Pesta santo Yohanes Rasul

27 Desember 2010

1 Yoh 1: 1-4  +  Mzm 97  +  Yoh 20: 20-28

 

 

Lectio :

Diberitakan bahwa jenasah Yesus dicuri orang. Petrus dan Yohanes pergi ke kubur untuk melihat apa yang terjadi. Yohanes melihat kenyataan yang terjadi dan memang dilihatnya kubur kosong, percayalah dia akan apa yang pernah dikatakan Yesus sebelumnya kepada mereka semua.

 

Meditatio :

'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'.

Berita itulah yang diterima oleh Petrus dan Yohanes, yang dalam Injilnya, Yohanes tak penah menyebut nama dirinya, dia selalu menggunakan sebutan 'murid yang dikasihiNya' atau 'murid yang lain'.

Mendengar berita itu, berangkatlah Petrus dan dirinya itu ke kubur, ketika sampai di kubur 'ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung'. Yohanes memang berlari lebih cepat dari pada Petrus, sehingga lebih dahulu sampai di kubur, tetapi dia tidak mendahului Petrus masuk ke dalam; baru setelah Petrus datang dan  masuk, ikutlah dia masuk; dia, Yohanes, murid yang dikasihiNya, 'melihatnya dan percaya', bukan seperti yang dikatakan Magdalena kepada mereka, melaikan dia percaya bahwa Dia telah bangkit dan hidup (Yoh 2: 19; 11: 25).

Yohanes boleh dikatakan adalah orang pertama yang percaya bahwa Yesus bangkit; Injil menceritakannya dengan tegas, bukan Magdalena yang percaya karena melihat kubur kosong pertama kali, dan juga bukannya Petrus sang ketua dalam kalangan para rasul yang percaya. Tidak ada orang pun yang melihat Yesus bangkit, hanya ada beberapa orang saja yang melihat bahwa kubur telah kosong. Dia, Yohanes, tidak melihat namun percaya (Yoh 20: 28). Yohanes mampu bertindak demikian, karena memang segala yang dikatakan sang Gurunya, sungguh-sungguh dia dengarkan. Yohanes pasti telah bertindak seperti Maria yang 'menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya', sehingga dia mampu mengambil sebuah kesimpualan iman akan apa yang dilihatnya.

Iman muncul dan tumbuh dalam pengalaman hidup. Yohanes mengalaminya dan merasakannya; dan pengalaman itulah yang disharingkannya kepada kita dalam bacaan pertama tadi, bahwasannya: 'apa yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu'. Yohanes tidak menceritakan sesuatu yang asing, alien, dia hanya menceritakan pengalaman hidupnya. Tujuan sharing itu adalah 'supaya sukacita kami menjadi sempurna', karena memang boleh berbagi kasih dan pengalaman dengan banyak orang, dan 'supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami, dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya, Yesus Kristus'. Inilah hidup kekal.

Dengan merayakan Natal berarti 'apa yang telah kita dengar, yang kita lihat dengan mata kami, yang kita saksikan dan yang kita raba dengan tangan kami tentang Firman hidup', kembali kita rayakan dan kita rayakan; dengan demikian pengenalan kita akan Yesus Kristus Firman yang hidup itu, semakin hari semakin tumbuh dan berkembang. Perayaan Natal membiasakan diri kita untuk menyambut dan menerima kehadiran sang Firman yang telah menjadi manusia, yakni Yesus Kristus sang Mesias.

 

Oratio :

Yesus, hari demi hari semakin tambahlah pengalaman hidup kami, ada yang menyenangkan ada pula yang pahit. Pengenalan kami akan sabdaMu pun kiranya semakin berurat dan berakar dalam diri kami. Dampingilah kami dalam perjalanan hidup ini ya Tuhan, agar dengan semakin bertambahnya usia dan bertambah jauhnya perjalanan hidup kami, semakin bertambah pula pengenalan dan keakraban kami dengan Engkau, sang Firman kehidupan.

 

Contemplatio :

Aku percaya kepada Yesus.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening