tuhan, Maria menjawab 'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu'; tidaklah demikian dengan Yusuf, tanpa kata-kata, dan dengan diam-diam, 'sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya'.

Natal adalah tanda yang dikehendaki Allah

Minggu depan, atau seminggu lagi kita baru merayakannya, hari ini kita masih berada dalam masa Adven. Apa yang dapat kita lakukan dengan perayaan Natal nanti? Kita mensyukuri Tanda yang diberikan Allah sendiri kepada kita umatNya; pertama, kita bersyukur kepada Allah atas luhur dan mulianya Tanda yang diberikan kepada kita umat manusia, karena memang Tanda itu bukan sembarang tanda, sebagaimana gambaran dan keinginan kita manusia, tidak setara dengan pikiran kita ciptaanNya, Tanda itu sesuai dengan gambaran dan kemauan Allah sendiri. Kedua, intense pemberian Tanda itu hanya satu yakni keselamatan umat manusia, sebab Tanda itu adalah pemberian diri Allah sendiri, Dia adalah Allah yang menjadi manusia, Dia adalah Yesus, Allah yang menyalamatkan!  Ketiga, menurut Rasul Paulus dalam bacaan kedua, berkat Natal, Tanda agung dan mulia itu, kita telah menjadi 'orang-orang yang percaya dan taat kepada namaNya', dan berkat kepercayaan itu kita telah menjadi orang-orang 'milik Kristus', sang Tanda Agung itu, dan menjadi orang-orang yang 'yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus'.

Ketiga hal inilah yang hendaknya membuat kita berani bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan, dan  merayakan Natal dengan penuh sukacita, sebab Allah datang dan mengunjungi kita umatNya, Dia ada dan beserta dengan kita. Imanuel!  Sebagai orang-orang yang menerima pemberian, layaklah kita bersyukur dan berterima kasih, dan menikmati pemberian itu.

 

Oratio :

Yesus Kristus, sang Raja Adil, Engkaulah Tanda agung dan mulia yang dilimpahkan kepada kami umatMu. Engkau datang hanya untuk menyelamatkan kami. Semoga semakin banyak orang yang percaya kepadaMu, karena Engkau datang untuk menyelamatkan semua orang tanpa terkecuali.

Semoga kami siap menyambut dan merayakan kehadiranMu.

 

Contemplatio :

Allah, Engkau datang menyertai kami umatMu.

Imanuel.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening