Rabu Adven III, 15 Desember 2010

Yes 45: 6-8.21-25 + Mzm 85 + Luk 7: 19-23


Lectio :

Tuhan Allah menegaskan hanya diriNyalah sang Pencipta langit dan bumi beserta isinya, dan tidak ada allah lain di sampingNya. Dialah Penguasa atas alam semesta ini, maka Dia mengundang seluruh ciptaanNya, terutama umat manusia untuk berpaling hanya kepadaNya. Dia yang agung dan mulia itu menampakkan diri secara nyata dan hadir di tengah umatNya dalam diri Yesus Kristus.



Meditatio :

'Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari padaKu! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepadaKu dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Akulah yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini'.

Penyataan Allah ini sungguh-sungguh menegaskan siapakah Dia, Dialah Allah, Dialah Tuhan sang Pencipta yang menjadikan semuanya ini. Dialah sang Hakim yang adil dan sang Juruselamat. Secara sengaja nampaknya, Dia mengulang-ulang kata 'Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain'. Penyataan ini hendak memberi jawaban dan penegasan kepada umatNya yang mudah terombing-ambing aneka kepercayaan lokal, yang hanya memberi penghiburan sesaat dengan pelbagai tuntutannya; mereka menawarkan penghiburan, bahkan kesembuhan, dengan aneka ikatan kurban jiwa, tetapi semuanya itu tidak disadari banyak orang, karena adanya aneka tuntutan tadi tidak langsung menerpa diri mereka, tetapi menerpa orang lain dan dijadikan kurban; mereka itu sebenarnya bukannya menerima keselamatan, malahan kebinasaan. Penyataan 'Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain' mengajak semua orang supaya berpaut hanya kepadaNya, Tuhan Allah sang Empunya kehidupan.

Ada keyakinan dalam diri Tuhan bahwasanya akan banyak orang datang dan berpaling kepadaNya. Karena itu dalam bacaan pertama menegaskan juga bahwa: 'demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulutKu telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapanKu, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN'. Semua orang akan mengakui Siapakah Dia itu.

Kalau pun ada yang berbalik daripadaNya, kalau pun 'ada orang-orang yang bangkit amarahnya terhadap Dia, mereka tetap akan datang kepadaNya namun mendapat malu'. Allah tetap menerima mereka dengan penuh kasih, namun mereka mendapat malu, karena tindakan dan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat malu, karena mereka sepertinya harus menjalani hukuman sebagai pemurnian atas segala dosa dan kesalahan mereka.

'Tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN', karena mereka berjalan sebagaimana mestinya, karena memang mereka berjalan sebagaimana dikehendakiNya dan seturut perintah-perintahNya.

'Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain'

Penyataan itulah yang juga hendak dikatakan Yesus kepada orang-orang yang bertanya-tanya: 'Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?'. Namun Yesus tidak langsung menjawabnya, walau tidak berat bagiNya atau tidak ada halangan untuk mengatakannya; Dia malahan mengajak mereka semua untuk memandangnya sendiri, bahwasannya:'orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik'.

Penyataan Allah dalam Perjanjian Baru memang sungguh-sungguh diucapkan oleh orang-orang yang melihat, memandang dan mendengarkan Dia. Yesus Tuhan tidak lagi berkata 'Akulah Dia', karena memang Dia sendiri langsung hadir di tengah-tengah umatNya, Dia tidak mengumandangkan suaraNya dari kejauhan di sana, Dia sendiri sekarang hadir di tengah-tengah kita dan berkata-kata. Ia mengungkapkan dan menegaskan kasihNya, tidak hanya dalam kata-kata dan bahasa manusia, tetapi terlebih dalam kehidupan nyata; dan semua orang diundang untuk menikmatiNya.

Masa Adven sekarang ini mengajak setiap orang untuk merasakan sungguh kehadiranNya dalam kata-kata dan bahasa kita, dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keselamatan yang mencapai puncaknya pada kedatangan Kristus yang kedua kalinya, tidak terjadi hanya kelak pada akhir jaman, tetapi sekarang boleh kita cicipi dan kita rasakan, dan memang Yesus telah menghadirkanNya semenjak kedatanganNya yang pertama, sebagaimana kita renungkan pada hari Minggu kemarin, sebab 'mata orang-orang buta yang akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli yang akan dibuka, orang lumpuh yang akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu yang akan bersorak-sorai itu' (Yes 35: 5-6), telah dilakukan oleh Yesus sendiri.



Oratio :

Ya Tuhan Yesus, dalam kehidupan sehari-hari kami sering melihat dan merasakan hal-hal yang indah dan mengagumkan, di luar kemampuan kami memandang. Semoga dalam pelbagai peristiwa semacam itu, mata hati kami mampu melihat kehadiranMu sendiri, karena memang Engkau sendiri yang membuatnya; Engkau sendiri tidak menunjukkan diri 'Akulah ini, Akulah yang membuatnya', Engkau malahan mengundang kami ini untuk menyebutnya.

Yesus bantulah kami selalu, amin.

Contemplatio :

Kurasakan kehadiranMu Tuhan.





 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening