Sabtu, 4 Desember 2010

Yes 30: 19-26  +  Mzm 147  +  Mat 9:35 – 10:1.6-8

 

 

Lectio :

Yesus pergi keliling desa dan kota guna mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Dia pun juga memilih para muridNya dan memberi mereka kuasa mengusir setan dan menyembuhkan banyak orang. Pergilah dan beritakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

 

Meditatio :

'Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab; matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: inilah jalan, berjalanlah mengikutinya. TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah, dan waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas'.

Inilah janji mulia yang disampaikan Tuhan kepada umatNya dalam bacaan pertama tadi, karena memang semenjak semula Dia menghendaki agar umatNya bahagia dan selamat adanya. Tuhan yang berbelaskasih akan memperhatikan dan melindungi umatNya.

Bagaimana semua itu terjadi?

Dia sendiri akan akan mengadakannya. Tuhan Allah akan atur semuanya itu. Dia sendiri akan mencari dan mencari umatNya, dan itulah yang dilakukan oleh Yesus yang hendak merangkul semua umatNya, sebagaimana diceritakan oleh Injil hari ini: 'Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan'.

Yesus tidak berdiam diri untuk mewartakan sabda Tuhan, Dia berkeliling dari tempat satu ke tempat yang lain. Kerajaan Surga sudah ada di tengah-tengah mereka, dan Dia mengungkapkannya dengan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan mereka, sebab Dia mengasihani mereka.

'Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala'.

Kita dapat membayangkan memang, bila domba tidak mempunyai gembala, mereka akan terserak ke mana-mana. Demikian kiranya sebuah persekutuan hidup, bila tidak ada seseorang yang mengomandaninya mereka akan terceraiberai, dan tidak banyak waktu lagi mereka akan bubar. Yesus tidak mau terjadi semuanya itu pada para muridNya, ketercerai-beraian mereka tidak sesuai dengan kemauan Tuhan Allah semenjak semula. Yesus menghendaki agar semua orang yang percaya kepadaNya bersatu padu. KataNya kepada mereka: 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'.

Mengapa mereka harus meminta kepadaNya? Bukankah semuanya ini demi kepentingan umatNya sendiri? Bukannya tidak mampu Yesus mengutus para pekerja bagi tuaiannya. Di sini sepertinya ditampakkan dan bahkan ditegaskan bahwa: dalam hidup mengejar kesempurnaan, dalam mengejar kekudusan dan dalam pembangunan GerejaNya, Yesus mengundang dan mengundang peran umat yang dibimbingNya itu berperanserta dan ambil bagian di dalamnya. Ia tidak pernah main kuasa dan memaksakan kehendakNya. Ia hanya berdiri di depan pintu, Dia hanya mengetuk dan mengetuk.

Namun di lain pihak, secara sengaja Dia 'memanggil kedua belas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.

Lihatlah: di satu pihak Ia meminta mereka yang dibimbingNya untuk memohon kepada sang Empunya tuaian untuk mengutus para pekerjaNya, tetapi di lain pihak Ia pun juga mengutus orang-orang yang dipilihNya menjumpai orang-orang yang dikasihiNya. Namun kenyataannya, Gereja sebagai kawananNya yang kudus terus-menerus menjerit terhadap sedikitnya jumlah mereka yang ambil bagian dalam karya penggembalaan.

Pewartaan harus disampaikan, dan juga para muridNya harus berani berbagi karunia yang telah mereka perolehnya, karena mereka telah menerimanya dengan cuma-cuma, maka hendaknya mereka memberikan kepada orang lain dengan cuma-cuma pula. Yesus sudah mengutus mereka, tetapi tetap meminta mereka untuk berbaik hati kepada sesamanya, sebagaimana Dia telah mengasihi mereka terlebih dahulu.

 

Oratio :

Yesus Kristus, bantulah kami agar kami pun juga berani mewartakan sabdaMu, karena Engkau menghendaki agar umatMu selamat dan bahagia dan menikmati sukacita sebagaimana digambarkan dalam bacaan pertama tadi.

Yesus siapkanlah hati kami untuk menjadi utusanMu dan berani berbagi kasih dengan sukarela kepada sesame kami. Amin.

 

Contemplatio :

Dalam Tuhan ada kelimpahan dan berkatNya.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening